ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Salah paham


__ADS_3

***


Usai mendapat hasil test, Gery lekas melangkah menuju mobil yang di parkir Gabvin untuk menemui Elizha istrinya.


"Vin... Bangunin istri ku" Pinta Gery berdiri di depan mobil Gabvin lalu memasang kaca mata hitam miliknya.


"Nggak ah... Kamu aja yang banguni. Aku nggak tega liat dia tidur lelap begitu" imbuh Gabvin mengelak. Padahal itu hanya alibi agar Elizha bisa tetap ada dalam mobilnya.


"Haah... gitu aja nggak becus. Ntar ku potong gajimu bulan ini" Ancan Gery seraya melangkah menuju mobilnya Gabvin.


Gery mulai sampai di samping mobil itu lalu membuka nya kasar. Saat pintu sebelah kiri itu di bukanya, Gery pun sedikit tersenyak... Ia menatap Elizha yang masih terlelap itu. Ia pun lekas membuka kaca mata hitamnya itu dan memastikan.


Deg...


Jantung Gery seakan di hantam sesuatu, Entah kenapa Gery sedikit marah ketika melihat sebuah Jas pria menempel rapi di tubuh Elizha yang tengah terlelap itu. Gery pun mulai terdiam dan belum masuk untuk membangunkan Elizha. Gabvin pun mulai menghampiri "Kenapa Ger... Bukannya kamu mau bangunin tuh cewe?" Tanya Gabvin menepuk pundak Gery seraya menggukan wajahnya dan mengangkat alisnya.


"Ini... " Gumam Gery menunjuk kain abu yang membalut Elizha manis itu.


Gabvin sedikit tersenyum membalas ke gusaran Gery "Oh. Itu... Itu jasku, tadi Elizha terlelap dan tangannya sedikit dingin oleh ac... Jadi, aku sengaja menyelimutinya begitu..." Jelas Gabvin menyambar kecemasan Gery.


"Oh. Begitu ya..." Ucap Gery masih tak puas, ada hal yang mengganjal di hati pria ini. Mungkin ia sedikit cemburu pada Gabvin dan Elizha yang sering kemana-mana berdua saja akhir-akhir ini.


"Ayo bangunkan... Bukannya kamu mau membawanya jalan jalan bos?" Gabvin mulai mengingatkan. Tapi nampaknya Gery mulai berfikir sesuatu...


"Aku nggak akan membangunkannya..." Jelas Gery membuat Gabvin tercengang.


"Lho... Kenapa?" Gabvin pun bingung.


"Karna dia terlihat imut jika sedang terlelap... Jadi... Aku ikut naik mobilmu saja deh..." Balas Gery mulai naik ke mobil Gabvin. Gabvin pun sedikit menyeringai hingga pipinya terlihat mengembung "Oh gitu... Boleh juga... Ayok silahkan naik bos" Pinta Gabvin mempersilahkan.


"Heh. Aku tak akan berterima kasih..." Ucap Gery menyunginkan bibirnya.


"Aahhh... Dasar bos Arogan. Nggak apa-apa deh...yang penting kartu debitku terisi penuh bulan ini..." Balas Gabvin terkekeh.

__ADS_1


"Akan ku potong jika kamu berani menggoda istriku" Ancam Gery menatap Gabvin sedikit sinis.


"Awww takut banget dong. Tapi maaf bos... Aku nggak tertarik sama body wanita mu itu yang sebentar lagi berperut buncit itu..." Gurau Gabvin seraya tertawa.


"Bicara lagi, ku potong gajimu..." Pekik Gery.


"Maaf deh... Nggak lagi kok. Ampun boss..." Sesal Gabvin menatap Gery dengan tatapan memelasnya yang ampuh itu.


"Pergilah. Kemudika mobil ini... Cepat!" Titah Gery mutlak untuk Gabvin.


"Siap Bos!!" Gabvin lekas memberi hormat pada Gery dan sigap menutup pintu mobil belakang itu. Gabvin pun mulai melangkah memutari mobilnya untuk masuk mobil tersebut. Namun saat ia hendak membuka pintu mobilnya. Seseorang menyahutnya di kejauhan, gema suara itu adalah suara seorang pria "Kak Gabvin..." Pekik seseorang di kejauhan mulai membuyarkan titik fokus Gabvin. Gabvin pun menoleh "Ehh..." Gabvin heran dan mulai mengerutkan alisnya.


"Kakak..." Pria itu menghampirinya.


"Kelvin... Kenapa kamu di sini?" tanya Gabvin. Rupa-rupanya itu adalah adiknya Gabvin yaitu Kelvin Morensky.


"Kakak... Kebetulan kakak ada di sini, aku ingin bicara sesuatu..." Pinta Kelvin memegangi tangan Gabvin. Tapi, nampaknya Gabvin tidak merespon.


"Maaf dek. Kakak masih ada urusan lain..." Jelas Gabvin. Tapi, Kelvin tidak puas "Kakak, kali ini aku minta kakak pulang ya. Sudah lama kakak tidak pulang ke kediaman kita. Sekarang ayah juga sakit-sakitan, dia ingin bertemu denganmu..." Jelas Kelvin sediikit memelas belas kasihan kakaknya.


"Kakak... Tolong luangkan waktu mu kapanpun itu..." Pinta Kelvin.


"Entahlah... Kakak belum bisa memaafkan masa lalu untuk saat ini..." Jelas Gabvin melepas tangan Kelvin yang meremasnya begitu erat.


Gabvin pun mulai melangkah untuk membuka mobil yang akan ia kendarai itu. Kelvin terlihat sangat kecewa, pipinya memerah dan ia sedikit sedih tampaknya sebentar lagi, Kelvin akan menangisi kepergian kakaknya.


Mobil beranjak dan Kelvin hanya bisa terdiam menatap mobil tersebut hingga seseorang dalam rumah bersalin itu memanggil namanya. Kelvin pun mulai masuk ke dalam rumah bersalin itu entah apa yang akan ia lakukan di dalam sana.


***


Dalam mobil...


Suasana hening terjalin di dalam sana, Elizha tidur pulas, Gery hanya melamun dan Gabvin terlihat amat risau setelah pertemuannya dengan adiknya itu.

__ADS_1


"Kalian bertengkar?" Tanya Gery sedikit ingin ikut campur dalam masalah sahabatnya itu.


Gabvin hanya menjawab "Tidak..."


"Lalu... Kenapa kamu terlihat begitu bimbang?" tanya Gery sedikit khawatir.


"Itu karna... Aku belum bisa memaafkan diriku sendiri juga kata-kata ayahku dulu..." Jawab Gabvin.


"Kamu tak perlu memaksakan diri untuk tetap diam di perusahaanku. Kamu bisa kembali ke ayahmu dan memperjuangkan perusahaan itu sekarang. Toh aku hanya sahabatmu..." Ujar Gery. Nampaknya pernyataan itu begitu menyakitkan di hati Gabvin dan membuatnya tak kerasan mendengarkan semua itu.


"Kenapa? Kenapa kalimatmu terasa sangat menyakitkan untukku bos... Rasanya aku tak ingin mendengarkan kamu mengatakannya..." Gumam Gabvin makin pusing. Bahkan Gabvin salah menafsirkan ungakapan yang di lontarkan Gery tadi.


"Jika itu tak membuatmu senang. Kita lupakan saja percakapan itu..." Pinta Gery memilah topik lain.


Gabvin pun mulai mencari obrolan lain, dan mulai mengalihkan topik itu ke kandungan Elizha... "Oh ia bos... Istrimu sekarang pasti sedang mengalami fase ngidam..." Jelas Gabvin memberitahukan Gery.


"Ngidam?" Tanya Gery bingung.


"Ya ngidam... Tadi, dia bilang dia ingin bertemu dengan Angel..." Jelas Gabvin di sela-sela kemudinya. Lantas Gery pun sedikit tersenyak dan mulai marah pada Gabvin yang tahu segalanya tentang Elizha.


"Kenapa dia tahu tentang Angel... Apakah kamu yang menjelaskannya pada dia?" tanya Gery sedikit menekan nada bicaranya.


"Kenapa kamu menuduhku? Bukannya jelas-jelas pagi itu, Angel lah yang masuk kamar kalian?" Tanya Gabvin mebolak-balikan fakta untuk mengelak.


"Heh. Tapi, ku pikir dia tak tahu tentang kekasihku itu..." Jelas Gery. Gabvin pun sedikit bungkam dan mulai angkat bicara lagi "Lalu... Kenapa kamu tak menjelaskannya saja tentang siapa Angel sebenarnya. Jelaskan sejak dini padanya... Jangan tunggu dia tahu dari orang lain bos Karna mungkin rasanya akan sangat menyakitkan..." Jelas Gabvin memperingatkan bosnya.


"Kenapa aku harus memberi tahunya?" Tanya Gery balik menyerang saran dari Gabvin.


"Tapi, itu terserah saja bos... tapi, lambat laun, dia juga akan tahu... Jadi dari pada hal itu terjadi nanti dan beresiko tinggi. Apakah tidak sebaiknya saja kamu sampaikan sekarang juga padanya?" tanya Gabvin kembali menyarankan. Tapi nampaknya Gery tak suka di nasih hati. Hingga ia pun bungkam dan menyalahkan Gabvin dengan sebuah tuduhan ia terlalu dekat dengan Elizha.


Mereka bicara sedikit keras, dan membuat Elizha mendengarkan semuanya. Elizha baru tahu, jika Gery mencoba membohonginya dan membuatnya terluka lebih parah lagi. Meski rencana Elizha untuk menguping dengan cara pura-pura tidur itu berhasil. Tapi ia tak menyangka jika pernyataan Gery yang begitu antusias menyembunyikan kebohongan itu akan membuat hati Elizha amat sakit lagi.


Pria cabul ini memang memuakan... Bagai mana bisa aku menaruh hati pada pria durjana seperti dia. Bathin Elizha menggumam kesal .

__ADS_1


Bersambung...


Bersambung...


__ADS_2