ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Pertemuan yang di rindukan


__ADS_3

***


Masih di perjalanan menuju ke Masion Gery...


Elizha masih melamun saja di pinggir pintu mobil yang di kemudikan Gabvin. Nanar nya menyorot ke arah kaca jendela di sampingnya. Tatapan kosong terlihat disana begitu gelap dan penuh kegusaran. Jelas di sana Elizha sungguh kecewa pada perlakuan yang Gery berikan padanya.


Di saat lamaunan Elizha makin merajai hatinya. Yang di lakukan oleh Ganvin adalah diam... Gabvin bahkan tak bisa lakukan apapun selain menatap nya di sepion depan mobil yang ia kemudikan. Beberapa kali ia mencuri-curi pandangan dari Elizha, Tapi yang ia lakukan malah hanya mendengus kesal, ketika melihat keadaan Elizha yang sangat jelek begitu.


"Ahemmm..." Geram Gabvin masih memperhatikan kelakuan Elizha yang belum mau bergeming dari tempatnya itu.


Kasihan sekali dia...Sial! Tapi, apa yang harusnya aku lakukan untuk menghiburnya. Bathin Gabvin.


Karna kasihan, Gabvin pun mulai berinisiatif membawa Elizha ke suatu tempat tanpa di sadari oleh Elizha itu sendiri. Gabvin pun memutar kemudianya dan mulai membawa Elizha ke suatu tempat. Tempat di mana begitu banyak orang lalu lalang dan begitu banyak gelak tawa di sana. Tempat itu adalah sebuah restorant yang cukup mewah di pusat kota tersebut. Gabvin berinisiatif membawa Elizha ke restorant tersebut, sebab Gabvin tahu... Bahwa dari pagi, Elizha belum mengisi perutnya sama sekali. Makanya, hari ini... Gabvin akan membawa wanita hamil itu ke restorant tersebut tanpa sepengetahuan Gery.


Bruuuummmmm!!!! Mobil mulai sampai di restorant tersebut. Gabvin pun memarkirkan mobilnya di Front restorant tersebut dengan rapi, sesuai urutan mobil-mobil lain... Setelah mobil terparkir dengan baik, Gabvin lekas menyungingkan bibirnya. Lalu suara bising pun mulai terdengar Tin! Tin! Gabvin malah membunyikan klakson mobilnya beberapa kali. Hingga Elizhapun kaget dan mulai terperanjat hingga lamuanannya buyar terhempas begitu saja.


"Ahhh..." Pekik Elizha kalang-kabut. Gabvin pun terkekeh memegangi perutnya, Ia tertawa demikian lepas, sebab tubuh Elizha yang reflek itu sungguh membuatnya tak bisa menahan tawanya "Ahahahahah...." tawanya pecah seketika itu, Bahkan tawa itu tak bisa berhentik meski Elizha tampak marah saat ini.


"Apaaan sih. Ketawa sampai terpingkal-pingkal gitu. Emang kamu pikir aku ini lucu apa?!" marah Elizha menatap Gabvin tajam dan mendelik ke arah lain kemudian.


"Ahahahaha... Maaf-maaf... Habis, kamu lucu sih..." Ucap Gabvin mulai berusaha menghentikan tawanya yang menggelitik itu.

__ADS_1


"Uhh... Terserahlah... Aku mau turun!" Elizha sungguh malas meladeni pria di hadapannya itu hingga ia pun putuskan untuk turun dari mobil tersebut.


Klek! Pintu mobil di bukanya...


Namun saat kedua netranya menelisik, betapa kagetnya ia saat itu. Bahwa apa yang ia cerna saat ini adalah sebuah keramaian dan gemerlap cahaya yang remang dan indah.


"Apa ini?" tanya Elizha menatap Gabvin yang masih ada di dalam mobil itu.


"Maaf karna aku malah membawamu ke mari..." Balas Gabvin menatap Elizha sayu.


Uughh... Apaan lagi sih maksud pria ini. Kenapa dia selalu saja buat moodku makin jelek saja. Bathin Elizha.


"Aku sengaja membawamu kemari... Sebab aku tahu kamu belum makan. Sekalian aku mau kenalkan restorant baru yang lagi viral bulan ini..." Jelas Gabvin mmeebujuk Elizha yang saat ini sedang merajuk.


"Ia maaf... Tapi kalau kamu nggak suka, ya udah kita pulang saja..." Tambah Gabvin kecawa.


"Baiklah... Ayo... Pulang lagi. Lagian aku pingin membersihkan diri..."Balas Elizha. Saat Elizha hendak masuk ke dalam mobil Gabvin. Tanpa sengaja, netranya malah menatap ke arah lain dan malah mendapati sosok sahabatnya yang tengah makan di luar restorant tersebut.


"Tunggu.. Jangan nyalakan mobilnya" Pinta Elizha masih memperhatikan targetnya. Gebvin heran pada kelakuan Elizha, hingga ia pun mulai bertanya pada wanita di belakangnya itu.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Gebvin ikut menatap ke arah di mana Elizha menatapnya.

__ADS_1


"Astaga... Nampaknya aku nggak salah lihat!" Pekik Elizha mulai membuka suaranya lebar-lebar seakan penuh kebahagian di raut wajahnya. Elizha lekas membuka pintu mobil itu kembali dan mulai keluar dengan gerakan kaki cepat seakan tak sabaran.


"Tunggu! Kamu mau kemana?" tanya Gebvin seraya mengikuti langkah Elizha yang berjalan cepat seakan berlari dengan tergesa-gesa itu.


"Tunggu Liz! Kamu mau kemana?" Gabvin masih mengejar Elizha yang berjalan dengan bergitu cepatnya hingga ia berhenti kemudian di sebuah meja nomber 16.


Napas terengah-engah yang Elizha keluarkan sungguh tampak begitu menyiksanya "Hosh! Hosh!!" Engah napas Elizha.


Elizha sungguh berhenti tepat di hadapan Dua sejoli yang tengah makan malam dengan begitu romantisnya.


"Elizha... Kamu ngapain sih sebenarnya?" Tanya Gabvin kelelahan setelah mengejar Elizha yang berjalan tapi dengan kecepatan tinggi. Dan entah kenapa, Elizha malah berhenti di depan orang yang lagi pacaran.


"Mar... Garet" Sapa Elizha dengan suara sedikit parau. Seseorang yang di sahut pun, mulai menoleh ke arah Elizha yang masih berdiri di depannya. Ia menatap dari bawah hingga mendonggakan wajahnya untuk menatap lawan bicaranya.


Saat dua netra Margaret menatap wajah Elizha, Margaret seketika menjatuhkan garpuh di tangannya dan menatapnya dengan mata melotot juga mulut butat yang menganga. Seketika itu pula, ia pun mulai menutup mulutnya dengan tangan kanannya lalu Margaret pun berdiri dari duduknya secara perlahan.


"Zha... Apakah kamu Elizha?" Tanya Margaret dengan nada bergetar seakan tak percaya pada apa yang ia lihat saat ini. Sedangkan saat Margaret bertanya demikian, Elizha malah mengangguk dan tak sadar... Jika Air matanya telah jatuh berderai begitu deras, menitiki melewati pelipisnya yang pucat itu. Sontak begitu refleknya, Margaret menggeserkan tubuhnya dari meja itu. Lalu bergerak melompat dan memeluk Elizha sekuat tenganya dan menangis begitu histerisnya "Huaaaa... Zha! Gue nggak nyangka! Gue nggak nyaka bisa ketemu loe di sini Zha!!" Teriak Margaret dengan tangisannya yang pecah. Gabvin dan teman makan Margaret pun mulai menyaksikan keharuan yang terjadi di tempat tersebut.


Apalagi, keadaan keduanya malah membuat mereka jadi puast perhatian...


Malam itu...

__ADS_1


Adalah malam terindah untuk Elizha, sebab... Elizha tanpa sengaja malah bertemu dengan sahabat baik yang paling ia rindukan itu.


Bersambung...


__ADS_2