ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Bersandiwara


__ADS_3

***


Gery dan Gabvin masih saling memperingatkan dan Elizha yang sedari tadi pura-pura tidurpun mulai bangun di buatnya "Uaaaaahhh... Ngggghhh... Karna tidur meringkuk tubuhku terasa kaku..." Racau Elizha yang bicara dengan cara menguap seraya meregengkan tubuhnya di dalam mobil yang ruangnya sedikit sempit.


Mendengar Elizha yang terbangun pun sontak membuat Gabvin dan Gery terdiam tak bicara lagi "Ehhh... Mobilnya melaju?" Gumam Elizha dengan raut bodoh dan sok pura-pura kaget


"Kamu sudah bangun?" Tanya Gabvin. Malah suara Gabvin yang lebih dulu menanyakan kabar Elizha. Meski ada Gery di sampingnya, Elizha enggan menoleh ke arah pria itu karna dia terlanjur sakit hati.


Kenapa Gabvin selalu lebih unggul dari aku sih. Nggak sopan banget, harusnya tunggu dia lihat aku di sampingnya dulu baru aku akan menyapanya. Ini malah keduluan sama Gabvin dan nggak bisa ganti topik lain... Bathin Gery menggumam kesal.


"Lho. Bukannya kita mau ambil hasil test DNA ya? Kok ini malah mau jalan pulang sih. Atau kita hanya berputar-putar saja Vin?" Tanya Elizha.


Deg! Gabvin malah tersipu malu pada ucapan Elizha yang menyebut nama Gabvin dalam kalimatnya.


Ada angin apa nih. Kok tiba-tiba dia manggil aku dengan nama ku sendiri. Bathin Gabvin senang.


"Kita akan pulang... Toh aku sudah mengambilnya tadi..." Balas Gabvin. Elizha sama sekali tak mau menoleh ke arah Gery yang duduk di sampinya. Tingkah Elizha yang pura-pura tak melihat ke hadiran Gery tentu saja membuat Gery naik pitam.


"Ahhheemmm" Geri menggeram seakan memberitahukan keberadaannya di sana.


"Sapa gih suamimu... Dia ada di sampingmu tuh" pinta Gabvin menatap Elizha di sepion depannya.


Sebenarnya aku enggan menyapanya. Lebih baik pura-pura tak ligat saja itu sudah membuatku senang. Bathin Elizha.


"Uhuk!Uhuk!..." Gery kembali berpura-pura batuk untuk meraih simpatik dari Elizha.


Elizha segera menoleh ke arah Gery yang masih over acting itu "Eh... Sejak kapan anda ada di sini bos..." Ucap Elizha dengan nada mencemooh. Gery sedikit tak suka dengan nada bicara Elizha yang menurutnya sedikit keterlaluan.

__ADS_1


"Bos? Apa maksudmu dengan memanggilku demikian?" tanya Gery sedikit tersulut emosi.


"Aku tak memiliki maksud apapun kok. Mungkin bayi dalam perutku memang ingin aku memanggilmu demikian..." Jelas Elizha bohong.


"Tidak masuk akal..." Bantah Gery masih marah. Lalu Gabvin pun mulai menyambar perbincangan mereka "Makanya, itulah yang ku bilang tadi bos. Dia itu lagi ngidam sekarang... Dan cewek ngidam emang suka hal hal yang aneh..." Jelas Gabvin memperingatkan bosnya untuk bisa legowo.


"Heh... Merepotkan" Imbuh Gery membuang wajahnya.


"Apakah bicara begitu saja mulai membuatmu kerepotan? Oh ia... Aku lupa statusku, kan aku bukan istri sahmu kan? Bos?" Gumam Elizha meracau sedih. Tentu saja Gery pun menoleh ke arah Elizha "Apa maksudmu?" tanya Gery menatap Elizha sinis.


"Ya. Aku hanya menerima sebuah kenyataan kok..." Gumam Elizha lagi seraya menundukan wajahnya.


"Jangan bicara hal-hal yang aneh di depanku. Aku amat tak suka mendengarnya..." Titah Gery memperingatkan Elizha.


"Baiklah... Kita tak usah saling bicara saja. Toh kehadiranku emang nggak penting juga buatmu kan? BOS?" lagi-lagi Elizha berkata demikian.


Suara bisikan dari ponsel tersebut sedikit terdengar oleh Elizha meski samar-samar.


"Nak Gery, kamu ada di mana?" tanya seorang pria yang Gery sebut papah.


"Ini lagi di apotek beli obat...' Gery jelas menjawab ayah mertuanya dengan sebuah kedustaan.


"Kenapa nggak suruh orang-orangmu saja?" Tanya papah Angel.


"Ya. Tadinya mau surug orang. Tapi... Ada berkas yang harus aku tanda tangani. Jadi nggak keburu papah... makanya sekalian aja..." Tambah Gery.


Elizha hanya bisa tersenyum pahit saja. Ia sungguh tak habis pikir, rupanya ke egoisan dan tampang srigala berbulu dombanya memang bukan di peruntukan hanya untuk kaum hawa. Tapi nampaknya ayah Angelpun habis di kibulin oleh Gery.

__ADS_1


"Baiklah... Aku akan segera kesana sekarang juga..." Gery menutup ponselnya dan lekas menelpon seseorang lagi. Mungkin ia menelpon supirnya "Hallo... Ya... Temui aku di halte sekarang" Imbuh Gery pada bawahannya seraya menutup ponsel tersebut. Kemudian menugaskan Gabvin untuk menurunkannya di Halte berikutnya.


"Vin... Berhenti di depan pertigaan itu" Pinta Gery menunjuk jalan di depan mobil Gabvin.


"Mau kemana?" tanya Elizha tampak sinis.


"Mau turun sebentar" Balas Gery tampak sibuk pada tujuannya dan tak menatap Elizha.


"Oh... "Elizha tak berkomentar lain selain berkata demikian.


"Di sini bos?" Tanya Gabvin.


"Ya. Aku turun di sini... Jaga istriku dengan baik. Sampaikan dia dirumahku dengan aman..." pinta Gery. Gery mulai meraul kepala Elizha lembut dan mulai mengecup pucuk kepala wanita itu "Hati-hati dirumah ya. Jaga kandunganmu..." pinta Gery.


Padahal perlakuan itu amatlah manis. Tapi kenapa Elizha hati merasa sakit dengan semua ini.


"Aku pergi dulu ya..." Gery pun mulai turun dari mobil tersebut dan menunggu di halte tersebut. Tak berselang lama, mobil lain menyambut Gery dan Gery pun kembali naik mobil yang sama menuju ke rumah sakit, di mana Angel masih di rawat.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Gabvin.


"Entahlah... Rasanya tidak nyaman.... Aku mau pulang" Pinta Elizha.


"Jadi nggak mau nih ku antar menuju rumah sakit dimana Angel di rawat?" tanya Gabvin mengiming-imingin.


"Tidak untuk hari ini... Sebab hari ini rasanya aku tak sanggup... Aku ingin pulang saja" Jelas Elizha. Sesuai permintaan, Gabvin hanya bisa mengantarkannya ke tempat yang di inginkan Elizha.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2