Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor
Kesuksesan Nafa


__ADS_3

"Kak Aldin sedang apa di sini, apakah Kak Aldin sedang menguntit kami?" seru Nafa terperanjat. Aldin yang merasa terpergok menjadi salah tingkah dan ingin segera pergi dari tempat itu.


"Kak Aldin, mau kemana, Kak?" ujar Nafa sedikit memekik.


"Aku masih ada urusan, aku pergi dulu," celotehnya seraya berlalu tergesa.


"Ada apa dengan Kak Aldin? Jangan-jangan dia sejak tadi nguping pembicaraan kita. Dan yang duduk sejak kita duduk di sana itu, rupanya Kak Aldin? Kak Aldin berarti menguntit kita dong," simpul Nafa sembari menatap kepergian Aldin yang semakin jauh.


"Iya, tapi kenapa Kak Aldin menguntit kita, apa tujuannya coba?" Nara ikut heran. Tapi tidak dengan Nafa, dia sudah tahu jawabannya.


"Kayaknya Kak Aldin sudah kepancing sama omongan aku sore kemarin, dia mendengar aku mau mengenalkan Nara pada seseorang, dan hasilnya hari ini Kak Aldin menguntit kami sampai di sini. Kak Aldin, Kak Aldin, tidak salah lagi Kak Aldin ada hati sama Nara. Pucuk dicinta ulam pun tiba," simpul Nafa sembari senyum-senyum senang.


"Nafa, kamu kenapa sih senyum-senyum sendiri? Tidak kesambet, kan?" heran Nara sambil menatap Nafa.


"Tidak, aku sadar sesadar-sadarnya."


"Aku masih kepikiran sama Kak Aldin deh Naf, kok bisa dia ada di sini, saat kita di sini juga? Kan aneh ya? Terus yang tidak habis pikirnya, masa iya Kak Aldin tidak mengenali kita. Minimal negur kita, tapi ini nggak," Nara semakin penasaran dengan tingkah Aldin tadi.


"Iya, aku juga sama heran dan penasara dengan gelagat Kak Aldin," sambung Nafa, padahal ia sudah punya jawabannya.


"Aku jadi malu sama Kak Aldin. Soalnya aku belum sempat bilang terimakasih sama dia, perihal hadiah HP yang diberikannya padaku tempo hari," ucap Nara tiba-tiba merasa tidak enak hati.



"Ya, sudah, sebaiknya kamu WA atau temui langsung di kantornya. Sembari nyelam minum air, gitu," usul Nafa penuh senyum.


__ADS_1


"Apaan sih, Naf, masa aku harus nyamperin Kak Aldin ke kantornya, malu dong."


"Kenapa malu, cuma mau bilang terimakasih, kok malu. Malu itu mencuri, baru malu."


"Ah, tidak mau. Lebih baik aku ucapkan makasih via WA, kan tidak ketahuan malunya."


"Ya, sudah terserah kamu deh. Tapi ingat ya, kamu janji harus bilang terimakasih sama Kak Aldin," ucap Nafa memaksa.


"Apaan sih Naf, kok maksa gitu. Kayaknya ada yang niat jodohin aku sama orang nih?" Nafa mencoba menyelidik dan curiga. Nafa tidak menyahut, dia hanya senyum- senyum misterius.



"Ya udah deh, kalau begitu sebaiknya kita pulang saja, yuk!" ajak Nafa karena waktu sudah mulai sore. Nara setuju dan menyudahi minum es teh lemonnya yang masih sisa sedikit lagi. "Tapi, tunggu Pak Nurdin sampai sini dulu, kamu baru pergi."


"Ok!"



Nafa pun segera meninggalkan halaman *food* *court* dan menghampiri mobil yang disupiri Pak Nurdin.


"Jalan, Pak! Langsung ke rumah saja, ya!" perintah Nafa diangguki Pak Nurdin. Pak Nurdin manut seraya menjalankan mobilnya membelah jalan raya.


Satu Bulan Kemudian


Launching gaun malam yang dirancang Nafa kini telah siap diluncurkan. Nafa bahagia tiada terkira. Kerjasama dengan Bu Delia semakin bertambah pesat. Bahkan gaun rancangannya sudah merambah pasar internasional.


"Naf, besok kita menjadi tamu undangan dalam acara peluncuran "*Kaktus Fashion Week*", kamu bersiap-siap ya. Jam 7 sehabis Isya kita harus segera ke Gedung Serbaguna untuk menghadirinya," berita Bu Delia kepada Nafa dengan sumringah.

__ADS_1



Acara *Kaktus Fashion Week* telah dimulai, rangkaian demi rangkaian acara telah berlalu dilaksanakan, kini tiba saatnya penyambutan dan penghargaan terhadap para insan perancang berbakat Indonesia. Pembawa acara menyebutkan, nama Nafa sebagai salah satu Perancang muda berbakat tahun ini.



"Dan Perancang muda berbakat kita tahun ini di Kaktus Fashion Week adalah, jatuh kepada Perancang muda ***Nafa Naufara***." Nama Nafa menggema digaungkan di gedung serbaguna itu sebagai perancang muda tahun ini. Sorak sorai menyertai penyambutan itu.



Nafa berdiri dan berjalan menuju podium untuk memberikan sedikit kata sambutan atau kata-kata motivasi bagi siapa saja. Perutnya semakin buncit tidak menyurutkan langkahnya menuju podium yang penuh dengan sorot lampu kamera televisi.



Dengan percaya diri yang besar Nafa berbicara di depan podium dan memberikan sedikit kata motivasi buat semua, serta menerima penghargaan sebagai bentuk penghargaan tertinggi bagi insan perancang di Indonesia khususnya kota *Kaktus*.



Senyum merekah di sudut bibirnya selalu tersungging, disambut rona bahagia dari Sakti, suaminya serta dari semua semua orang yang selalu mendukung kariernya. Bu Delia sebagai partner utama, menyambut suka cita keberhasilan Nafa ini.



"Selamat ya, Naf. Kamu mencapai kesuksesan ini berkat kerja keras dan usaha gigih kamu." Bu Delia serta orang-orang di butiknya mengucapkan selamat pada Nafa dengan penuh suka cita.



"Selamat sayang." Bu Sukma menimpali dan ikut bahagia dengan semua kesuksesan yang menyertai menantunya ini.

__ADS_1


"Terimakasih Ma, semua berkat kalian semua dan doa kalian. Tanpa doa dan dukungan kalian, maka Nafa tidak akan pada titik ini," ucap Nafa sambil meneteskan air mata."


__ADS_2