Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor
Bertemu Meta


__ADS_3

Sakti keluar dari rumah mantan mertuanya dengan perasaan yang bercampur baur. Emosi tentu saja, apalagi melihat sikap sombong mantan ibu mertuanya yang makin menyebalkan. Dia berani menyangkal, padahal bukti rekaman sudah sangat jelas. Sakti bertekad akan membawa perkara ini ke jalur hukum jika dalam 1x24 jam, keluarga mantan istrinya tidak minta maaf.



Sakti memasuki mobilnya. Namun belum sampai menjalankan kemudinya, tiba-tiba mobil Meta sudah terlihat memasuki jalanan kawasan itu. Sakti segera turun dan mencegatnya.



"Stop... " Sakti merentangkan tangannya di depan mobil Meta yang hendak menuju gerbang. Meta ngerem mendadak dan kaget melihat Sakti mantan suaminya.


"Turun.... !" titah Sakti. Dari dalam terlihat Meta seakan tidak senang dan menggerutu. Meta akhirnya turun dan membuka pintu dengan kasar lalu menutupnya kembali dengan keras.



"Ada apa lagi ini Sakti, main cegat jalan orang saja?" Meta bertanya dengan berangnya.


Sakti menatap lekat wajah mantan istrinya lalu berkata.


"Meta... aku peringatkan ya. Jangan pernah lagi berniat mencelakakan Nafa, karena jika itu terjadi maka aku akan membuat laporan ke pihak yang berwajib atas perbuatan yang tidak menyenangkan."


Meta terbelalak tidak percaya dengan apa yang didengarnya baru saja. Dia balik menatap Sakti dengan tatapan penuh intimidasi.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, Sakti. Aku tidak pernah merasa meneror istri barumu?" sangkal Meta serius.


"Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah kalian ulangi perbuatan kalian yang ingin mencelakai Nafa. Jika kalian tidak ada itikad baik untuk minta maaf, maka aku tidak segan melaporkan perbuatan kalian ke pihak berwajib!" ulang Sakti berapi-api. Sesaat dari itu Sakti memasuki mobilnya dan berlalu dari hadapan Meta, lalu memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa berbasa-basi pada Meta.



Meta menatap kepergian Sakti nanar, sebenarnya dia tahu semua ini ulah siapa.


"Mama... kenapa Mama ingin membuat aku masuk penjara?" guman Meta kesal.


Mobil Sakti perlahan-lahan tiba di depan gerbang rumah Mama Sukma, dia langsung dibukakan gerbang oleh Pak Nanang yang sudah mengenali kedatangan Sakti dari deru mesin mobilnya. Gerbang terbuka dengan perlahan lalu mobil Sakti memasuki halaman rumah yang lumayan besar.




"Papa....!" teriaknya bahagia. Sakti membalas pelukan Rafa dengan rangkulan yang hangat dan bahagia juga.


"Bunda di mana, sayang?" tanyaku khawatir.


"Bunda Nafa di kamar sedang tidur, Papa," jawab Rafa.

__ADS_1


"Papa boleh minta tolong, tidak? Papa mau menemui Bunda dulu, Papa ingin melihat kondisi Bunda. Rafa, sama Nenek dulu, ya," mohon Sakti pada Rafa. Akhirnya Rafa mau dibujuk dan turun dari pangkuan Sakti.



"Ma, titip dulu Rafa, Sakti melihat dulu Nafa." Sakti pamit pada Mama Sukma yang langsung diangguki Mama Sukma. Sakti bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.



Tiba di mulut pintu, Sakti membuka pintu itu pelan, dia takut membangunkan Nafa yang kata Rafa sedang tidur. Saat tubuhnya memasuki kamar, Sakti sudah melihat Nafa terduduk di ranjang dengan wajahnya ditelungkupkan ke bawah dengan suara isak tangis yang terdengar. Sakti terperangah dan segera menghampiri Nafa.



"Sayang... kenapa... ada apa?" Sakti bertanya dengan rasa penasaran yang besar.


Nafa belum mendongakkan kepalanya walau Sakti berusaha mengangkatnya.


"Sayang... bicaralah....!" Sakti nampak tidak sabar menunggu Nafa merespon kehadirannya.


Perlahan Nafa bergerak dan mendongakkan kepadanya ke arah Sakti.


Wajah cantik itu kini basah dan sembab oleh air mata. Sakti menatap lekat mata itu dengan beribu pertanyaan.

__ADS_1


"Kembalikan Nafa ke Mess, Mas. Nafa tidak ingin tinggal di sini dan mendengar cemoohan orang-orang. Cukup sudah hidup Nafa hancur, Nafa tidak mau lagi mendengar orang-orang mencemooh Nafa dengan sebutan pelakor," adunya sedih.


Sakti terhenyak mendengar pembicaraan Nafa barusan, diapun merasakan sakit hati atas yang menimpa diri Nafa, ini semua tidak lepas dari perbuatannya yang seolah-olah Nafa menjadi pelakor dalam rumah tangga Sakti dan Meta.


__ADS_2