JANJIKU

JANJIKU
kamu dimana


__ADS_3

Setelah kepergian Om Firman Revan nampak kacau, di Syuk mengetahu Kalau hilang nya Dinda di karenakan dirinya sendiri penyebab kejadian yg menimpa Dinda adalah dia.


Revan masuk kedalam ruangan nya dan membanting pintu masuk kedalam ruangan nya dengan kencang hingga mengeluarkan bunyi dentuman begitu kerasnya


"Sesakit itukah perasaan kamu Revan? bahkan kau mengabaikan aku yg jelas adalah istri kamu yg ada di dekat kamu?


"Aku tahu kamu mungkin saat ini perlu waktu!


gumam nya dalam hati sambil menatap pintu masuk ruangan Revan.


Amanda mengusap air matanya dan duduk kembli ke bangku meja kerjanya, sejak awal Amanda mendengar semua pembicaraan antara Revan dan Om Firman sejak dia masuk dia cukup kaget melihat respon Revan saat Om Firman mengucapkan tentang Dinda dan itu sukses membuat dia tersulut emosinya.


Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja Revan tak juga keluar dari ruangannya bahkan makan siang pun tidak begitu juga dengan Amanda dia hanya diam di meja kerjanya menunggu Revan keluar dari ruangannya.


Amanda tidak berani mengganggu Revan dia bingung apa yg harus dia lakukan, Perasaan yang dia rasakan saat ini juga sangat rumit dia merasa keciwa dan juga ada perasaan prihatin terhadap kondisi Revan


"Mungkin aku pulang duluan saja siapa tahu dia nanti akan keluar sendiri"


Amanda pun keluar dari kantor berjalan dengan tatapan kosong nya dan saat sudah di depan peruaahan Amanda berjalan cukup jauh setelah dia rasa cukup lelah dia memanggil taksi dan pulang kerumahnya.


"Revan apa ini? kamu mengabaikan aku kamu sudah mendengar nya sendiri kalau gadis yg kamu cintai itu sudah tiada, tapi kenapa kamu tetap saja memikirkan nya dan sekarang kamu mengabaikan aku" berbagai pertanyaan muncul dikepala Amanda yg tak pernah dia inginkan Sebelumnya, namun kejadian hari ini membuatnya merasa sangat penasaran dan ingin sekali tahu.


Sesampainya di rumah Amanda menuju kedalam kamarnya sesampainya di kamar Amanda pun langsung masuk kedalam kamar mandi dan berendam di bathup dan tertidur


"Astaga.. kemana revan?


waktu sudah menunjukkan pukul 12malam dan Revan belum juga pulang"


"Ah aku tunggu di ruang tamu saja, mungkin sebentar lagi dia akan dtang"


Amanda turun kelantai bawah dan duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan Revan cukup lama Amanda duduk kadang berdiri melihat keluar rumah dan kembali lagi kedalam.


"Nyonya anda belum tidur? salah satu pelayan paruh baya terbangun dari tidurnya dan memeriksa keluar ruangan


"Aku menunggu Revan pulang"


''oohh Baiklah saya permisi Nyonya"

__ADS_1


"Tunggu!"


" Ya Nyonya?


"apa sebelumnya Revan pernah seperti ini dan tidak pulang?!" tanyanya


"Biasanya paling lambat tuan pulang jam 11 malam Nyonya" Saat pelayan itu melihat jam dinding dia terkejut jam sudah menunjukkan hampir pukul 3pagi.


"kamu boleh pergi" nampak jelas kesedihan di wajah Amanda dia hanya diam setelah pelayan itu pamit kembali kekamar nya.


Air mata Amanda berjatuhan dia terisak sendirian diruan tamu "Revan kenapa kamu?!"


Amanda tertidur di sofa ruang tamu dia terlelap karna kelelahan terlalu lama menangis


Setelah beberapa hari Revan tak juga pulang Amanda selalu pergi kekantor pagi dan pulang larut malam, Amanda selalu menghubungi Revan tapi tak juga ponsel nya aktif dia menanyakan kepada Riyan tapi Riyan juga tidak tahu dimana Revan.


Uuwweek... Uuwweek...


Amanda terus muntah di toilet kantornya kepalanya juga terasa sangat pusing dan lemas.


"Astagaaaaa! kepala ku pusing sekali!"


"Nona Amanda apa anda baek-baek saja?!" tanya Riyan merasa sangat khawatir.


"Aku tidak apa-apa!"


"Kamu sangat pucat apa kamu perlu kerumah sakit? aku akan mengantarmu jika kamu mau?!"


"Tidak perlu, terimakasih Riyan" Amanda kembali berjalan menuju meja kerjanya


Riyan terus memandang punggung Amanda yg mulai menjauh, terlihat jelas Amanda nampak tidak sehat.


"Presdir apa menurutmu benar dengan melakukan ini? Aku pikir kamu hanya menyakiti hati dan perasaan nya dengan melakukan hal ini, kamu sungguh menyiksa dia terlalu banyak!!" gumam Riyan merasa sangat bersalah pada Amanda


Setelah satu bulan lamanya Tak ada kabar tentang Revan, Amanda mulai merasa keciwa dengan sikap Revan bahkan dia meninggal kan perusahaan nya tanpa peduli dan membiarkan Amanda byg mengambil tanggung jawabnya.


Amanda terbangun dari tidurnya dia masih sama saja tampak kusut dan tidak bersemangat bahkan wajahnya masih pucat badan pun terlihat semakin sangat kurus.

__ADS_1


Uuwweek.. Uuwweek..


Amanda berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya yg belum terisi makanan apapun


"Aku lelah.. Revan aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan pulang lah!! hee..hee.. Amanda terus menangis terisak didalam kamar mandi sambil terduduk di lantai bersandar di siai Bathup.


Amanda turun dari kamar atas menuju meja makan dan saat Amanda duduk terdengar ada suara hebuh dari luar,,


"Tantee..


"Hayy.. Sayang apa kabar? mama Nadine tersenyum dan langsung memeluk Amanda


"Amanda baek Tante, tante sendiri gimana?


"heemm.. kamu lihat sendiri tante sehat sayang" mama Nadine melihat Amanda dari atas sampai bawah dia nampak tidak senang.


"Kamu bilang kamu baek nak! lihat muka kamu sangat pucat bahkan badan kamu kenapa jadi sangat kurus begini?


"Perasaan tante saja kuk, Amanda memang seperti ini" jawab Amanda tersenyum


"Tante ayu makan bareng Amanda kebetulan tadi bikin sarapan banyak"


"Wah kamu masak sendiri nak?


"iya tante, kebetulan Amanda lagi pengin masak makanan ini"


"Ya sudah ayu kita makan, Revan mana kenapa dia belum turun?


deegggh


"eemmhh.. Revan lagi ada urusan tante jadi dia nggak sempet sarapan"


"jadi Tante Nadine juga tidak tahu Revan kemana? lalu kemana kamu Revan sudah lama kamu tidak pulang?!" gumam nya dalam hati


"Heeeh!.. anak itu slalu saja menomer satukan pekerjaan!!


"Ayu amanda kita makan saja..

__ADS_1


Amanda pun mengangguk dan merika makan bersama..


__ADS_2