JANJIKU

JANJIKU
Aku tidak peduli


__ADS_3

"Revan sampai kapan kamu akan tetap seperti ini? kamu terus mengurung diri di rumah, perusahaan juga perlu kamu!"


Revan tetap diam, dia duduk di kursi meja ruang bacanya sambil membelakangi Riyan yg berdiri menghadap Revan, dia terus mengisap rokoknya tanpa henti entah sudah berapa banyak dia menghabiskan rokoknya tanpa mengisi perutnya selain terus mengisap rokoknya.


"Aku tidak peduli!!


"ya kau tidak peduli lalu bagaimana dengan para pegawai, yg sudah bekerja di perusahaan? jika terjadi sesuatu dan perusahaan terancam bangkrut bagaimana?


"Aku tidak peduli!! Sahutnya lagi.


"Lalu bagaimana dengan orang tua mu, merika sudah mendirikan perusahaan MAHENDRA sejak merika masih muda dan merintis semua dari awal?!"


"Merika kayaraya, dan bisa membangun lagi!


"Revan sudah cukup! bukankah ini kemauanmu? Kau sendiri yg menginginkan meninggalkannya dan itu sudah keputusanmu sendiri tanpa mempertimbangkan perasaannya, jika Amanda tahu yg sebenarnya dan kamu menjadi seperti ini apa menurutmu yg akan dia lakukan? dia akan sedih dan terluka Revan! apalagi jika dia melihat kondisi kamu saat ini dia akan sedih!


"Aku sudah menyakitinya Riyan!!


Revan menitiska air mata, punggungnya bergetar saat dia mulai terisak dalam tangisnya dengan tetap memunggungi Riyan.


Riyan mendekati Revan dan memegang sebelah bahu Revan mencuba menenangkannya.


"Aku mengerti perasaanmu kawan, aku sudah mengatakannya sebelumnya bahwa kamu tidak akan bisa meliwati ini semua, kamu sudah pernah kehilangan dia cukup lama tapi ini juga sudah menjadi pilihanmu sendiri dan kamu jangan lupa ini untuk kebaikan nya kamu rela melepaskan diri nya untuk keselamatan nya bukan?!"


"Eemmh.. aku tahu itu, aku tidak berdaya!!" Lirihnya begitu memilukan


"Lalu kamu harus kuat kawan, kamu harus menjalani hidup mu dengan baek, walaupun kalian saat ini tidak bersama cubalah untuk menjalani hidupmu, walau kalian berpisah Amanda juga tidak akan senang dengan keadaan kamu yg tidak baek Seperti ini, jadi jika kamu menjalani hidup mu seperti biasanya itu akan membuatnya merasa menjadi lebih baek!!"


"eemmh baeklah besuk aku akan bekerja"


Revan mengusap wajahnya yg berlinang air mata dan berdiri melangkah meninggalkan ruang kerjanya.


"Semoga setelah ini kamu bisa meliwati nya Revan dan menjadi orang yang kuat kembali, kamu tidak boleh lemah aku tahu ini sangat berat dan sulit untuk kamu jalani tapi kamu tidak bisa terus terpuruk dalam kesedihan.

__ADS_1


Riyan pun juga keluar dari ruang baca Revan dan meninggalkan kediaman Revan..


Di laen tempat Amanda sedang duduk di sofa balkon Apartemen nya sambil memandang kepadatan kota, sesekali air matanya juga jatuh, Ramon selalu menemaninya Walau Amanda masih belum bisa terbuka padanya tentang apa yg terjadi.


"Sayang.. apa kamu sudah makan?!"


Ramon mendekati Amanda yg sudah lama dia lihat Amanda duduk melamun.


"Nanti saja aku masih kenyang kak, kakak sendiri apa sudah makan?


"Bagaimana mana kakak bisa makan, kesayangan kakak selalu melamun sendirian dan tidak mau makan apapun sejak dia datang kesini" Ramon menyelipkan rambut Amanda kebalakang telinganya dan membelai pipi Amanda lembut


"kakak harus makan nanti kakak sakit"


"Kakak akan makan, tapi kamu juga harus makan, bagaimana?


"Kak aku...


sebelum Amanda bisa menulak Ramon sudah menarik tangan Amanda dan membawanya kemeja makan.


"Kak aku ke.. eeemmm" Ramon langsung menyuapkan makanan kedalam mulut Amanda tanpa menunggunya menyelesaikan apa yg ingin dia katakan.


"Bagus.. kalau begitukan kakak senang jadinya" Ramon menepuk kepala Amanda begitu lembut dia sungguh merasa terluka dengan kondisi Amanda saat ini.


Amanda tidak bisa berkata-kata lagi dan dia hanya bisa cemberut dengan Ramon yg terus menyuapi Amanda sampai makanan yg ada di piring sudah habis tidak tersisa lagi.


"Apa kamu mau tambah lagi?!"


"Tidak kak, aku sudah sangat kenyang kakak memberiku makan seperti aku belum makan setahun!" rengeknya


"hahahahaha.. kamu ini, bukankah kamu memang tidak makan selama beberapa hari?


makanya kakak memberimu makan yg banyak agar stamina tubuh kamu terisi lagi sayang, apa kata orang nantinya saat melihat mu yang seperti ini?! mungkin aku akan dilengser dan tidak menjadi dokter lagi" kekehnya mencandai Amanda

__ADS_1


"Kak aku sangat menyayangimu?!"


"hemmmm.. kakak juga sangat menyayangi kamu sayang" Ramon memeluk Amanda kedalam dekapannya


"Hay.. sebesar apapun masalah yg kamu alami jangan terlalu larut dalam kesedihan, Kakak tidak ingin kamu nantinya jadi sakit sayang"


"eemmh.. terimakasih kak"


"Kakak sudah menghubungi mama papa, dan merika akan kesini sayang"


"Apa kakak memberi tahu mama papa kalau aku ada disini?!" Amanda nampak terkejut saat mendengar Ramon memberitahu nya


"eemmhh.. kakak tidak ingin merika khawatir, karna merika nanti akan mencari kamu sayang" Sahutnya menjelaskan.


"Tapi kak ini terlalu berlebihan jika mama papa harus kemari"


"Tidak apa-apa merika juga ingin menemui kakak, sudah lama juga kakak tidak pulang dan bertemu mama papa"


"kapan merika kesini kak?!"


"mungkin beberapa hari lagi, papa masih ada yg perlu di lakukan di perusahaan pekerjaan nya masih ada yg belum bisa dia tunda"


"aku sangat merindukan merika kak"


"heemmhh.. kakak juga merindukan merika, tapi rasa rindu kakak sedikit terobati karna ada kamu disini.


"hemmm..Kak aku ingin mengatakan sesuatu pada kakak tapi Manda minta kakak jangan marah ya?


"Apa itu? memangnya kapan kakak pernah marah dengan kamu kamu sayang?" ucapnya Begitu lembut sambil terus mengusap kepala adik kesayangannya itu.


"tidak.... kakak tidak pernah marah dengan manda, kakak selalu baek dan peduli dengan manda hanya kakak yg bisa memahami Manda sejauh apapun"


"ya kakak tahu itu" Sahutnya membenarkan perkataan Amanda

__ADS_1


Amanda sedikit tersenyum mendengar penuturan Nya Ramon dan Amanda melihat lagi pada kakanya sedikit ragu, apa harus mengatakan nya atau tidak tentang apa yg telah dia lewati selama beberapa bulan terakhir pada sang Kakak.


__ADS_2