
"Sayang kita sudah sampai bangun lah" Revan mengusap lembut pipi Amanda dia mencuba membangun kannya yg sedang tertidur di kursi mobil samping Revan
"eemmhh" Amanda mengeliat membuka matanya perlahan
Deegggh
Amanda sangat terkejut saat membuka matanya saat melihat apa yg ada di depan mobilnya, Air matanya mulai membasahi pipi Amanda
"Sayang kamu??"
"iya kita disini Sayang, ayu kita turun temui merika, bukankah kamu sudah lama tidak bertemu merika? di dalam sudah ada Zidan yg menunggumu"
"Terimakasih Sayang, apa ini kejutan yang kamu maksud?"
"eemmhh...iya sayang apa kamu senang?"Revan mengusap lembut kepala Amanda
"iya aku sangat senang!" Amanda langsung memeluknya dengan erat seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi dan dilihatnya.
"Mama... papa?!! Ayuuuuu" Teriak Alika sudah tidak sabar lagi ingin turun dari mobil
"hahahaha.. iya sayang ayu kita turun" Amanda dan Revan tertawa terbahak-bahak melihat wajah Alika yg terlihat marah merika lupa kalau ada dua anak yg ada di belakang merika, Sedangkan Alka Hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua orangtuanya.
Amanda sudah turun dari mobil dan menatap Rumah yg ada di depannya, rumah itu tidak besar dan terlihat sudah tua dan kumuh namun di hati Amanda itu penuh dengan kenangan masa lalu nya dimana masa remajanya di habiskan
"Dinda?... ibu Anisa keluar dari rumah dan melihat Amanda yg berdiri nampak bingung menatap ke arah rumah bulir-bulir air matanya mengaliri dipipi ibu Anisa, Amanda tersadar dan langsung berlari memeluk ibu Anisa dia menangis sejadi-jadinya dia menyesalinya karena baru saja menemui ibu Anisa.
"ibuuuu.... ma'maaf kan.. din'da" Amanda sangat merindukan susuk ibu Anisa yg begitu menyayangi dirinya beliau sangat menyayangi Amanda layaknya putrinya sendiri.
"Sayang apa kabar kamu nak, sudah lama sekali kamu pergi meninggalkan ibu, lihat dirimu kamu sekarang kamu sangat cantik Sayang ibu tidak percaya jika ibu punya anak secantik ini?" tutur ibu Anisa begitu bahagia saat bisa bertemu lagi dengan Putri angkatnya yg sudah di anggap seperti putrinya sendiri
__ADS_1
"Dinda.. baek bu, maaf Dinda tidak memberi kabar kepada ibu selama ini"
"iya Sayang tidak apa-apa" ibu Anisa dapat memahami situasi yg di alami oleh Amanda Zidan sudah menceritakan tentang Amanda yg selama ini menghilang dan apa yg sudah menimpanya.
"ibu apa kabar?" Revan mulai mendekati Amanda dan ibu Anisa yg sudah melepas pelukan merika
"ibu baek nak, selamat ya nak perjuangan kamu bertahun-tahun tidak sia-sia, akhirnya kamu bisa menemukan Dinda" ibu Anisa memeluk Revan juga setelah melepas pelukan Amanda.
"iya bu, terimakasih" Revan tersenyum lembut pada ibu Anisa
"Papa" Alika dan Alka juga turun dari mobil dan memeluk kaki kanan Revan
"Revan merika?" ibu Anisa bingung melihat ada dua anak kembar yg ada di samping Revan merika begitu mirip dengan Amanda dan juga Revan, Zidan sengaja tidak memberi tahu ibu Anisa kalau sebenarnya Revan dan Amanda sudah memiliki dua pasang anak kembar.
"Merika anak Dinda dan saya bu" ucap Revan sambil tersenyum lebar ketika melihat kedua putra putri nya.
"Cucu ibu???" betapa terkejutnya ibu Anisa saat mengetahui kalau sekarang Amanda sudah memiliki dua orang anak.
"Alka Alika ayu Sayang sapa nenek"
"Okey.. papa" jawab Alka dan Alika bersama
"Hay nenek saya Alka dan saya Alika panggil saja ika" Ucap Alika nampak centil dan mengedipkan matanya
"wahhhh... cucuku sangat lucu berupa usia kalian?" ibu Anisa mendekati Alka dan Alika dan mengusap lembut pipi merika.
Alka dan Alika menjawab pertanyaan ibu Anisa merika terus berbicara sedangkan
Revan mulai mendekat ke arah Amanda dan menggandeng pinggang Amanda dengan tangan kanannya "Sayang sepertinya ibu sangat bahagia mengetahui kalau kamu sudah punya anak, aku punya ide bagaimana kalau kita tambah beberapa lagi?" Revan tersenyum lebar pada istri nya.
__ADS_1
"Aaawww, Sakit Sayang" teriak Revan kesakitan, Amanda mencubit perut Revan yg sedang mencuba mengguda nya lagi.
"Apa kamu pikir semudah itu melahirkan bayi?" tidak aku tidak mau!" Amanda memalingkan wajahnya dia tersenyum lebar ketika melihat wajah Revan yg memelas meminta ingin punya bayi lagi.
"Sayang'' Revan terus memperlihatkan wajah memohon kepada Amanda
"hahahaha.. iya" Amanda tertawa terbahak-bahak melihat wajah Revan
"Benarkah? kamu janji Sayang setelah ini kamu akan habis kulahap" bisik Revan kegirangan karena itu adalah jawaban yang sudah lama dia tunggu.
Gleekkk
Amanda susah payah meneguk ludahnya, sekarang dia yg mulai gugup, dia merutuki dan marah pada dirinya sendiri kenapa mengiyakan permintaan Revan.
"kakak ayu masuk kenapa kalian masih diluar?" Zidan berdiri di depan pintu masuk kedalam rumah disana sudah ada Kanya dan Riyan yg juga telah menunggu kedatangan Revan dan Amanda
"Wah dia juga disini? kapan dia datang bu?"
tanya Amanda pada ibu Anisa
"Kemarin, dia bilang akan ada tamu sepesial yg akan datang, ibu tidak menyangka kalau ternyata tamu yg di maksud oleh Zidan itu ternyata kamu nak"
"iya, aku juga tidak tahu kalau aku akan di bawa Revan kesini, seperti nya dia sudah merencanakan ini" Amanda tersenyum melirik pada Revan yg berjalan ada di sampingnya.
"Terimakasih banyak Sayang, kamu begitu peduli dengan ku aku tahu kamu mencintai ku lebih dari apapun dengan kau begitu sabar menungguku itu sudah menjadi bukti bahwa kamu memang mencintai ku begitu dalam dan tulus.
tuhan mendengar di setiap do'a yg kamu luntarkan untuk bisa menemukan apa yg kamu cari selama ini dan akhirnya kita bersama dan sekarang kita sudah memiliki Alka dan Alika buah cinta kita" gumam Amanda dalam hatinya ada bulir Air mata lagi yg lulus dari mata Amanda.
Hay Author mau kasih tahu nih, kalau sebentar lagi Novel ini akan tamat, tapi jangan sedih karena setelah ini akan ada novel baruku yg berjudol My Love Kiara jangan lupa vote dan komen yah😘
__ADS_1