Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor
Season 2 Telat


__ADS_3

Jam 10 malam tiba, Tapi Nara yang tertidur sangat pulas belum bangun. Aldin menatap lelap ke arah Nara tanpa bermaksud membangunkannya. Padahal Nara harus pulang sesuai janji Aldin tadi.



Jam semakin menanjak larut, Nara tiba-tiba menggeliat dan terbangun. Sontak Nara melihat jam di HPnya. Sayangnya HP Nara mati, sebab sejak siang tadi Nara sengaja mematikan Hpnya karena takut ada teman-temannya yang menelpon, dan menanyakan keberadaannya.



Nara melihat jam dinding di apartemen Aldin, seketika mata Nara terbelalak. Tidak percaya kalau waktu sudah menunjukkan jam 12 malam. "Ya ampun, jam 12 malam," kejutnya cemas. Lantas Nara bangkit dan keluar kamar, mencari sosok Aldin yang tadi katanya akan mengantar pulang. Nara melihat Aldin sedang tertidur nyenyak di sofa ruang tengah.



Karena terdesak, akhirnya Nara memberanikan diri membangunkan Aldin. "Kak Aldin, Kakkk! Bangun, antarkan Nara pulang!" rengeknya bingung. "Kak, Kak Aldin, bangun Kak, antarkan Nara pulang!" ulangnya lagi. Aldin yang mendengar Nara merengek, akhirnya tidak tega dan Aldin pura-pura bergeliat lalu bangun.



Sebelum Aldin benar-benar bangun, Aldin sengaja ingin mengerjai Nara. "*Kayaknya seru juga* *mengerjai gadis kecil ini*," bisiknya dalam hati.


"Kak, Kak Aldin, tolong bangun, Kak!" Nara menggoyang bahu Aldin pelan. Sebetulnya dia tidak berani dan segan, akan tetapi karena kepepet waktu, terpaksa Nara membangunkan Aldin dengan menggoyang bahunya.

__ADS_1


Aldin bergeliat lagi, tiba-tiba tangannya meremas jemari Nara yang sedang menggoyang bahunya. Sontak tubuh Nara terjerembab dan jatuh tepat di atas dada Aldin. Seketika wajah Aldin dan Nara sangat begitu dekat. Nara bermaksud menjauhkan wajahnya, akan tetapi tangan Aldin mencengkram kuat tangan Nara. Sehingga Nara sulit untuk bangkit.


"Nara, aku mencintaimu, apakah kamu sudah memiliki kekasih? Nara aku mencintaimu," ulangnya sengaja dan Aldin penasaran dengan reaksi Nara. Saat itu Nara hanya bisa diam dan menarik nafasnya dalam mencoba menghindari wajah Aldin.



Melihat reaksi Nara begitu, dalam hati Aldin merasa gemas, dia tertantang dan rasanya benar-benar ingin memiliki Nara. "Gadis ini sudah baik, manis dan tidak banyak tingkah, terlebih tadi aku melihat dia sholat, rasanya teduh dan damai."



Kak Aldin, bangun Kak!" Nara kali ini hampir putus asa, matanya mulai berkaca-kaca. Melihat begitu Aldin tidak tega. Lantas dia kini pura-pura tersadar betul.




"Kak, maafin Nara karena telah bangunkan Kakak. Tapi sekarang sudah jam 12 lewat, Nara harus pulang. Tadi Kak Aldin janji akan mengantar Nara pulang saat jam 10. Tapi, sekarang Nara sudah lewat banyak," ucapnya sedih.


__ADS_1


"Apa, jam 12 lewat? Ya ampun, rupanya aku ketiduran. Dan aku tadi tidak memasang alarm. Aduh, bagaimana ini Nara. Kamu sudah telat banyak. Apa yang mau kamu jadikan alasan sama keluarga kamu?"



"Tolong antarkan saja Nara, Kak. Biar alasannya nanti Nara cari sendiri. Nara akan bilang ke Bapak bahwa Nara ada lembur di gudang," ucap Nara sedih. Aldin jadi merasa bersalah telah membuat gadis itu pulang telat dan mencari alasan demi menutupi kebohongannya.



Namun di balik perbuatan Aldin ini, dia sengaja memancing Nara supaya masuk dalam perangkapnya. Saat Nara dikeluarkan dalam pekerjaannya, dan pada saat orang tuanya sudah merasa khawatir melihat anaknya pulang malam karena harus shift malam, di situ Aldin akan menjadi pahlawan dengan menawarkan pekerjaan pada Nara dan menarik Nara sebagai karyawan di Adrian Wood.



Memang cara Aldin terkesan licik, akan tetapi dia tidak ada cara lain untuk menjerat Nara masuk menjadi bagian dari pekerja di perusahaannya, selain dengan cara yang sedikit garang tadi, yaitu membiarkan Nara berkata bohong, bahwa ada lembur di gudang Supermarket tempat dia bekerja.


Akhirnya Nara diantar pulang malam itu. Saat dibelokkan rumahnya, Nara turun dan menaiki motor maticnya untuk menuju rumahnya yang beberapa meter lagi sampai.


Tiba di rumah, Nara di sambut tatapan khawatir dan cemas Bapak dan Ibunya. "Assalamu'alaikum!" Nara mengucap salam sambil mencium tangan Bapak dan Ibunya.


"Waalaikumsalam." Kompak kedua orang itu menjawab salam Nara sembari siap mengintrogasi Nara.

__ADS_1


"Kenapa pulangnya telat, Nak? Ini sudah jam 12 malam lewat. Hp kamu juga tidak bisa kami hubungi, sampai kami khawatir," cecar Bapaknya Nara.


"Maaf, Pak. Tadi Nara ada lembur dadakan di gudang sehingga Nara tidak bisa menolak." Terpaksa Nara harus berbohong walaupun hati tidak ingin melakukannya. "Maafkan Nara, Pak!"


__ADS_2