
Setelah selesai makan Amanda mulai membuka pembicaraan Nya pada Zidan dia tersenyum saat melihat Zidan terus melirik pada Alka dan Alika saat dia makan yg terlihat jelas bahwa Zidan saat ini penasaran dengan anak kembar yang ada dihadapannya
"Zidan merika anak-anak kakak''
"hahh?!.. kapan kakak menikah kenapa kakak tidak memberitahu ku?
"Ceritanya panjang, dan itu sudah hampir 5 tahun Zidan, Kakak juga masih belum ingat siapa kakak waktu itu" Terlihat jelas ada kesedihan di mata Amanda
"Maksud kakak apa, Katakan kak apa yg terjadi sampai kau pergi meninggalkan rumah, nenek bilang kau lari dari rumah karna tidak tahan hidup susah dan mencari laki-laki kaya untuk kau nikahi, tapi aku tidak percaya pasti ada hal serius yg menimpa kakak kan?" Zidan bingung saat Amanda mengatakan kalau dia tidak ingat siapa dirinya dan banyak sekali pertanyaan yang dia pendam di dalam hati nya
"Saat kakak pulang dari sekolah dan berpisah dengan Kanya kakak di culik Zidan, dan saat lari kakak mengalami kecelakaan mobil, kakak mengalami Koma saat kakak sadar ternyata itu sudah 2tahun berlalu dan lebih parahnya lagi kakak tidak ingat memori tentang masa Remaja kakak"
"Apa...!! Siapa orang yang menculik kakak, apa kesalahan kakak sampai merika berani menculik kakak? Zidan menggenggam tangannya erat dia merasa geram
"waktu itu kakak pulung sekulah melihat ada seorang pemuda yang mengalami kecelakaan dan orang yang menculik kakak tidak terima karena rencana nya gagal karena dia pikir kakak lah penyebab kegagalan rencananya itu '' Amanda menceritakan semua kejadian itu pada Zidan
''orang kaya memang selalu seperti itu saling menghancurkan walaupun merika bersaudara hingga orang biasa seperti kita juga harus menerima perlakuan buruk merika karna sudah menolong musuh merika"
"Tidak semua nya seperti itu Zidan, merika hanya di kuasai oleh ketamakan hingga lupa pada rasa persaudaraan dan menjadi kebencian hingga akhirnya merika bermusuhan, tapi kita tidak bisa menilainya sama pasti ada orang baek juga"
"yaa.. kakak benar, lalu dimana kakak tinggal saat itu, kenapa kita tidak pernah bertemu?
"Saat kakak koma, orang yg menabrak kakak membawaku keluar negeri untuk berobat setelah sadar kakak menetap tinggal disana selama sepuluh tahun dan sungguh kakak juga kaget saat mengetahui kalau merika ternyata orang tua kandung kakak saat itu"
"benarkah? pantas kami mencari kakak kemanapun tidak pernah menemukan kakak, bahkan pemuda yg kakak tolong juga mencari informasi tentang kakak dia mencari kakak selama 10tahun tapi hasilnya masih saja sama, Kak apa benar merika orang tua kandung kakak?!" tanya Zidan masih tak percaya.
__ADS_1
"ya benar merika orang tua kandung kakak, Saat sudah berbulan-bulan kakak mulai mengingat masa kecil kakak bersama merika dan akhirnya merika melakukan tes DNA dan hasilnya benar, kakak adalah anak merika, apa benar yg kamu katakan pemuda itu mencari kakak? Amanda tersenyum dan mulai penasaran bagaimana Revan mencarinya
"Syukurlah kalau memang merika orang tua kakak apa merika memperlakukan kakak baek?
"ya merika memperlakukan kakak sangat baek Zidan, ayu katakan bagaimana pemuda itu mencari keberadaan kakak?" Amanda sangat penasaran dengan perjuangan Revan saat masih mencarinya dulu.
"Aku kasihan dengan nya kak, seperti nya dia sangat mencintai kakak padahal kalian hanya bertemu satu kali saja, setiap bulan dia akan datang ke desa mencari informasi apa kakak sudah di temukan atau belum, bahkan dia terus mencari kakak walaupun tidak ada jejak sama sekali tentang menghilang nya kak Dinda, jika dia tahu kalau kakak sudah menikah aku tidak tahu apa yg akan terjadi" Zidan menundukkan kepalanya sedih dia merasa kasihan terhadap pemuda itu walau sebenarnya dia tidak tahu kalau Amanda menikah dengan Revan pemuda yang dulu dia sudah tolong
"kakak tidak menyangka dia begitu peduli dan mencintai kakak selama ini, tapi Zidan mungkin ini sudah takdir kami"
"ya mungkin begitu tapi aku harap dia tidak akan terluka saat bertemu kakak yang sudah menikah dan memiliki anak-anak kembar seperti kepunakan ku yg cantik dan tampan ini" ucap Zidan menatap kedua kepunakan nya itu.
"ya kakak harap dia bahagia" ucap Amanda sambil tersenyum misterius dia sengaja tidak memberi tahu Zidan kalau laki-laki yang dia nikahi sebenarnya adalah Revan pemuda yg Zidan sebutkan
"Oh ya Zidan hari ini ulang tahun papa nya anak-anak kamu ikut kakak ya kerumah biar kamu ketemu suami kakak juga"
"kamu bekerja di kota ini?
"iya aku bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota ini kak"
"Dimana kamu bekerja? apa kamu bekerja di perusahaan MAHENDRA?
"Tidak kak, aku tidak ingin bekerja di sana itu adalah perusahaan pemuda yg dulu kakak tolong aku tidak ingin bergantung padanya aku lebih suka merintis dari bawah"
"kamu hebat, kakak bangga sama kamu itu membuktikan bahwa kamu benar-benar adik kesayangannya kakak!! lalu dimana kamu bekerja?!"
__ADS_1
"Di perusahaan MAYDA kak, kakak tahu kan perusahaan itu, orang-orang mengatakan kalau penerus perusahaan itu adalah seorang perempuan jenius dan berbakat tapi sampai saat ini aku belum pernah bertemu dengan nya padahal hampir 5tahun aku bekerja disana" Amanda tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa mendengar penuturan Zidan saat ini dia benar-benar kaget
"kamu bulus saja untuk hari ini, kamu tidak akan di pecat''
"Kak apa yg kamu lakukan? jangan bertingkah seperti kamu adalah bosnya di perusahaan itu membiarkan aku bulus sesuka nya''
"Jika aku mengatakan kalau aku memang bosnya bagaimana? Apa kamu percaya?
"hahahaha kak bercandaan mu tidak lucu" Zidan tidak percaya dengan perkataan Amanda dan tertawa terbahak-bahak
"Ah kamu ini lambat ayu ikut kakak pulang bantu kak menyiapkan pesta ulang tahun kakak ipar kamu aku sudah menyuruh orang untuk mendikur, ketring di rumah dan untuk koe ulang tahun aku harus membuat nya sendiri jadi kamu harus membantu kakak" Amanda menarik tangan Zidan dan berdiri
"Ayu sayang kita pulang kita harus siap-siap"
"Okey.. Mama" ucap Alka Alika bersamaan dan berjalan keluar Restoran mengikuti Amanda
Sesampainya di depan mobil Amanda, Zidan terdiam menatap Mobil Amanda "Kak apa ini mobil mu? ini sangat mahal bukan?!'
Amanda kaget, bukankah menurutnya ini mobil paling standar yang digunakan kenapa masih terlihat mahal
"Iya ini mobil kakak, siapa bilang ini mahal ini biasa saja jangan berlebihan" ucapnya dan membantu Alka dan Alika memasuki bangku penumpang di belakang dan setelah nya dia juga masuk kedalam Mobil.
"Ayu Zidan masuk kamu tunggu apalagi? Amanda memanggil Zidan yg masih bengung
"Ah.. iya kak"
__ADS_1
Setelah Zidan memasuki mobil Amanda perlahan menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan Mall yg baru dia kunjungi