ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Empat mata


__ADS_3

Gabvin mulai masuk ruangan tersebut.


Klek... Pintu trbuka, Gery yang duduk di kursi singgah sana nya pun mulai menoleh ke arah Gabvin "Kamu Vin... Di panggil dari tadi kok lama amat" Jelas Gery sedikit menekan nada bicaranya.


Klek! Gabvin menutup kembali pintu tersebut dan lekas melangkah ke arah Gery dengan menyiapkan alasan yang tepat "Oh. Maaf karna telah membuatmu menunggu. Habis... Istri tua mu nangis terus di kamarnya..." Imbuh Gabvin menahan amarahnya.


"..." Gery diam dan menundukkan wajahnya ke meja kerjanya seraya menoleh beberapa berkas.


Gabvin pun mulai menarik kursi dan duduk di depan Gery "Selamat ya. Maaf aku nggak bisa dateng kemarin..." Ujar Gabvin menarik selebar kertas di meja kerja Gery.


"Mmmh sedikit kecewa sih... Tapi, aku yakin kamu punya alasannya" Balas Gery. Gabvin pun mendelik 'Jika saja kamu tahu apa yang terjadi pada Elizha kemarin saat pesta pernikahanmu... Apakah kamu akan tetap dingin atau bahkan menambah beban untuk elizha..." Bathin Gabvin menggumam.


"Kenapa kamu jadi berubah tiba-tiba... Apakah kamu sungguh mencintai Angel?" Tanya Gabvin mulai ke intinya.


Gery menatap Gabvin cukup tajam "Apa maksudmu Vin?" Tanya Gery dengan pandangan menusuk.

__ADS_1


"Tidak ada maksud apapun. Hanya ingin tahu saja... Latas bagai mana hatimu sekarang?" Tanya Gabvin kembali menatap lawan bicaranya.


"Hatiku? Yah... Seperti yang pernah ku bahas dulu..." Jelas Gery tak di pahami Gabvin.


"Maksudmu sama seperti dulu... Tolong lah jangan bertele-tele..." Gabvin sedikit menegur Gery dengan nada yang cukup tinggi hingga Gery sedikit ternyuh.


"Ada apa Vin? Kenapa kamu sedikit berbeda?" Tanya Gery curiga. Gabvin yang sedari tadi menahan amarahnya mengepalkan tangannya di bawah meja kerja Gery. Serasa gatal tangan Gabvin ingin sekali menghantam wajah Gery.


"Ger... Tolong jawab dengan jujur... Bagai mana perasaanmu yang sebenarnya pada Elizha?" Gabvin menahan amarahnya yang seakan hendak membludak itu.


Gery belum mau bicara "Gery... Jawab?" Pinta Gabvin amat serius, netranya membulat dengan napas tersengal saat menahan amarahnya itu.


"... Bukankah kamu yang lebih paham skenario ku...?" Jelas Gery. Gabvin masih berfikir dan belum paham pada penjelasan pria di depannya itu.


"Maksudmu... Tentang harta papa angkatmu?" Tanya Gabvin lugas.

__ADS_1


"Ya begitu lah..." Gery berdiri dan menghampiri Gabvin.


"Sungguh ironis sekali dua wanita yang telah kamu sia-siakan itu..."Gabvin tertawa seakan hatinya telah hancur.


"Ya... Di dunia ini... Apapun akan sangat kejam jika semuanya terlibat dengan harta dan tahta"Jelasnya sedikit menyungingkan bibir.


Gabvin sungguh marah pada jawaban Gery yang membuatnya tak puas "Heh. Begitu ya... Lantas apa yang akan kamu lakukan dengan Elizha..." Tambah Gabvin.


"Elizha akan tetap jadi selirku... Kau tahu kan, penyakit yang di derita Angel. Dia tak bisa memberiku keturunan selain harta dan kekayaan" Jelas Gery. Gabvin sungguh tak tahan ingin sekali menghajar Gery yang bicara begitu mudah dan menyebalkan sekali.


"Jika anak ku laki-laki... Akan ku naikan derajatnya menjadi lebih tinggi. Tapi jika dia melahirkan anak perempuan maka ketika anak itu lahir. Maka aku akan lekas mengusirnya dan menceraikannya"


Jawaban itu membuat Gabvin naik Fitam dan tak tahan "Gery!!! Apa yang kau bicarakan!!" Gabvin berdiri...


Dan..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2