ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Akhir dari penyerangan


__ADS_3

***


Gabvin hendak kembali ke tempat di mana Rio menunggu, namun... Ia tak bisa meninggalkan Elizha sendirian di sana, bahkan Elizha belum keluar dari kamar mandi tersebut. Hingga membuatnya khawatir, ia pun memutuskan untuk menunggu hingga Elizha keluar dari bathroom dengan sendirinya.


***


Rio dan Cole belum menyelesaikan pertarungannya sama sekali, mereka sibuk adu jotos satu sama lain. Colle memutar tendangan ke arah Rio dan Rio mengelak dari tendangan tersebut. Wajah mereka berdua sudah babak belur, tapi nampaknya belum ada tanda-tanda menyerah dari salah satu kubu tersebut. Ketika keduanya sedang asik hingga larut dalam pertarungan. Beberapa anak buah Rio datang dengan barang tawanan mereka "Ketua! Kami datang!" Pekik mereka, sesaat pandangan Rio teralihkan ke arah anak bauhnya, hingga ia pun terkena tendangan yang di lesatkan Colle di perutnya.


BUAK!! Rio pun terpental jauh ke sisi anak buahnya "Boss!!" Pekik yang lainnya, "Ketua! Kau baik-baik saja?" tanya anak buah yang menyerunya tadi. Rio yang bersimpuh meringkuk di lantai seraya mengerang.


"Hahahaha hanya segitu kemampuanmu. Sungguh payah..." Tawa bangga mulai terdengar kala Rio terhempas hanya dengan satu serangannya.


"Bodoh! Kau lihatkan aku sedang sibuk bertarung! Jangan datang tiba-tiba dan membuatku mengakihkan titik fokusku" Bentak Rio seraya memegangi perutnya yang telah terasa sakit itu.


"Ma-maafkan aku. Tapi, tuan Gabvin menyuruh saya untuk memberikan anda barang bagus!' Jelas anak buah Rio. Rio pun menatap pria gendut yang ada di belakang beberapa anak buahnya "Siapa dia?" tanya Rio sedikit berbisik.


"Dia adalah pria kaya yang telah membeli nona Elizha" Jelasnya.


Rio terbelalak "Dia?? Pria tua itu??? Sial, yang benar saja... Bahkan adikku lebih pantas jadi anaknya!" umpat Rio menggumam.


"Sstt jangan terlalu keras. Jangan sampai Colle menyadarinya" Jelas Anak buah Rio.


"Cepat bangun! Bukankah kau ingin bertarung denganku sampai mati?!" Bentak Colle di kejauhan.


Akhirnya Rio mulai berdiri dan berbalik ke arah Colle dengan pandangan lurus "Aku akan ingat kata-kataku, tapi untuk saat ini... Kau lah yang harus mundur" Imbuh Rio menatap mantap lawan di depannya.

__ADS_1


"Cih. Apa yang kau katakan? Aku sungguh tak paham, yang menyerah adalah yang harus mati!" Colle berlari dan mulai melompat menyisakan tendangan di kakinya yang terlihat Runcing. Namun, Anak buah Rio malah mendorong tuan Arga yang telah di ikat ke hadapan Colle hingga membuat Cole terbelalak "Apa!!" Colle yang terlanjur menendang pun malah menabrak tuan Arga. Hingga tuan Arga terpental ke belakang lalu menggelinding kembali ke arah anak buah Rio.


"Tuan!" Cole berlari menghampiri pria tua tersebut. Namun Rio malah meninjunya hingga Cole terhempas ke belakang.


BUAK!!


"Agghh...!" Ringis Colle. Hidung Colle mulai berdarah dengan pandangan yang sedikit oleng.


"Mari lakukan ke sepakatan..." Pinta Rio memulai sebuah negosiasi "Apa?" Colle menoleh dan mengerutkan alisnya.


"Mari kita buat sebuah kesepakatan..." Jelas Rio mengulang ucapannya.


"Sial. Kau sungguh gila" Peki Colle menolak.


"Colle. Tolong aku... tolong singkirkan pistol ini dari kepalaku. Karna aku merasa jika umurku akan berakhir hari ini juga..." Pinta tuan Arga panik. Peluh mulai bercucuran kala pistol mulai di tarik dari pelatuknya.


"Sial. Kalian memanfaatkan situasi genting ini dengan melibatkan tuan ku" Amuk Cole.


"Colle. Bisnis kita adalah bisnis hitam, kau adalah anjing yang patuh pada majikannya. Jadi,silahkan tukar nyawa tuanmu dengan nyawa para anak buahku" Jelas Rio.


'Kau..." Colle terlihat bimbang.


"Biarkan para anak buahku keluar dengan selamat... Karna mereka pun berhak hidup" Jelas Rio.


"Kau... Heh. Tapi di antara kita masih belum selesai. Untuk saat ini aku akan menuruti kata-katamu... Lepeskan pistol kalian... Biarkan mereka keluar dari Villa ini!" Jelas Colle. Para anak buah Colle mulai melepas pistol yang sedari tadi menekan kepala lawannya.

__ADS_1


"Dengarkan aku... Turunkan pistol kalian dan letakan di bawah kaki kalian!' Ucap Rio lantang.


"Apa!" Cole menoleh dan membentak Rio "Lakukan sesuai perintahku!" Tambah Rio.


"Kau Gilla!" teriak Colle.


"Akulah pemegang kunci mu..." Ucap Rio seraya menyungingkan bibirnya.


Para anak buah Cole mulai menatap ke lantai dua seakan meminta arahan selanjutnya "Lakukan sesuai perintah dari bos lawanmu..." Jelas Cole. Ke dua tangan Cole di kepal erat hingga otot dan urat mulai menonjol ke luar.


"Aku... Sungguh akan membunuhmu kelak..." Bentak Cole.


"Keluarlah secara tertib..." Jelas Rio menyungingkan sebelah bibirnya saat menatap Cole seakan puas atas keberhasilannya.


Pzzzhhh... Rio mendapatkan pesan dari rekannya yang menunggu di luar "Bos. Sirine para polisi mulai terdengar. Aku bisa melihat beberapa mobil polisi dan pemadam kebakaran juga pramedis datang ke sini... Apa yang harus kita lakukan...?" tanya anak buah Rio.


"Jelaskan padanya tentang laporan awal. Bahwa telah terjadi penyekapan dan pelecehan juga jual beli manusia secara ilegal..." jelas Rio.


"Tapi bos. Buktinya belum kuat..." Jelas Cleon.


"Bukti kuatnya ada di dalam sini, jelaskan saja sesuai perintahku" Ujar Rio.


Kini Rio mulai lega, Anak buahnya yang selamat mulai keluar dari Villa tersebut. Elizha sudah aman bersama Gabvin dan para polisi datang lebih cepat. Ini menunjukan bahwa Cole dan tuan Arga memang sudah kalah telak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2