Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor
Season 2 Mengejar Nara


__ADS_3

Semua Episode ini menggunakan POV 3 (Author)


Aldin keluar dari halaman rumah Sakti. Matanya sejenak memutar mencari motor Nara yang berada di halaman rumah Sakti, namun yang dia cari tidak ketemu. Ada raut kesal dalam wajah Aldin. Tangannya spontan memukul di udara.


Aldin masuk ke dalam Corolla Crossnya dengan hati yang kecewa. Tidak hilang akal, kali ini Aldin akan mencari Nara ke rumahnya. Dengan terburu-buru Aldin melajukan Corolla Crossnya keluar dari gerbang rumah Sakti.


Sepanjang jalan mata Aldin tidak berhenti memindai, berharap motor Nara ada terparkir. Namun sayang, sampai jarak satu kilometer dari rumah Sakti, motor Nara tidak dia temukan.


Aldin membelokkan mobilnya ke arah kanan. Jalan ini sudah biasa Aldin jumpai, yakni salah nn jd satunya jalan menuju ke rumah Nara. Rasa hatinya kian membara ketika dia teringat kembali Nara yang kini ada dalam otaknya.


Mobil berhenti tepat di ujung jalan. Rumah Nara dari sana sudah kelihatan jelas. Aldin juga melihat motor Nara terparkir di sana.


Aldin tidak akan menghampiri Nara ke rumahnya, melainkan akan menunggu Nara sampai berangkat kerja dan membuntutinya.


Tiba saatnya jam kerja Nara, kini jam di tangan sudah menunjukkan pukul 15.30 menit. Tiba-tiba Aldin melihat motor Nara akan keluar dari halaman rumahnya. Aldin bersiap akan mengikuti Nara dan mencegatnya.


__ADS_1


Motor Nara kini terlihat mulai melaju keluar halaman, setelah dilihatnya berpamitan dengan orang tuanya. "*Anak yang baik*," gumannya memuji.



"Aldin mulai melajukan mobilnya dan mengikuti motor Nara. Daripada dia harus susah payah seperti penguntit, alangkah baiknya Aldin menghubungi atau mengirimkan pesan WA. Aldin mencoba mengetik dan mengirimkan sebuah pesan untuk Nara. Saat pesan akan siap dikirimkan, tiba-tiba Aldin urung mengirimkan. Menurutnya ini akan membahayakan Nara jika saat menaiki motor Nara membuka Hpnya. Dan pesan WApun batal dia kirimkan.



Akhirnya Aldin membuntuti motor Nara sampai di parkiran. Aldin menepikan mobilnya dan segera turun untuk meghadang jalan Nara.


"Naraaa!" panggilnya sampai Nara berhenti dan menoleh ke arah Aldin.


"Ikut aku!" seru Aldin mirip dengan sebuah kata perintah. Nara mengerutkan kening heran kurang paham maksud Aldin.


"Ikut bersamaku, hari ini kamu tidak perlu masuk kerja, aku akan menghubungi Leader kamu dan minta ijin kamu tidak masuk hari ini," putusnya. Nara seketika terbelalak dan tidak percaya dengan ucapan Aldin.


__ADS_1


"Tidak bisa Kak, Nara harus masuk kerja!" tolak Nara seraya bermaksud membelokkan badannya ke arah pintu masuk Supermarket. Namun Aldin sigap dan lebih dulu meraih tangan Nara. Nara tidak berkutik, dia terpaksa mengikuti kemauan Aldin kali ini.



Masuk ke dalam mobil *Corolla Cross* dengan wajah yang dongkol, Nara diam dan sangat kesal, sehingga wajahnya yang cantik terlihat jelas sangat lucu jika merengut menurut Aldin.



"Motor kamu aman dan sekarang sedang dibawa orang kepercayaan aku untuk diamankan," ucapnya. "Mengenai kehadiran kamu, hari ini Leader kamu sudah dihubungi orang aku, kamu ijin tidak masuk kerja," Nara terbelalak tidak percaya, seenaknya saja Aldin mengatur dirinya.



"Kenapa Kakak lakuin ini sama Nara? Kakak sudah ikut campur dalam kehidupan Nara. Kak Aldin tega!" Nara marah matanya kini memerah dengan wajah yang sangat kesal.



"Aku tidak ikut campur dalam kehidupan kamu. Kamu ikuti saja aku hari ini dan jangan protes," jawabnya seraya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya.

__ADS_1



Tiba di apartemen, Nara semakin dongkol setelah tahu Aldin membawanya ke apartemen mewahnya.


__ADS_2