Jangan Sebut Aku Pelakor

Jangan Sebut Aku Pelakor
Geliat Gaun Rancangan Nafa


__ADS_3

Kini aku memulai semua aktifitasku di sini, di kota Dingin. Walaupun geliat keramaian kota tidak terlalu mengusikku, namun aku sangat menikmatinya. Bungalow milik Mas Sakti ini memang letaknya sangat strategis, masih dalam lingkungan pedesaan namun terjangkau ke pasar maupun swalayan ataupun sekolahan. Tempat ini cocoknya untuk menenangkan pikiran, namun untuk sementara Mas Sakti memberi tempat buatku untuk mengembangkan usaha butikku.



Mas Sakti tengah menerima telpon saat aku menghampiri dan membawa secangkir kopi untuknya.


"Iya, Al.... aku segera kesana!" Mas Sakti menutup sambungan telpon lalu menghadap ke arahku.


"Sayang, Mas minta maaf! Hari ini Mas harus ke kota *Kaktus*. Ada urusan pekerjaan dengan restoran yang kini sedang dibangun. Mas harus menghadirinya untuk peletakan batu pertama," ujar Mas Sakti dengan sorot mata yang sendu.



Aku menyodorkan secangkir kopi ke hadapan Mas Sakti sebelum merespon informasinya. "Minum dulu Mas kopinya," sodorku.


"Terimakasih sayang." Sruputtt suara kopi yang mulai masuk mulutnya.

__ADS_1


"Tapi nanti malam Mas Sakti pulang kan?"


"Insya Allah, Mas pulang. Lagipula mau bermalam di mana, rumah Mas kan kamu," ujarnya sembari menyeruput lagi kopinya yang masih panas.


"Iya Nafa tahu," balasku sambil mendelik manja.


"Ya sudah deh sayang kalau begitu Mas siap-siap dulu ya. Mas sudah ditunggu Aldin. Dua jam lagi harus sudah sampai." Mas Sakti menyeruput kopinya yang terakhir, kemudian berdiri dan menuju kamar menyiapkan keperluan yang dibawa.


"Hati-hati Mas....!" teriakku seraya melambaikan tangan saat mobil Mas Sakti meninggalkan kawasan Bungalow.



Satu Minggu Kemudian


Hari ini aku mulai mengerjakan projek baruku dalam mengeluarkan produk baru, yaitu gaun malam bernuansa santai pantai. Entah mengapa Bu Delia memberi konsep gaun yang ingin aku rancang kali ini gaun malam dengan konsep bernuansa santai pantai. Untuk menentukan detailnya juga aku sampai berpikir beberapa kali. supaya detailnya tidak asal pasang.

__ADS_1


Bu Delia meminta tema santai pantai, atas permintaan salah seorang pelanggannya yang akan mengadakan acara pantai di malam hari. Dengan semangat 45 aku mulai mengerjakan projek baruku ini, dengan dibantu dua Penjahit handal dan rapi yang dua hari yang lalu dicarikan Bu Delia, aku mengerjakan projek ini. Dari mulai mendesain, memotong, dan menjahit serta finishing detail, semua dilakukan di Bungalow ini.



Mas Sakti memberi ruang yang lumayan memadai untuk kegiatan memotong, menjahit dan juga finishing. Berbeda dengan ruanganku, sebagai Perancang gaun ruanganku terpisah dengan ruangan teman-teman yang lain.



Akhirnya gaun pesanan Bu Delia kelar sudah, sekarang saatnya aku kembali membuat gaun malam yang selama ini berhasil aku keluarkan sebagai gaun andalanku.



"Wah... gaun rancanganmu yang kemarin rupanya begitu memuaskan pelanggan, Naf!" Begitu Bu Delia berujar di pesan WA membuat Nafa merasa lega dan bahagia bisa mengeluarkan gaun pesanan pelanggan sesuai harapan.


__ADS_1


Sekarang aku fokus kembali dengan projekku yang lama yaitu gaun malam kekinian yang sentuhan anak mudanya sangat kental. Aku sudah lihai lagi dalam merancang gaun rancangannya yang satu ini. Lama kelamaan usahaku semakin menunjukkan kemajuannya yang cukup pesat, pesanan tidak saja dari Butik Syafana atau Delia saja, namun dari dari butik-butik lainnya juga sudah banyak memesan dari hasil rancanganku. Aku sangat berterimakasih pada Allah Yang Maha Kuasa.


__ADS_2