
di perusahaan MAHENDRA Revan yg sedang sibuk dengan leptopnya sendiri tidak memperhatikan kedatangan Riyan yg terlihat terburu buru nampak jelas wajahnya yang sangat khawatir.
"Presdir kita harus pergi keluar kota salah satu pruyek perusahaan cabang kita mengalami masalah serius"
Revan mengangkat kepalanya terkejut dengan kedatangan Riyan yg tidak dia sadari dan langsung berdiri mengangguk menyetujui perkataan Revan "kamu siapkan Mobil kita berangkat sekarang juga dan beritahu Kanya tunda semua jadwal ku"
"eemmhh.. tadi Amanda juga memberi tahu kalau sore dia akan datang kemari"
Revan diam sejenak kemudian pergi berlalu meninggalkan ruangannya. "Biarkan saja dia kita harus cepat berangkat biar nanti kutelpon saja dia" Ucapnya sambil terus melangkah menuju Liftnya
"Baeklah" Sahut Riyan mengerti
Dilaen tempat Amanda sedang mengantar Alka dan Alika ketempat tinggal orang tua nya Sejak tadi malam Ramon terus menelpon ingin bertemu dan membawa anak-anak nya jalan-jalan.
"Sayang kalian ingat ya nak jangan nakal dan menyusahkan kakek nenek terutama papa Ramon"
"Okey Mama" Sahut Alka dan Alika bersamaan
"Mama hati-hati ya" ucap Alka pada Amanda yg sudah mau pergi lagi
"Iya Sayang mama akan hati-hati"
"Kamu sudah langsung mau pergi sayang? kenapa tidak tinggal sebentar lagi?!" Tanya Ramon menghentikan Amanda yg sudah ingin berbalik pergi.
"Aku harus pergi keperusahaan papa dulu kak, aku juga harus menemui Revan'' Amanda terlihat murung sekilas terlihat kesedihan di mata milik Amanda
"Ada apa?" Ramon mulai merasa ada perubahan diwajah amanda dan itu berhasil membuat Ramon merasa khawatir melihat Amanda
"tidak ada kak, ini hanya permasalahan kecil mungkin kita kurang kumonikasi karna terlalu sibuk dengan kegiatan kita masing-masing"
"itu hal biasa di setiap keluarga, jangan sampai ini mempengaruhi hubungan kalian, ingatlah kalian sudah pernah terpisah sebelumnya jangan sampai hal serupa terulang lagi Kasian anak-anak" Ucap Ramon mengingatkan Amanda
"iya kak aku tahu, maka dari itu aku mau menyusulnya keperusahaan"
__ADS_1
"itu lebih baek hati-hati Sayang"
"eemmhh"
Amanda pergi dari kediaman keluarga MAYDAdia Merasa harus segera mengakhiri masalah yg juga tidak dia tahu apa yg sebenarnya membuat Revan Sangat dingin padanya, dia membatalkan pergi keperusahaan MAYDA dan menuju perusahaan MAHENDRA,sekarang dia hanya mengendarai mobil miliknya sendiri tanpa sopir Sebelum sampai di perusahaan MAHENDRA Amanda menyempatkan diri untuk mampir ke toku kue kesukaan Revan.
Saat Amanda sudah mulai melangkah mau kembali kedalam mobil miliknya dia melihat ada mobil hitam yg seperti sedang mengikuti nya tapi perasaan itu dengan cepat dia tepis, mungkin itu hanya perasaan nya batinnya
Sesampainya di perusahaan MAHENDRA Amanda memarkirkan mobilnya di salah satu parkiran khusus itu nampak sepi dan Amanda melihat kesisi bagian parkiran laen tidak nampak terlihat mobil milik Revan suaminya
"apa dia sedang pergi ya? Tapi aku tadi saat bertanya dengan Riyan seperti nya Revan ada di kantor nya? ah mungkin sedang di bawa Riyan" Amanda masuk kedalam lift khusus menuju ke tempat Ruangan Revan
"Kanya apa Revan ada?" tanya Amanda saat sudah berada didepan Meja kerja Kanya
"Astaga..!! Dinda aku kaget, Kenapa tiba-tiba kamu kesini?"
"Aku ingin bertemu Revan, apa dia ada di dalam?" tanyanya sambil melihat kearah pintu masuk kedalam Ruangan kerjanya Revan.
"Presdir tidak ada di dalam, beberapa jam lalu dia pergi keluar kota karna ada masalah mendadak di salah satu perusahaan cabang"
"ini buat kamu saja Kanya aku mau pulang kalau begitu" Amanda meletakkan kue yg dia beli untuk Revan dan berlalu pergi dengan wajah yg di tekuk tanpa mengatakan apapun lagi pada Kanya.
Kanya memperhatikan kue yg diberikan Amanda padanya dan membiarkan kue itu tetap di atas meja milik nya
Saat berjalan keluar dari lift Amanda ingin masuk kedalam mobilnya tapi tiba-tiba ada yg datang mendekati Amanda dari samping dengan berjalan cepat dan
Boogggh
Orang itu memukul belakang Amanda dengan kerasnya dengan menggunakan baluk kayu besar hingga dia langsung terjatuh terkapar di lantai, sebelum dia bisa melihat siap yg sudah memukulnya Amanda sudah jatuh tak sadarkan diri lagi.
waktu sudah menunjukkan pukul setengah Sebelas malam, Amanda tidak ada kabar sedangkan Revan sudah sangat kelelahan dengan urusannya di luar kota hingga membuatnya melupakan segalanya,..
"Riyan aku merasa ini janggal seperti nya ada yg dengan sengaja mengutak atik membuat masalah di sini"
__ADS_1
"Seperti nya begitu"
"ini sudah larut malam, kita tidak mungkin pulang kembali ke kota" nampak jelas wajah kelelahan Revan
"Aku sudah menyiapkan kamar untukmu kamu bisa tidur disana"
"eemmh.. Revan berdiri dan berjalan meninggalkan Ruangan nya
Saat sudah sampai di dalam kamar yg sudah Riyan siapkan untuknya Revan langsung tersadar bahwa dia tidak memberi tahu Amanda kalau dia sedang ada di luar kota.
"Astagaaaaa... ada apa dengan ku kenapa aku seolah tidak peduli lagi dengan nya?!"
Tapi Revan juga merasa kesal kenapa Amanda tidak menghubunginya sama sekali "Ah sudah lah dia saja tidak peduli sama sekali, Biarkan saja sampai dia sadar kalau aku tidak pulang"
Revan merebahkan dirinya di tempat tidur dan tidak lama langsung tertidur pulas
Dreet..dreett
Ponsel milik Riyan bergetar, saat Riyan melihat id penelepon dia tersenyum dan langsung mengangkat nya
"aku baru satu hari pergi dan kamu sudah merindukanku?"
"kepedian kamunya!, Tadi Amanda datang kekantor seperti nya dia tidak tahu kalau Revan pergi keluar kota"
"Ya tentu aku pede jelas ini sudah pukul sebelas malam kamu tiba-tiba menelpon, aku tahu Sayang itu cuma alasan kamu saja menelponku''
"Riyan aku tidak ingin bercanda aku serius, ada apa dengan merika? apa merika ada masalah lagi? terlihat jelas Amanda seperti terluka dengan kepergian Revan yg tidak memberi tahu Amanda sama sekali" ucapnya begitu khawatir dengan sahabatnya
"Sayang aku juga tidak tahu, tapi nanti aku akan tanyakan pada Revan saat ini dia sudah tertidur mungkin dia sudah menghubungi Amanda"
''Baeklah kalau begitu aku tutup"
"Hay sebenta... Kanya sudah mematikan telpon nya Sebelum Riyan bisa menyelesaikan kalimatnya
__ADS_1
"Apa apaan ini? dia hanya menanyakan itu? Aku suaminya apa dia tidak merindukan aku?" kesal Riyan pada istrinya