ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Ambisi Rio tentang Dia


__ADS_3

***


Tawa kala bercengkrama bersama belum berakhir, Margaret tampak sangat senang kala ayah Elizha terus menyanjung tentang Derik suaminya dan itu semua membuat Margaret sangat betah.


"Benarkah tuan Dian?" tanya Margaret masih tertawa.


"Ahahahaha tentu saja... Mana mungkin aku bohong" Balas tuan Dian di iringi tawa yang terpingkal-pingkal.


"Sayang. Jangan terlalu over nanti kamu bisa sakit perut" Ujar Derik merangkul istrinya yang tertawa bersama Tuan Dian hingga matanya berair.


Mereka memang sangat serasi juga sangat cocok dengan Ayah Elizha. Namun, tak berselang lama... Suara bel yang berbunyi di luar pintu membuyarkan ke ceriaan Margaret.


Ting Tong!


"Ah ada tamu lain... Sebaiknya aku pulang" Pekik Margaret sedikit tergesa-gesa.


"Siapa yang datang? Apakah ada tamu lain?" Tanya Tuan Dian sedikit kaget saat Margaret tampak bergegas ingin pulang.


"Tidak, dia bukan tamu ayah..." Balas Rio seraya berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah pintu.


"Sayang apakah kamu mau pulang?" Tanya Derik pada istrinya.


"Ya... Aku sudah terlalu lama di sini, apakah kamu lelah?" Tanya Margaret pada Derik.


"Aku terserah kamu saja..." mereka mulai berencana untuk pulang karna tuan Dian sedikit sibuk oleh para tamu lainnya.


Tak berselang beberapa menit... Tamu yang menekan bel beberapa kali pun mulai tampak bersama Rio. Ia memasuki ruang tamu dan betapa kagetnya, Saat dua bola mata wanita yang baru saja datang itu menatap Derik. Hatinya seakan di hantam batu dan terasa sangat sakit.


"Sssttt..." pinta Rio untuk tidak kaget.


"Sayang. Jadi ini maksudmu tadi agar aku tak memperlihatkan exspresi kagetku di depan mereka?" tanya Angel membisik pada Rio. Rio mengangguk dan lekas merangkul pinggang Angel lalu membawanya ke hadapan Margaret juga Derikk.


"Apakah kalian akan pergi?" Tanya Rio heran kala Margaret meraih tas nya dan menjinjingnya.


"Ah. Ia... Aku sudah terlalu lama di sini jadi aku akan pergi" balas Margaret mulai berdiri begitu pun Derik. Margaret menatap Angel dengan seksama dari bawah kaki hingga ujung ubun ubunnya.

__ADS_1


"Wah sayang sekali..." Rio kecewa. Tatapan Margaret masih tak luput dari wanita cantik yang bersama Rio itu.


"Eh. Oh ia itu... Siapa wanita yang bersamamu itu?" Tanya Margaret menunjuk Angel.


"Dia adalah calon istriku..." Jelas Rio lantang, tak di sangka ucapan Rio tadi membuat Angel terkesima dan merasa sangat terharu.


"Wah... Kalian sangat serasi, pria tampan dan wanita cantik tinggi ramping" Margaret sangat tertarik pada Angel yang terlihat sangat cantik dan menawan di matanya.


"Terima kasih atas pujian anda..." Balas Rio sungkan.


"Ya kalian sangat cocok. Oh ia, karna kamu sangat sibuk... Dan juga lelah, maka kami akan pulang sekarang" Jelas Margaret tergesa-gesa. Sedangkan Derik malah kembali duduk.


"Begitu ya. Yah sayang sekali... Padahal masih banyak hal yang ingin kami dengar tentang kisah cinta kalian yang sangat istimewa itu" Ujar Rio sedikit menyelot pembicaraan.


"Hahahahaa... anda sangat berlebihan, kalau begitu kami pamit ya. Lain kali aku juga akan kembali dan menyapa Elizha... Kalian sangat menyenangkan" Ujarnya seraya amat tergesa-gesa.


"Sayang ayo..." Margaret menarik tangan Derik untuk bangun. Tapi, nampaknya ada yang sedang Derik pikirkan dan masih menatap Angel seksama.


"Lho sayang... Ayo kita pulang, kamu lelah kan?" tanya Margaret terkesan memaksa.


"Ah... Ia" Derik pun mulai memalingkan matanya dan bangkit dari duduknya. Ia langsung mengikuti langkah Margaret yang tergesa-gesa itu.


"Tentu saja, aku akan menyampaikannya. Datang lagi kemari Ya jangan lupa" pinta Tuan Dian mengingatkan waktu berkunjung selanjutnya.


"Tentu saja tuan Dian aku akan menunggu waktu senggang suamiku. Senang mengobrol dengan anda..." Mereka pun menghilang kala keluar dari ruangan tersebut.


"Yah. Sayang sekali... Padahal aku belum pernah sesenang ini sebelumnya...."Helan napas panjang tuan Dian.


Angel mencubit tangan Rio "Aw sakit. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Rio menatap Angel dan meminta penjelasan.


"Kamu serius kan?" Tanya Angel.


"Serius? Tentang apa?" tanya Rio heran.


"Tentang bahwa aku adalah calon istrimu... Aku ingin segera memiliki status yang jelas dengan mu" Jelas Angel sedikit mengarah ke pembicaraan serius.

__ADS_1


"Oh itu..." Rio sedikit tersentak dan mulai menunduk.


"Apa yang kalian perdebatkan... Rio tentukan saja kapan waktunya. Aku tak ingin kau berlama lama melajang... Aku ingin segera melihatmu menikah agar aku bisa tenang" jelas tuan Dian.


"Tapi..." Rio masih ragu pada Angel.


"Tapi apa lagi... Jangan di tunda-tunda, tentukan waktunya dan aku akan meresmikan hubungan kalian berdua" jelas Ayah Elizha. Ia bangkit dari duduknya lalu pergi ke arah kamarnya.


"Aku lelah dan ingin tidur sebentar"jelas tuan Dian. Ia pun pergi dari area ruang tamu untuk merebahkan dirinya.


"Tuh kan... Kamu diam lagi" gumam Angel sebal pada Rio.


"Tidak... Aku tidak bermaksud membuatmu sebal" Ujar Rio.


"Trus kenapa? Ayahmu setuju tentang pernikahan kita?" Balas Angel mendesak.


"Aku masih belum bisa menikahi mu. Ada hal yang ingin aku selidiki terlebih dulu" Jelas Rio.


"Selidiki, Tentang apa itu?" tanya Angel terus menbak nebak isi hati Rio.


"Pria yang tadi bersama wanita itu..." jelas Rio menatap Angel yang saat itu sebal padanya.


"Gery maksudmu?" Tanya Angel.


"Bukan Gery. Tapi dia adalah Derik... Aku ingin tahu hal sesungguhnya dari pria itu, apakah benar dia adalah pria lain bernama Derik? Ataukah pria yang menghilang dan kembali dengan identitas barunya" jelas penuh curiga.


"Lantas apa yang ingin kamu lakukan jika tahu Dia adalah Gery?" tanya Angel penasaran.


"Maka aku akan menjebloskannya ke penjara. Atas tuduhan penjualan manusia juga pelecehan pada wanita" Jelas Rio penuh amarah.


Angel menunduk dan mulai merenung "Dia... Memang pantas menerimanya" Ucap Angel murung.


Rio mendelik dan mulai menyimak suasana apa yang ada dalam hati Angel saat ini.


"Jangan khawatir... Gery sangat cocok di dalam sel penjara" Ujar Rio menepuk Angel.

__ADS_1


Angel menoleh dan mengangguk "Emmm" begitulah. Rio mulai merangkul Angel dan memeluknya. Meski Angel adalah janda... Tapi Rio sangat menyayanginya. Apa lagi ketika Rio tahu bahwa Angel berjuang hidup tanpa dukungan siapa pun di fase kritisnya membuat Rio sangat ingin melindunginya.


Rio ingin Angel bahagia di pernikahan ke duanya, sama seperti adiknya yang saat ini di cintai pria kedua meski ia tahu bawa Elizha bukanlah perawan seperti yang di idamkan pria lainnya. Tapi, yang jelas Gabvin juga mencintai Elizha lebih dari apapun di dunia ini.


__ADS_2