JANJIKU

JANJIKU
Bermimpi


__ADS_3

Revan turun dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam rumah menuju kamar utama, saat berada didalam kamar revan berjalan menuju kamar mandi membersihkan diri, setelah satu jam berlalu revan keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai handuk melilit di pinggangnya.


revan menghela nafas kasar saat ini dia benar-benar kacau, walau dia sudah berendam lama mencuba menenangkan diri tetap saja pikirannya masih di tempat laen.


"tok..tok...tok"


"masuk!" ucapa revan


"tuan apa anda akan makan malam di rumah?


tanya kepala pelayan dirumah itu.


"tidak!" jawab revan dan berlalu pergi keruang ganti dan memakai bajunya.


revan menuruni anak tangga dirumahnya berjalan menuju pintu depan rumah, sesampainya revan di depan mobil dia langsung membuka mobil dan berlalu pergi.


Tempat tinggal keluarga Mahendra cukup jauh dari rumah revan perlu waktu 45 menit untuk mencapai rumah keluarga besarnya,.


orang tua revan hanya memiliki seorang putra yaitu dirinya, kedua orang tua nya tinggal di rumah yang sangat besar, tapi Revan lebih memilih tinggal di rumahnya sendiri karna dia tidak suka masalah pribadi nya diganggu.


Setelah lama menempuh perjalanan.


Revan sampai di pekarangan rumah, saat Revan masuk dan ingin memarkirkan mobilnya dia lihat ada mobil asing, tapi revan tak ambil pusing masalahnya saja sudah sangat penuh di kepalanya.


Revan berlalu masuk kedalam rumah menuju ruang tamu, saat revan hampir sampai ruangan revan mengangkat sebelah alisnya dia melihat ada beberapa orang asing baginya yg tidak pernah dia lihat sebelumnya.


"Siapa merika?" gumam revan dalam hati


"Apa mama mencuba menjodohkan aku lagi?


kepala revan terasa semakin sakit dia langsung berbalik arah dan ingin pulang namun gagal karna mama Nadine sudah keburu melihatnya yg sudah datang.


" Hay.. sayang kamu datang? mama Nadine tersenyum dan mendekati putranya


"eemmm!" sahut Revan datar


"sayang duduklah dulu bersama tante tasya dan Om Andika apa kamu ingat sayang dengan merika?'


"Tidak!!" sahut Revan datar dan ditanggapi mama Nadine dengan gelak tawanya


"ya tentu kamu lupa, saat itu kamu masih berumur 7tahun dan Amanda baru 4 tahun mana kalian ingat"


semua orang diruangan itu tertawa lepas saat mendengar penuturan Mama Nadine


"Nak waktu kamu masih kecil, kamu selalu bersama amanda, kalian sangat dekat bahkan selalu tidur bersama. Setiap kali Amanda akan di bawa tante tasya pulang kamu akan mengamuk sambil menangis tidak ingin ditinggalkan Amanda!" tutur mama Nadine pada Revan

__ADS_1


"Tasya apa kamu ingat betapa lucunya wajah Revan saat itu?"


"heemmm.. itu sangat lucu!"


Sahut mama tasya pada sahabatnya mama Nadine, merika terus saja bercerita tentang kehidupan revan dan Amanda di masa kecil, Revan hanya diam menyimak pembicaraan orang tuanya dan sahabatnya.


Revan berjalan menuju lantai atas dan keluar pintu balkun disana Revan mengambil gitar lamanya dan mulai bersenandung menyanyikan sebuah lagu.


#Hal terindah


Sampai saat ini


rasaku tertahan disini


rasa yang tak akan hilang


oleh waktu


Kau tidak disini


akupun tiada di hati mu


jiwaku ikut menghilang


bersamamu


Tak terkira di samping mu


tak terkira di pelukmu


adalah hal terindah yang pernah kurasakan


Kau tidak di sini


aku pun tiada di hatimu


jiwaku ikut menghilang


bersamamu..


Melukiskan segenap keindahan dirimu


hanya kau yang aku mau


kamu, kamu

__ADS_1


Tak terkira di samping mu


adalah hal terindah yang pernah ku inginkan


Tak terkira di pelukmu


adalah hal terindah yang pernah ku rasakan


Tak terkira milikimu


adalah hal terindah yang pernah ku dapatkan


Takkan rela melepasmu


walau dihadapanmu ku'kan terus menangis bahagia...


Revan menangis menatap langit malam dia hampir putus asa kehilangan orang yang sangat dicintainya dan masih belum ada tanda-tanda bahwa dia akan bisa menemukan kekasih hati nya itu, Revan tidak menyadari di balik pintu ada seorang perempuan yang cukup lama memperhatikan dirinya, mendengarkan revan bernyanyi sambil menitikkan air mata, mata perempuan itu memirah menahan air mata dia sangat tersentuh mendengar lagu revan.


pelan-pelan dia mendekat lalu berlutut tepat didapan revan yg sedang duduk di ayunan gantung dibalkun sambil menatap ke arah langit, dengan perlahan Tiba-tiba dia memberanikan diri memegang tangan revan.


"Hay... apa kamu baek-baek saja?" tanyanya dengan suara lembutnya sambil mentap mata hitam pekat Revan yg nampak berair yg masih memandang langit gelap nya malam.


Revan langsung mangalihkan pandangannya dari menatap langit menuju asal suara yg dia dengar.


Deegggh


Revan kaget dia pikir saat ini dia sedang bermimpi! apa saat ini dia sedang salah melihat? Revan perlahan mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi perempuan itu, dan perempuan itu hanya tersenyum.


"Sayang!! ucap Revan pelan tanpa mengatakan apapun Revan langsung memegang bahu perempuan itu dan memeluk nya sangat erat tanpa mau melepaskannya, dia takut jika itu hanya mimpi dan dia akan kehilangan wanita nya lagi.


"Hay... bisakah kamu melepas pelukan mu?


aku sesak, tidak bisa bernapas!" ucapnya lembut sambil menepuk pelan punggungnya Revan yg nampak bergetar hebat.


"Tidak! jika aku melepasmu lagi kamu akan pergi lagi kan!" Lirihnya semakin mengeratkan pelukannya.


"tentu.. aku akan pergi, aku tidak pernah mengenalimu, tapi kenapa kamu terus memelukku?"


"Karna aku mencintaimu!!!"


Deegggh


perempuan itu terdiam mendengar penuturan revan "Ada apa ini kenapa jantungku berdetak sangat kencan? wajahnya juga seperti tidak asing? kenapa aku merasa memiliki ikatan yg sangat kuat dengan nya?" ucap perempuan itu dalam hati nya.


"Hay.. kamu tidak mengenaliku bahkan ini adalah hari pertama pertemuan kita, bagaimana mungkin kamu mencintai aku? kamu sangat konyol bahkan aku baru kembali dan aku sangat yakin ini adalah hari pertama kita bertemu!"

__ADS_1


__ADS_2