
Dinda.... dinda.. dinda!! panggilan wanita yg sudah paruh baya memekik digendang telinga siapa saja yg mendengarkannya
i'iya nek tunggu sebentar" sahutnya tergupu-gupuh sambil membenarkan pakaian nya.
"apa kamu tuli, mana makanan saya sudah jam berapa sekarang?!!
"maaf nek saya tadi kesiangan"
PLAAAKKKKKK
terdengar suara tamparan yg sangat kencang menerpa pipi mulus dinda.
"Aku tidak peduli dengan penjelasanmu, bukan kah kamu harus menyiapkan sarapan pagi setiap hari?" Teriaknya begitu kesal
"i'iyaaa nek dinda minta maaf"
"pergi siapkan makanan sekarang!!
"ta'tapi nek dinda harus berangkat kesekulah"
ucapnya tertunduk takut sambil memegangi ujung bajunya.
"CEPAT!!!....
Bentak sang nenek begitu kencangnya hingga Dinda gemetar, perlahan dindapun pergi kedapur sambil memegang sebelah pipinya yg lebam dengan air mata yg bercucuran.
setelah beberapa jam berlalu, ibu nisa datang dengan wajah lelahnya, dia kaget melihat putrinya yg masih berada dirumah, sedangkan hari ini adalah jadwal hari terakhir dinda ujian.
ibu nisa mendekati putrinya perlahan dan memegangi sebelah bahunya agar dinda menyadari kehadiran nya"nak apa yg kamu lakukan disini? bukankah hari ini kamu ada ujian?
"di'dinda tadi kesiangan bu, jadi dinda masak dulu, nanti siangan Dinda berangkat kesekulah ku..." dinda tersenyum sambil menjelaskan apa yg sedang terjadi, tanpa mengatakan apapun, dia sudah terbiasa dengan perlakuan neneknya setiap hari dan dinda sangat pintar menyembunyikan apa yg dia alami ketika Neneknya memarahi dirinya.
"Nak sudah ibu katakan bukan? kerjakan saja tugas sekulahmu, biar ibu saja yg melakukan semua ini.."
tiba tiba dinda langsung memeluk ibunya dengan sendu "bu... itu sudah kewajiban dinda membantu ibu, ibu sudah sangat lelah bekerja di ladang kepala desa" ibu nisa pun tersenyum mendengar penuturan putrinya.
__ADS_1
"Nak maafkan ibu karna keadaan kita hingga kamu harus seperti ini..."
dinda kaget mendengar penuturan ibunya, dinda menangis sesenggukan dalam pelukan ibu nisa "bu jangan seperti ini"
Dinda menyapu air mata ibunya yg sudah tidak terbendung lagi dengan ibu jarinya.
"Ibu ingatlah apa yg akan dinda katakan, kekayaan tidak akan ada artinya jika ibu, ayah, zidan dan nenek tidak ada bersama dengan dinda, dinda akan lebih memilih hidup pas psan daripada dinda hidup berlimpah harta tapi tidak ada ibu, ayah, zidan dan nenek bersama dinda..."
ibu nisa tersenyum mendengar penuturan putrinya, dia tidak pernah menyangka kalau putrinya yg sangat lugu akan memiliki pemikiran sejauh ini.
dan tanpa dinda sadari dia ikut tersenyum saat melihat ibunya yg awalnya menangis tersedu sedu menjadi tersenyum lagi.
SMA sejahtera
di depan sebuah kelas ada seorang gadis yg terlihat gelisah menunggu kehadiran seseorang
"kanya..." kanya yg mengenal suara itupun langsung berbalik melihat seseorang yang sudah ada dibelakang dirinya.
kanya kebingungan mencari dinda, karna waktu ujian sudah berlalu satu materi, kanya adalah sahabat baek dinda sudah lama merika berteman, mereka slalu bersama dan akur.
"haaaa....hhh"dinda datang dengan lari ngus ngusan mendekati kanya hingga bernafas tersengal-sengal.
"apa kamu sudah pikun?
apa kamu lupa hari ini ujian terakhir kita?" ucapnya begitu kesal dengan sang sahabat.
"tidak!! aku ingat hanya saja aku kesiangan.."
kanya langsung cemberut, dia sangat tahu bagaimana dinda yg begitu pintar menyembunyikan sesuatu yang ada dalam pikiran nya itu.
"dinda jangan bohong!! katakan apa yg sedang terjadi!?"
__ADS_1
"tidak ada yg terjadi kanya sayang...
ayu cepat temani aku ke ruangan guru dulu!"
Kanya hanya bisa membuang nafas kasar dia sangat tahu bagaimana tidak sukanya nenek dinda pada dirinya.
dari kecil dinda selalu dipelakukan dengan kasar dan dipukuli, namun tak sedikitpun dinda dendam atau membenci neneknya.
Sering kali dinda tidak masuk sekulah karna ulah nenek nya, untung nya pihak sekulah dapat menerima keadaan dinda karna kepintarannya.
"Haisss syukurlah kamu masih bisa mengikuti ujian dinda!" ucap kanya pada dinda, dinda hanya tersenyum menanggapi perkataan kanya.
"Dinda sampai kapan kamu akan seperti ini? kamu hanya tersenyum dengan keadaan yg sangat sulit seperti ini?
bahkan saat nenek jahat mu itu terus memukuli kamu, kamu hanya diam dan memendam nya sendiri?" gumam kanya dalam hati menatap penuh rasa iba pada sang sahabat kecilnya itu.
Sepulang dinda dan kanya dari sekulah merika berjalan berdampingan sambil bersenda gurau.
dari jauh dinda melihat sebuah mobil mewah yg sedang oleng berbeluk ke kanan dan ke kiri, disisi laen dinda melihat ada sebuah truk yang melaju sangat kencang yg berlawanan arah dengan mobil mewah itu sampai mobil itu semakin dekat dan akhirnya bertabrakan dengan truk besar yg melaju sangat kencang itu.
"Braaakkkkk...
dinda kaget dan tertegun seketika, dinda melihat dibalik kaca mobil ada seorang pemuda yg mengendarai mobil mewah itu, mobil terpental dan terbalik beberapa kali cukup jau beberapa meter.
sampai terhenti di tebing jalan, tepatnya hampir jatuh ke jurang.
kanya menepuk bahu dinda cukup keras hingga membuat dinda kaget dan menuleh ke arah kanya.
"Ayuuuu cepetan kita tolong dia!"
kanya begitu panik dan khawatir merasa apa yg dikatakan kanya ada benarnya dinda mengangguk.
kanya dan dinda berlari mendekati mobil mewah milik pemuda itu, saat merika semakin dekat pemuda itu terlihat sudah berlumuran darah, dia nampak lemah tidak berdaya.
dinda mendekati pemuda itu dia mencuba menarik nya dari dalam mobilnya agar tidak ikut jatuh kedalam jurang karna mobilnya mulai tidak imbang dan akan jatuh.
__ADS_1
cukup lama dinda dan kanya membantu pemuda itu untuk keluar dari dalam mobil sampai akhirnya bisa.
saat pemuda itu sudah keluar dari mobil, mobil mewah itupun langsung jatuh kejurang dan meledak, dinda dan kanya yg melihat langsung menutup telinga masing-masing sampai sampai merika berdua gemetaran ketakutan melihat hal yang barusan merika lihat.