Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor
Melahirkan (Baby Tifana)


__ADS_3

Diepisode ini alurnya dipercepat!


Semua bahagia dan menyambut pencapaian Nafa dengan suka cita. Selesai acara, Nafa seakan digiring dan dielu-elukan oleh semua. Para wartawan Tivi setempat mewawancarai Nafa disela kebahagiaannya. Nafa melayani pertanyaan wartawan dengan sabar dengan senyum yang mengembang.



Nafa yang dulu dicap sebagai pelakor oleh sebagian orang, kini menjelma sebagai Nafa yang berdiri di atas kakinya sendiri dan menjadi ikon anak muda yang berbakat dan tidak berputus asa.



"Terimakasih saya ucapkan buat semua, terutama untuk suami saya yang selalu mendukung segala kegiatan saya, serta orang-orang terdekat saya yang selalu mendukung juga segala aktivitas saya. Saya haturkan terimakasih banyak buat kalian. Tanpa kalian, saya tidak akan berdiri tegak di sini," ucapnya bergetar penuh rasa haru.



Ketika acara selesai, tiba-tiba Nafa sedikit terhuyung menahan perutnya yang sangat sakit. Nafa ambruk dan merasakan rasa mulas yang tiada terkira pada perutnya. Semua terkejut dan mengalihkan fokusnya pada Nafa.



"Nafa ...." pekikkan suara orang-orang yang berada di dekatnya sontak membuat geger. Nafa menjadi pusat perhatian. Tubuh Nafa kini dibantu menuju mobil Sakti untuk dibawa ke RS terdekat.



Rupanya Nafa sudah saatnya melahirkan. Di RS Harapan Kita Bersama, Nafa melahirkan secara normal dengan dibantu oleh dokter dan beberapa bidan.



"Owe, owe .... " beberapa jam kemudian suara tangis bayi terdengar jelas dan melengking memenuhi ruangan bersalin di RS Harapan Kita Bersama. Seorang bayi perempuan telah lahir dengan selamat dari rahim seorang Nafa Naufara, yang berjuang keras melahirkan secara normal.



"Alhamdulillah, akhirnya cucu perempuan Nenek lahir ke dunia," sambut ibunya Nafa yang saat itu juga hadir di sana berbaur bersama keluarga Sakti. Juga Mama Sukma pun tidak luput dari rasa bahagia, dan terharu.



Suasana bahagia terus berlangsung dan kini tiba saatnya Nafa untuk dibawa pulang.

__ADS_1



Tifana Bimantara, nama yang diberikan Sakti untuk baby girl pertamanya. Nama yang merupakan gabungan antara namanya dengan nama istrinya. Alangkah berbahagia semua menyambut kelahiran baby Tifana. Sakti tidak henti-hentinya bersyukur, setelah sempat baby Tifana dinyatakan sungsang sebulan yang lalu, namun kini telah lahir ke dunia dengan selamat dengan proses normal pula.



Setelah mengazani baby Tifana tadi, Sakti seakan tidak ingin lepas dari baby Tifana. Dia selalu dekat dan sigap. Kini Sakti berubah menjadi ayah siaga untuk baby Tifana. Nafa merasa terharu dengan sikap suaminya, sampai dia meneteskan air mata.



"Sayang, malam ini biarlah Mas yang jaga baby Tifana, kamu istirahatlah. Dan ini saatnya Mas bisa bersama dengan baby Tifana," ucap Sakti pengertian dengan raut wajah yang tulus. Tiba-tiba Rafa menghampiri dan ingin malam ini bisa tidur dengan baby Tifana.



"Pah, Rafa ingin tidur dekat dengan dede Tifana. Boleh ya!" pinta Rafa memohon. Karena Rafa begitu memelas akhirnya Sakti mengijinkan. Rafa sangat bahagia menyambut kehadiran adik perempuannya itu. Kasih sayangnya sudah ia tunjukkan dengan ingin tidur dekat baby Tifana.



Siang harinya secara bersamaan tapi tidak direncanakan, Aldin dan Nara datang menjenguk baby Tifana. Nafa senang melihat kedatangan mereka. Bagi Nafa, melihat mereka datang secara bersamaan seperti melihat sebuah pemandangan yang sangat cocok dan serasi jika mereka disandingkan. Bahkan Nafa sengaja menggoda mereka dan menjodoh-jodohkan merdeka berdua. Baik Aldin maupun Nara sama-sama malu-malu mendapatkan godaan dari Nafa.




"Siapa nama baby kalian, Sak?" Aldin mengalihkan perasaan kakunya dengan bertanya.


"Tifana Bimantara, baby Tifana merupakan gabungan nama kami berdua, yaitu SakTi, NaFa dan Naufara. Sedangkan arti Tifana secara khusus adalah, orang yang bertanggung jawab, bermasyarakat, melindungi, merawat serta simpatik," jelas Sakti.


"Bagus juga arti nama baby girl kalian, semoga kelak jadi pemimpin yang bisa bertanggungjawab dalam masyarakat serta mampu melindungi masyarakatnya," harap Aldin kepada baby Tifana kelak. Semua yang ada di situ kompak mengucapkan kata 'amin'.



Kebahagiaan Nafa di hari yang sama kini seakan dobel, setelah malam harinya dia dinobatkan sebagai *Perancang Muda Berbakat* di *Kaktus Fashion Week* tahun ini, setelahnya hari itu juga dilimpahi karunia yang tidak terkira yakni melahirkan seorang bayi perempuan mungil yang tentunya sangat cantik.


__ADS_1


"Naf, Kak Sakti, Nara pulang dulu ya. Kebetulan Nara hari ini kerja siang, jadi sekalian mau siap-siap dulu."


"Kok kamu buru-buru banget sih, Nar?" ucap Nafa kecewa.


"Aku mau mampir dulu ke pasar, Naf. Ibu menyuruh aku beli sesuatu." Nara memberikan alasan. Karena Nara memaksa, akhirnya Nafa melepas Nara pulang. Sementara Aldin masih bertahan di situ duduk gelisah.


"Baby Tifana cantik, tante Nara pulang dulu. Kakak Rafa, jangan dinakalin baby Tifananya ya! pamit Nara pada baby Tifana dan Rafa sebelum kakinya melangkah pergi meninggalkan kediaman Sakti dan Nara.



"Kamu kayaknya gemas banget Nar sama baby Tifana, makanya cepat cari pasangan biar bisa punya boneka hidup kaya baby Tifana," goda Nafa tanpa tedeng aling-aling. Nara yang digoda begitu, langsung tersipu malu. Nara buru-buru melangkah meninggalkan Nafa yang siap menggoda dengan ocehan lain lagi.



"Assalamualaikum!" salam Nara benar-benar pergi tanpa menengok sama sekali ke arah Aldin.



"Hati-hati, Nar!" peringat Nafa pada Nara yang semakin menjauh. Tidak lama dari itu, Aldin pun pamit pulang mengikuti jejak Nara yang pulang.


"Kak Aldin kok buru-buru, kenapa tidak sekalian saja tadi pulangnya sama Nara?" Kini giliran Aldin yang digoda Nafa. Aldin yang selalu datar menjadi kikuk digoda Nafa.


"Aku balik ya, Sak. Istri kamu harus memberi ASI pada baby Tifana, jadi tidak mungkin aku lebih lama di sini." Aldin pamit dan mulai melangkahkan kakinya.


"Hati-hati, Al!" peringat Sakti saat kaki Aldin benar-benar melangkah pergi dari kamar baby Tifana.


Sepeninggal Aldin, kini ada mereka ber-4, Sakit, Nara, Rafa dan baby Tifana. Kebahagiaan keluarga kecil ini semakin sempurna dan lengkap saja dengan kehadiran baby Tifana.



Sementara di luar kamar, dua keluarga tidak kalah bahagianya. Ibunya Nafa dan Mama Sukma saling berbaur dan bercengkrama. Wa Rasih sibuk menghidangkan makanan kecil untuk tetamu yang datang silih berganti menengok baby Tifana.



Sejak kelahiran baby Tifana, Nafa tidak sibuk lagi turun tangan menangani butik. Dia cukup memerintahkan anak buahnya. Naufara Butik yang awalnya hanya buka di lahan yang terbatas di lingkungan rumah, kini mampu membuka tempat di lahan yang baru.

__ADS_1


Kisah Sakti dan Nara secara garis besar sudah selesai, Sob. Jadi di bab selanjutnya Author akan mengupas kisah Aldin dan Nara ya. Author bikin jadi Season dua. Nantikan kisah Aldin dan Nara ya....


Bersambung....


__ADS_2