
Revan memasuki gedung tua dengan lancar karena merika sudah memberikan gas bius agar semua anak buah Om Firman tidak sadarkan diri dan dengan mudah menangkap merika tanpa kekerasan,
Saat Revan sudah dapat melumpuhkan semua keamanan yang ada di luar gedung dia terus menerubus masuk kebagian dalam, hatinya mulai tidak karuan perasaan nya juga tidak dapat dia jelaskan dia ingin cepat menyelamatkan Amanda namun Revan terpaku Melihat Amanda yg sudah tidak berdaya lagi di tepian kulam renang, Amanda masih mengenakan baju yg sama saat sebelum Revan pergi ke perusahaan beberapa hari yang lalu.
"Bre****** Beraninya kalian menyentuhnya!!"
Revan sangat marah menendang dinding betun yg ada di persembunyiannya, dia benar-benar ingin memeluk istrinya yang sudah tidak bisa bergerak seperti mayat.
"Revan tenanglah, apa kamu lupa aku sudah mengatakan jangan gegabah kalau kamu langsung ke sana nyawanya akan dalam bahaya!" Riyan mencoba menenangkan Revan yg sudah mulai tidak terkendali melihat keadaan Amanda.
"Aku tidak peduli!! kamu lihat istriku dia terluka parah!!"
"Aku tahu Revan tapi ini demi kebaikannya juga, bersabarlah sebentar lagi"
Revan menggertakkan giginya geram dia sangat marah pada Om Firman rasanya dia benar-benar ingin membunuhnya saat itu juga.
Byuuurr
Amanda terlempar kedalam kulam renang karna badannya yang lemah dan terluka saat terkena Air Amanda mulai merasakan perih yg luar biasa ditubuhnya, dia tenggelam begitu saja Seperti batu yg dilimparkan kedalam air.
"Sayang!!"
Revan berlari menuju kulam renang dan Langsung bercebur mencoba menyelamatkan Amanda.
"Sial!!... kenapa dia ada disini!!'' Om Firman sangat marah pada para bawahannya dan meninju bawahan yang ada di sampingnya, seketika Riyan dan para anak buahnya juga mendekati kulam renang dan menyerang Om Firman yg belum siap.
__ADS_1
Revan terus berenang didalam kulam renang mencoba mencari tubuh Amanda dan tidak jauh darinya dia melihat Amanda yg tergelitak dibagian bawah kulam renang yg masih membuka matanya namun dia tidak menyadari bahwa Revan juga bercebur kedalam kulam renang, Amanda sudah seperti mayat hidup yg tak berdaya seolah dia sudah pasrah dengan hidupnya saat ini dan segera Revan mengangkatnya ketepian kulam renang saay dia sudah dapat menangkap tubuh Amanda.
Riyan terus menyerang Om Firman dan membabi buta memukulnya tanpa Ampun bahkan anak buah Om firman juga sudah dapat di Amankan Oleh para aparat yg bertugas disana.
"Sayang bertahan lah kita akan kerumah sakit" Revan memeluk erat tubuh Amanda
"Re'van...." Amanda menggeleng pelan mengisyaratkan bahwa ia tidak ingin lagi dibawa kemanapun
"Tidak kamu harus bertahan sayang, aku tidak bisa kehilangan kamu!"
"Al..ka..
"Anak-anak merika baek-baek saja, merika bersama Ramon dirumah, kamu tidak perlu khawatir sayang''
"pergilah Disini bahaya" Amanda mulai menguatkan tubuhnya mencuba tetap kuat untuk bisa duduk.
Dorrr
Satu tembakan menembus dada Amanda
Dorrr Dorr Dorr
Tiba-tiba Ramon juga datang langsung menimbak Om Firman tanpa Ampun dia sangat terkejut saat dia tiba melihat Amanda yg terkena tembakan dan seketika itu juga Om Firman jatuh tersungkur dilantai.
"TIDAK..!!!!!!
__ADS_1
Revan merunta berteriak histeris saat melihat tubuh Amanda bersimbah darah dan langsung memeluk erat-erat tubuh Amanda yg mulai kehilangan kesadaran, rasa sakit di sekujur tubuhnya yang sudah tidak dia bisa tahan sudah membuat Amanda seakan merasa di ambang kematian, dan sekarang salah satu peluru timbakan Om Firman yg tepat mengenai dadanya.
"Sayang, tetap buka mata kamu kita akan segera ke rumah sakit" panik Revan mencuba untuk membuat Amanda tetap sadar tidak menutup matanya
"Riyan cepat siapkan mobil" Teriak Revan
"Minggir kamu Revan, lepaskan adikku!"
Ramon datang mendekat, wajahnya merah menahan amarahnya saat melihat kondisi adik kesayangannya
''Tidak!! aku tidak akan melepaskan nya tidak akan!!" Revan Begitu teguh dengan pendirian nya bahkan untuk melepaskan nya saja dia seorang tidak mampu lagi.
"Apa kamu sudah gila?!! apa kamu ingin membiarkan adikku mati begitu saja?!
"Tidak, aku tidak akan membiarkan istriku pergi begitu saja!!, sayang ayu bangun kita pulang anak-anak sudah menunggu kita"
Revan terus menangis memeluk istrinya dan menciumi pipu Amanda, dia tidak peduli lagi dengan sekitarnya
'Boogghh
Ramon meninju Revan dengan kuat, hingga pegangannya terlepas dari Amanda, Ramon yg mendapati Revan lengah karna terjatuh langsung mengambil tubuh Amanda dan membawanya pergi dengan mobil miliknya menuju rumah sakit.
Revan yg masih dalam kondisi terpukul tidak dapat berpikir jernih, dia semakin merunta berteriak tidak jelas saat Ramon membawa tubuh Amanda berlarian keluar dari gedung tua.
"Ayu Revan, kita harus kerumah sakit juga Ramon hanya mencoba menyelamatkan Adiknya istri kamu, jika terlambat untuk menolong nya kita tidak tahu apa yg akan terjadi" Riyan membantu Revan untuk bangkit dari duduknya
__ADS_1
"Iya, ayu kita kerumah sakit" Ramon membupung tubuh Revan yg basah kuyup karena habis bercebur dan membawanya menuju mobil
"Sayang kakak tidak mau tahu, kamu harus bertahan bagaimana pun caranya kakak akan mencuba menyelamatkan kamu, apa kamu tidak menyayangi Alka Alika lagi, merika masih membutuhkan kamu sayang!" Ramon terus memegang adiknya dan mengusap pelan pipi Amanda yg penuh dengan lebam dan luka-luka, Ramon benar-benar merasa tidak habis pikir dengan apa yg telah dilakukan Om Firman terhadap adiknya yg dengan kejamnya terus melukai dan menyiksa Amanda tiada henti.