
Sesampainya Revan didalam Villa Revan langsung menuju kamarnya dan memanggil pelayan menyuruh memanggil seorang Dokter
Revan duduk disamping Amanda dan mengusap tangannya lembut..
"Sayang kamu kenapa? tangan kamu sangat dingin, apa yg merika lakukan dengan kamu?
Revan mengusap wajahnya gusar dia bingung harus bagaimana.
tok..tok..tokk..
"Tuan dokternya sudah tiba untuk memeriksa nyunya" ucap kepala pelayan Vila yg ada disana
"Masuk!!
"permisi tuan" ucap dokter setengah baya itu dan mulai memeriksa Amanda.
"Bagaimana? apa yg salah?!"
"Tuan seperti nya istri anda hanya mengalami syuk dan kelelahan, dia hanya perlu istirahat, ini resip obat untuk istri Anda"
"eemmh!!
Revan menghembuskan nafas lega pasalnya Amanda tidak pernah seperti ini Revan sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk menimpa istri nya.
Setelah kepergian dokter Revan merebahkan tubuhnya di samping Amanda dan tidak lama diapun ikut tertidur disampingnya sambil terus memegangi tangan Amanda.
Amanda bermimpi dia berada di suatu tempat bersama seorang pemuda dan menggandingnya
"Zidan suatu hari nanti Kakak ingin kamu selalu ada di samping kakak"
"tentu aku pasti melakukan nya, aku tidak ingin ada yg menyakiti kakak, kemanapun kakak pergi zidan pasti ada disana"
"Kamu ini, kakak yakin jika suatu hari kamu menemukan gadis pilihanmu kamu pasti akan melupakan kakak!"
"hahahaha kakak benar sekali"sahut Zidan tertawa lepas hingga dinda dan zidan tertawa bersama sama
"kak dinda!! Kak dinda!! Sini kejar Zidan ayu kak Dinda.
__ADS_1
Braaakkkkk
suara dentuman sangat keras menabrak tubuh Dinda hingga dirinya terpental cukup jauh dari pusisi nya berdiri sebelum nya.
"Tidaaaaak!!!
Amanda terduduk sambil berteriak badannya gemetaran, air matanya berjatuhan Amanda menangis histeris bahkan baju yg dia kenakan basah kuyup.
"Sayang tenanglah! Revan terbangun kaget dan langsung memeluk istrinya
"Zi..dan.. Zidan kamu dimana dik kak Dinda takut. heee!.. hee..! Amanda terus meracau mata nya masih menatap kosong seperti dia sebelum pingsan.
Revan melihat jam didinding menunjukkan jam 3pagi kemudian Revan menyalakan lampu, mengambil air dan memberi minum untuk Amanda agar sedikit tenang.
"kita dimana?"
"Kita masih di Villa sayang, ayu tidur saja lagi ini masih sangat pagi kamu harus istirahat"
Amanda hanya mengangguk menurut dan kembali tidur lagi sambil memeluk Revan dia memegang erat baju Revan seakan takut dari sesuatu
"Sayang.. ada apa ini, kenapa kamu selalu bermimpi buruk! gumamnya dalam hati setelahnya Revan memejamkan matanya lg dan tertidur.
"Tuan Firman kita sebentar lagi akan berlabuh di dermaga" lapurnya
"Ahhh.. ini sangat menyenangkan! sudah lama aku tidak bermain, kepunakan ku yg tampan, tunggulah aku akan tiba! hahahaha
Ke esukan harinya Amanda bangun lebih dulu, wajahnya masih sangat pucat, dia seakan-akan berjalan dengan tatapan kosongnya.
"Siapa aku? Apa ini? apa sebenernya yang terjadi dengan diriku? Apa karna ini Revan menikahiku?!" berbagai pertanyaan muncul di kepalanya, lama Amanda merenung ditepian samping Villa sambil terus menatap Kosong.
Revan terbangun dan merasa Amanda tidak ada di samping nya dia langsung berlarian keluar Villa dengan ketakutan nya, sampai dia melihat Amanda duduk sambil menatap kosong ke sembarang arah.
"Hay.. sayang ini sangat pagi kenapa kamu disini? disini dingin, kamu bisa masuk angin nanti" tegur Revan yg sudah mulai bisa bernafas lega setelah melihat Amanda yg nampak baek-baek saja.
Amanda masih diam tak bersuara, tiba-tiba air matanya lulus dari matanya "Revan jika Dinda mu kembali, apa kamu akan meninggalkan aku?!" Revan terdiam dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa rasanya sangat sulit untuk menjelaskan segala nya pada Amanda dia merasakan dadanya bagaukan tertusuk belati jika mengingat bagaimana selama sepuluh tahun lamanya dia mencari Dinda.
"Hay.. apa yg kamu bicarakan? Kamu istri ku dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu"
__ADS_1
Amanda memandang wajah Revan sekilas
"Beri aku waktu Revan, aku ingin sendiri"
Amanda diam tak bersuara lagi dan berlalu meninggalkan Revan sendirian duduk di bangku, Amanda pergi lagi ke pantai dia mencari keberadaan Devi dan Tania, dia ingin lebih jelas tahu kisah Dinda yg menurut merika adalah dirinya dan jika benar dia adalah Dinda lalu siapa Amanda yg selama ini status nya yg menjadi dirinya sendiri
Sudah 2jam Amanda berkeliling di sekitar pantai mencari mereka tapi Amanda sama sekali tidak menemukan merika.
"Aaawwww.. Amanda memegang kepalanya dia merasa sakit luar biasa seperti sebelumnya ada banyak bayangan yg dia lihat sampai dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.
"Aakkhhh Kepalaku!!" Ringis Amanda merasakan kesakitan yang luar biasa hingga dia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya sangat erat.
"Sakiiiiit!!
"Nona apa kamu baek-baek saja? seorang paruh baya yg meliwati Amanda melihatnya menjerit kesakitan dia tidak tega melihatnya dan mencuba membantunya.
"Kepalaku sangat sakit!!
"ooh.. baiklah dimana kamu tinggal aku akan mengantarmu"
"Aku tinggal disana, Amanda menunjuk Villa besar yg tidak jauh dengan pantai
"Baeklah aku akan mengantarmu ayu, wanita paruh baya itu lantas membantu Amanda dan membawa kembali ke Villa sesampainya di sana Amanda berterimakasih dan masuk kembali kedalam kamarnya"
"Kamu kembali? Revan baru keluar kamar mandi, melihat wajah Amanda yg semakin pucat dia langsung menghampiri nya.
"kepalaku sangat sakit"
"tunggu sebentar" Revan mengambil obat Amanda dan memberikannya
"minumlah ini obat pemberian dokter, kamu perlu istirahat"
"eeemmmh"
kemudian Revan merebahkan Amanda kembali ketempat tidur, karna pengaruh obat tidak lama dia langsung tertidur.
"Sayang aku sangat mencintaimu"
__ADS_1
Cupp
Revan mencium kening Amanda dan berjalan meninggalkan kamarnya dengan perasaan yang kian merumit dengan keadaan Amanda saat ini yg nampak sangat jelas tidak Baek-baek saja.