
Beberapa hari kemudian...
Angel masih tak ingin pulang dari masion Gery. Ia ingin tetap tinggal di sana, dan Gabvin terus menerus datang ke masion itu dan membuat Gery makin tersiksa atas ulahnya sendiri.
"Sayang... Ayo lakukan USG... sekarang usia kandunganmu genap empat bulan dan kamu perlu merayakannya semalaman penuh" Pinta Gabvin menghampiri Elizha yang saat itu sedang mencuci beberapa piring kotor.
"Apaan sih. Kenapa kamu lebih sering datang dan menggodaku. Menyebalkan" Dengus Elizha kesal. Angel terus saja memperhatikan Gabvin dan Elizha "Kapan Gery akan memerlakukanku dengan begitu lembutnya. Aku sungguh ingin cepat-cepat hamil..." Gumam Angel sengaja bicara keras agar Gery mendengarnya. Tapi Gery malah sibuk menikmati kopi buatan Elizha seraya menutup telinganya dengan headset.
"Ayo... Biarkan pembatu yang melakukan pekerjaan rumah... Kamu tak boleh terlalu lelah. Kasihan anakku nanti..." Jelas Gabvin kian menjadi. Ia menargetkan Elizha seperti yang Gery inginkan.
"Uuuh... Kapan kamu akan memperlakukanku seprti Gabvin yang begitu romantis... Aku iri! Iri! Iriiii pada Elizha sayang... Bahkan kamu tak menyentuhku di malam pertama kita.. Uuughh sebal!" marah Angel terdengar jelas oleh Elizha.
Benarkah? Heh... Padahal di acara pernikahanmu... Pria itu bahkan hampir melakukan hubungan intim dengannya. Di lihat dari manapun... Penampilan Angel lebih menarik dari pada aku" bathin Elizha.
"Sayang... Ayo kekamarmu. Aku akan pilihkan pakaian yang pas untukmu agar mempermudah pekerjaan dokter kandungan" Jelas Gabvin memboyong Elizha ke kamarnya.
Gery sungguh tak tahan atas ulahnya itu, di lihat dari manapun juga, Gery memang mencitai Elizha sekalipun saat ini ia sedang pura-pura.
Beberapa menit kemudian...
__ADS_1
Elizha berpakaian rapi dan menata rambutnya yang sedari tadi terikat kumel itu. Ia kini sangat elegant dan menawan " Gabvin... Ayo" Ucap Elizha. Gery mendelik ke arah Elizha dan seketika itu ia terpana.
Pakaian yang Elizha kenakan sungguh pas di badannya. Warna putih itu berbaur dengan kulit Elizha yang mulus. Bahkan, karna hamil dua dada Elizha makin membesar dan bulat.
GLEK! Gery menelan salivanya sendiri karna tergoda. Gabvin pun keluar dari arah kamar Elizha dengan pakiaan yang sama nyentriknya "Ka-kalian mau kemana?" tanya Gery seraya membuka headset di kupingnya.
"Oh... Kami akan dener setalah usg selesai" Jelas Gabvin. Elizha sesaat menoleh ke arah Gery dan membuang wajahnya seketika itu. Gery sungguh kecewa.
"Huuuh... Apa-apaan dia..." Gumam Gery.
"Kalau begitu... Kami pamit" Jelas Gabvin.
Gery amat kecewa dan ingin sekali mengikuti ke mana meraka perginya.
"Apakah kamu dengar Zha?" tanya Gabvin menatap Elizha dengan mata yang berbinar. Elizha tersenyum dan mengangguk "Uhmmm..."
"Nah... Ini suara detak jantung anak anda... Terdengar normal dan sehat" Jelas Dokter kandungan Methy.
"Syukurlah dokter... Oh ia, apakah bayi di kandungan Elizha sudah bisa di pastikan kelaminnya?" tanya Gabvin antusias.
__ADS_1
"Oh... Sementara ini, masih belum jelas... Takutnya meleset nantinya. Coba lakukan saat usia kandungan nona Elizha di bulan ke lima atau 26 minggu... dengan demikian, kami akan bisa memastikannya" Jelas dokter Methy.
"Eh... Gabvin. Bisakah aku meminjam ponselmu?" Tanya Elizha.
"Untuk apa?" tanya Gabvin.
"Itu... Tolong rekam suara jantung anakku. Aku sungguh ingin terus mendengarnya... Karna mendengarkannya saja sudah membuatku sangat bahagia" Jelas Elizha.
"Hem... Aku memang paling tak tahan jika kamu yang memintanya" Balas Gabvin pasrah dan menyerahkan ponselnya.
"Hmmm kalian memang pasangan muda yang romantis. Aku sungguh iri pada keharmonisan yang kalian tunjukan... Nona Elizha, kamu sungguh beruntung karna punya suami yang baik seperti tuan Gabvin... Semoga hubungan kalian erat sampai maut memisahkan" Jelas Sang dokter di sertai doa untuk hubungan Elizha dan Gabvin.
"Tapi kami..." Elizha berusaha menjelaskan. Tapi Gabvin menghentikannya "Dokter tolong kembali perdengarkan detak jantung janinnya" pinta Gabvin memutus penjelasan Elizha.
"Baiklah..."
"Nah sekarang ayo rekam..." Pinta Gabvin.
Elizha mulai menekan ponsel Gabvin dan mulai memutar audio rekam. Senyuman Elizha yang indah mulai terlukis kembali dan membuat Gabvin amat bahagia di buatnya.
__ADS_1
*Tersenyumlah terus... Meski saat ini kamu berperan sebagai istri yang di buang oleh suaminya sendiri.
Bersambung*...