ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Suatu alasan


__ADS_3

Elizha di tarikke Lift oleh Ryian Kelvin "Masuk" Pintanya seraya menyeret pergelangan tangan Elizha "Lepaskan!" Bentak Elizha mencoba melepaskan cengkraman Kelvin.


Elizha di dorong ke dinding Lift lalu Kelvin menggebrak dinding Lift tersebut dengan satu tangan lainnya. BRAK!! Hingga posisi mereka begitu dekat seakan terhimpit. Elizha sungguh kaget, jantungnya tak mau berhenti berdebar.


"Ku lihat, kamu tak begitu dekat dengan kakakku" Ucapnya memulai pembicaraan di lift yang cukup sunyi tersebut.


"Sebenarnya? Apa mau mu ? Kenapa kamu selalu menyeretku dalam masalah" Balas Elizha lantang. Kelvin menatap Elizha tanpa berkedip "Apakah bagimu aku adalah sebuah masalah?" Tanya Kelvin menatap Elizha dan menunduk ke lantai.


"Ya. Di antara kita, sudah tak ada hal yang perlu di perbincangkan. Sebaiknya aku pergi sekarang..." Elizha melangkah ke arah tombol Lift, tapi Kelvin malah menghalanginya.


"Menyingkirlah..." Pinta Elizha. Kelvin tersenyum "Tidak, sebelum kita bicara..." Jelas Kelvin bersikeras.


"Pliss Vin. Nggak ada yang perlu di bicarakan lagi, hubungan kita sudah lama berakhir! Sadarlah! Kamu hanya menambah bebanku saja..." Lugas Elizha.


"Kata-katamu sungguh menyakitiku" Imbuh Kelvin.


"Kalau begitu. Lepaskan aku? Bukankah kamu punya wanita yang harus kamu urusi?" Tanya Elizha menentang.


"Heh. Teganya kamu bicara seperti itu. Bukankah dulu kamu yang bilang sendiri padaku. Bahwa akulah yang pantas menjadikanmu istriku" ungkap Kelvin.


"Tolong ingat ini? Tanyakan pada dirimu sendiri, siapa sebenarnya yang telah berhianat hingga semuanya jadi hancur seperti ini?" Elizha sungguh marah pada pria di depannya itu.


"Apakah kamu menyerangku secara tidak langsung? Maksudku kamu menuduhku melakukan itu pada sahabatmu?" Tanya Kelvin risih.


"Tolong jangan ungkit itu, karna kenangan itu masih sangat menyisaku... Pergilah, urus wanita itu. Aku tak pantas untukmu" Elizha lekas mendorong Kelvin, tapi Kelvin masih meraih tangannya dan mencoba membuatnya tetap berada di sampingnya.

__ADS_1


"Lepaskan!" Bentak Elizha.


"Kamu tahu? Kenapa selama kita berkencan, aku tak pernah menyentuhmu? Padahal kita sudah berpacaran selama empat tahun?!" Tanya Kelvin mengenang masalalu indahnya bersama Elizha kala itu.


"Heh. Hentikan... Aku tak akan tersentuh sama sekali, meski saat ini kamu menangis darah sekalipun" Elizha tetap memalingkan wajahnya.


"Kamu harus tahu! Bahwa aku tak ingin kamu rusak sebelum pernikahan di gelar. Karna ayahku amat sangat ketat jika soal mencari calon menantunya" Jelas Kelvin.


Elizha tersenyum pahit "Oh. Rupanya ini yang ingin kamu bicarakan? Tapi... Untuk saat ini, semuanya tak ada gunanya untukku atau pun hubungan kita yang tlah lama berakhir itu" Jelas Elizha.


"Aku paham... Saat itu, kamu sudah janji akan datang ke kamar kostku. Hingga aku menunggumu hingga sore hari... Tapi, Karin datang dan berkata bahwa kamu tak akan datang. Aku marah! Lalu kami minum bersama! Aku tak tahu jika Karin memasukan obat perangsang di minumanku..." Jelas Kelvin panjang lebar.


"Hentikan! Jangan bicara lagi...! Aku sungguh muak denganmu!"Elizha mendorong dada bidang Kelvin sekuat tenaganya.


"Elizha! Dengarkan aku! Beri aku kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahanku! Biarkan aku menjadi manusia yang lebih baik dan kita mulai lagi segalanya dari nol... Kamu mau kan?" Tanya Kelvin menangkup wajah Elizha dan membuatnya menatapnya selama ia bicara.


"Heh. Sungguh manusia munafik... Kau adalah orang yang paling aku benci! Kau adalah awal segala ke sengsaraan di hidupku! Kau lah yang merenggut segala milikku... Aku benci padamu! AKU PALING BENCI PADAMU!!! SELAMANYA!!" Teriak Elizha mendorong Kelvin hingga Kelvin terpelanting.


Elizha lekas menekan tombol lift dan ia pun mencuri kesempatan saat Kelvin tergeletak dengan tak berdaya akibat kalimat Elizha yang membuatnya patah hati.


BRRZZZZZ... Lift terbuka, Elizha mengambil langkah seribu, meski ia tahu bahwa ia sedang hamil muda. Tapi ia tetap melarikan diri dari Kelvin.


Kelvin tampak Flustrasi, ia pun mulai bangun dan mendonggakan wajahnya. Namun seseorang masuk ke lift tersebut setelah Elizha keluar tadi bersama tangisannya "Kelvin... Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Gabvin menatap kelvin penuh keseriusan.


"Ka-kakak...?" Kelvin terbelalak dengan sebuah kecemasannya.

__ADS_1


"Apakah kamu selalu berbuat kasar pada Elizha seperti ini?" Tanya Gabvin tegas.


"I-ini tak seperti yang kakak duga.... Aku..." Gagap terlihat kala keringat basah di jidak Kelvin mulai bercucuran.


"Ku harap kamu punya alsan yang cukup baik. Agar aku tak menuntutmu atas tuduhan pelecehan tempo lalu" Jelas Gabvin. Kelvin terbelalak "Apa maksudmu kakak?"


"Jangan pura-pura... Aku tahu segalanya. Aku sengaja memancingnya kemari, agar aku tahu bagai mana caramu melakukan pemberontakan seburuk ini. Itu terlihat seperti mengulang reka adegan di tempat kejadian" Ujar Gabvin memperingatkan.


"Tapi kak! kamu tahu kan? Aku dan Elizha saling mencintai. Tapi kenapa malah kakak yang mendapatkannya? Dari usia kalian saja... Kakak dan Elizha sungguh berbeda jauh" Bentak Kelvin pada kakaknya.


"Kamu memang benar, tapi... hati manusia itu bersipat real, Jika kami saling mencintai, kenapa tidak menikah? Bukan begitu?" tanya Gabvin.


"Kakak tega sekali menghianatiku!" Bentak Kelvin tak terima.


"Oh. Begitu ya... Jika kamu tahu apa yang sebenarnya menimpa Elizha setalah kau berhianat padanya. Masih bisakah kamu berkata hal demikian?" tanya Gabvin menantang Kelvin adiknya.


"Apa maksud mu kakak?" tanya Kelvin penasaran.


"Jika kau ingin tahu... cari dia dan minta maaflah. Jangan paksa dia melakukan hal yang paling ia benci. Terutama mengungkit caramu menghianatinya hingga sebuah hubungan itu berakhir. Kau paham...?" Bentak Gabvin.


Kelvin lekas menepis air matanya dan mulai beranjak dan keluar dari Lift tersebut.


"Bagai mana aku bisa memiliki adik sebrengsek dia... Oh tuhan. Rasanya aku telah di kutuk..." Bathin Gabvin menggumam.


Kelvin mulai mencari jejak Elizha yang lari tanpa memikirkan bayi di perutnya. Di susul Gabvin yang melakukan hal yang sama. Jika dua pria itu berusaha keras mencari Elizha dan mengkhawatirkannya. Lantas, kenapa Gery malah menyia-nyiakan wanita itu. Meski di hatinya telah tertulis jelas bahwa ia benar-benar jatuh cinta pada Elizha.

__ADS_1


Ia malah mengkhawatirkan hartanya dan mengesampingkan Elizha. Mungkin, saat ia memiliki segalanya. Gery malah akan sangat menyesal akan pilihannya ini.


Bersambung...


__ADS_2