
Revan terbangun dari tidurnya dan meraba kesamping tapi dia tidak menemukan apa-apa Revan langsung duduk melihat kesetiap sudut karna tidak melihat keberadaan Amanda, dia langsung berlari ke kamar mandi keluar ruang tamu tapi juga tidak ada keberadaan Amanda Revan melihat jam yg menunjukkan pukul 10 dia terkejut
"Akkhh..!! Kenapa aku bisa tidur sepulas ini sih!"Revan memegang kepalanya prostasi dia menyesali apa yg telah terjadi tidak biasanya dia tertidur sepulas itu semenjak kepergian Amanda
Tok..tok..tok..
Revan langsung berlari membuka pintu karna dia pikir itu mungkin Amanda yg sudah kembali
"kamu! Revan merasa kecewa ternyata orang yang mengetuk pintu bukanlah Amanda
"Hayy.. Apa? aku membawa makanan untuk kalian, mungkin kalian perlu makan untuk mengisi tenaga lagi" Riyan senyam senyum melirik Revan
"Apa maksudmu?!! Revan berlalu meninghalkan Riyan dipintu dan duduk di sofa
"Kalian baru bertemu dan mungkin sedang melepaskan Rasa rindu yang sudah membendung kupikir, jadi aku membawa makanan mungkin saja kalian lapar"
"Amanda sudah pergi!" Revan merasa sedih dia berpikir Amanda lari lagi darinya dan tidak tahu kalau sebenarnya Amanda hanya perlu waktu
''Kamu jangan putus asa kamu harus berjuang untuk meyakinkan dia kembali" Riyan merasa prihatin dengan kondisi Revan
"Aku bingung harus bagaimana Riyan, aku juga tidak ingin berpisah dengan Amanda dan anak-anak"
"Maksud kamu anak-anak?
"Amanda melahirkan anak kembar Riyan, aku benar-benar melukai dia aku meninggalkan nya disaat dia sangat membutuhkan aku, dia berjuang keras menjalani hidup dengan membesarkan anak-anak ku sendirian tanpa aku ada disisinya'' Revan merebahkan diri di sandaran sofa dan menatap keatas langit-langit hotel Air matanya terus mengalir Revan menangis terisak
Riyan dan Revan tidak menyadari kalau Amanda sedang mendengarkan pembicaraan merika didepan pintu yg sedikit terbuka
"kamu tenang lah dulu..
Kreekk
tiba-tiba pintu terbuka perlahan dan Amanda berdiri tepat di depan pintu dengan berkacak pinggang dan barang belanjaan dia taruh dibawah didekat kakinya
__ADS_1
"Riyan! tolong ini berat sekali!! Amanda membuang napas kasar dia nampak ngus-ngusan
"Eemmh.. tentu'' Riyan berdiri dan langsung berjalan mendekati Amanda Revan masih tidak menyadari kedatangan Amanda.
Saat Riyan berjungkuk ingin mengambil kantung belanjaan dia melihat ada dua pasang kaki mungil yg berdiri di belakang Amanda, Riyan terkejut dan terduduk
"Hay.. ucap Alika meninguk dari belakang Amanda sambil melambaikan tangannya
"Kamu..?? Riyan tidak bisa berkata-kata Saat melihat Alika dia sangat lucu dan menggemaskan
Revan tersadar saat mendengar suara Riyan yg terkejut dan jatuh di lantai
"Riyan apa yg kamu la... Revan terdiam Saat melihat Amanda yg sekarang sudah berdiri didepan pintu masuk dan ada Alika yg senyam senyum mengagetkan Riyan
"Sayang kamu??"
"Hay.. aku kembali" Amanda tersenyum saat menyapa Revan
Revan tidak peduli lagi dia langsung berjalan mendekati Amanda dan memeluknya erat "Aku pikir kamu akan pergi lagi sayang"
"Om tampan tenapa peluk peluk mama ika? Alika memukul-mukul kaki Revan dengan telapak tangan nya yg kecil
Revan langsung tersadar lagi dan menatap wajah Amanda merikapun tertawa bersama bahkan Riyan juga ikut tertawa
"Hay nak,, dia itu orang jahat dia akan membawa mamamu pergi jauh, jauhkan dia dari mama mu,lihat saja nanti dia akan melakukannya padamu" Riyan menyahuti pertanyaan Alika
"idak.. Om tampan baek ika au om tampan" Alika marah pada Riyan dan menatapnya sinis
"Hahahaha Riyan dia putriku dia tidak akan pernah membenci papanya" Revan menatap Riyan sambil tertawa terbahak-bahak
"Hais..Sial!! nak kamu baru bertemu dengan nya bagaimana kamu tahu di baek?!"
"ika udah pelnah temu om tampan, Om tampan aik ia tan Om" Alika menatap Revan dan di sahut anggukan oleh Revan
__ADS_1
"Kapan kalian bertemu papa sayang? Amanda menanyakan pada Alika dia lupa kalau Alka sudah pernah mengatakan nya
"Mama, Apa mama lupa! tiba-tiba Alka menyahuti dan keluar dari sisi belakang Amanda
"Oh iya mama lupa Sayang" Amanda menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"haaa.. ada satu lagi?!! tapi ini sangat dingin persis papanya hahaha" ucap Riyan tergelak dengan tawanya yg Melihat Alka persis Cetakan Revan yg begitu dingin
Revan menata tajam pada Riyan sekilas kemudian dia mengabaikan nya, kemudian di mendekati kedua anaknya dan tersenyum kembali ''Alka Alika, kita ketemu lagi"
"Hay.. Om tampan"ucap Alika lalu mencium pipi Revan
Revan terkejut saat Alika mencium pipi nya dia langsung memeluk Alika dan menciumi nya bahkan Air matanya juga ikut membasahi pipi Alika
"Papa Alka juga mau! tiba-tiba Alka berjalan mendekati Revan yg sedang menciumi Alika
"Sini sayang papa peluk Alka" Revan langsung menarik Alka kedalam pelukannya dan menciumi nya saat mendengar Alka berkata juga ingin di peluk dan diciumi seperti adiknya Alika
Revan benar-benar bahagia saat mengetahui kalau putranya bisa menerima nya dan memanggil nya dengan sebutan papa langsung
"Aka tenapa panggil Om tampan papa?
"Karna Dia papa kita! ucap Alka sambil tersenyum memeluk leher Revan
"papa kita? mama maksud aka apa mama?
"Sayang,, Om tampan itu sebenarnya papa kalian dia baru tiba beberapa hari yg lalu dan baru bisa bertemu kita, karna papa sangat sibuk" Amanda terpaksa berbohong karna dia tidak bisa menjelaskan secara rinci tentang kehidupan merika sebelumnya
"Oohh.. Alika menganggukan kepalanya mengerti
"Hayyy.. ayulah sudah cukup dramanya dulu kita makan dulu aku sangat lapar, kalian bisa melanjutkan nya nanti" ucap Riyan tersenyum
"Okey.. sayang ayu kita makan dulu papa juga sudah lapar"
__ADS_1
Anak-anak menganggukan kepalanya dan berjalan menuju sofa dengan memegang kedua tangan Revan, Amanda menitiskan air matanya saat melihat Revan dan anak-anak bisa dekat dengan cepat dia tidak menyangka kalau ternyata Anak-anak bisa menerima Revan dengan sepenuh hati mereka begitu juga Revan nampak jelas kebahagiaan yang dia rasakan di wajahnya.