JANJIKU

JANJIKU
Gusip karyawan


__ADS_3

"Papa.. ayu ika lapar papa? Alika menarik-narik baju Revan yg sedang melihat dokumen nya dan menoleh kearah Alika


"Iya Sayang kita tunggu mama sebentar lagi" Revan melihat jam tangannya dan mengerutkan keningnya Amanda tak juga datang padahal dia sudah berjanji akan tiba sebelum jam makan siang tapi ini sudah lewat jam makan siang dia sangat tahu bahwa Amanda adalah orang yang tepat waktu ini seperti bukan dirinya yg telat waktu.


"Tapi ika lapar papa.." Alika memasang wajah cemberut nya


"Ayu nak kita ke bawah saja mungkin sebentar lagi mama akan tiba dan tidak perlu naek kesini, ayu Alka kita tunggu mama dibawah''


Alka hanya mengangguk dan mengikuti Revan berjalan meninggalkan ruang kerja nya dengan menggendung Alika.


"Presdir anda mau kemana?!" Revan berpapasan dengan Riyan yg ingin keruangannya


"Aku akan mengajak anak-anak makan dulu merika sudah lapar, oh ya apa kamu bertemu Amanda di bawah?


"Tidak Presdir saya dari lantai 20 dan belum turun kelantai bawah''


"Oohh baeklah" Revan berlalu meninggalkan Riyan yg masih berdiri menghadapnya


Sesampainya di lantai bawah Revan keluar dari lift dan melihat Amanda duduk di bangku tunggu luby, Alka langsung berlari dan memeluk Amanda.


Revan tersenyum dan mendekati Amanda "Sayang kenapa kamu disini? kenapa tidak naek saja ke atas kami sudah lama menunggu kamu?!"Revan merangkul bahu Amanda begitu saja tanpa peduli terhadap lingkungan perusahaan nya


Amanda Hanya diam dia memasang wajah dinginnya dia sangat kesal dengan kejadian sebelumnya


Flashback on


"Maaf nona seperti nya anda salah, atasan kami masih belum menikah dan memiliki anak jadi saya pikir anda memasuki perusahaan yang salah"


"Tidak saya benar, ini perusahaan MAHENDRA bukan?


"Iya benar Nona ini adalah perusahaan MAHENDRA tapi Anda salah jika mengatakan kalau atasan kami suami anda dia sama sekali belum menikah"


Amanda melihat id nama penjaga keamanan itu dan menatap wajah penjaga keamanan itu lagi " Apa kamu baru bekerja di perusahaan MAHENDRA?

__ADS_1


"iya Nona" sahut nya


"Sudah berapa lama? Amanda menaruh tangannya diatas dada nya


"sekitar satu tahun yg lalu Nona"


"oh yasudah tidak ada gunanya aku berdebat dengan kamu, tuh kamu nanti akan tahu sendiri"


Amanda tersenyum masam dan meninggalkan penjaga keamanan itu duduk di bangku luby yg telah di sedia kan hingga hampir satujam lamanya dia menunggu akhirnya Amanda melihat anak-anaknya


Flashback off


"Tidak ada aku hanya nyaman duduk di kursi ini" ucap Amanda lantang hingga para karyawan yang baru datang dari makan siang merika menoleh ke arah nya


"Hay bukankah itu Amanda Desainer terkenal itu?!" tanya salah satu pegawai Revan saat melihat Amanda


"dia.. kenapa ada di negara kita bukankah dia sangat sulit di temui? rasanya tidak mungkin dia ada disini dengan jadwalnya yang padat.


"Astagaaaaa aku penggemar nya, bisakah aku berfoto dengan nya? aku Sangat-sangat menyukai desain nya"


Para karyawan menatap kearah Amanda dan Revan merika semua antusias melihat Amanda yg terlihat masih seperti anak di usia 18 tahun, padahal usianya sudah memasuki 30 tahun


Revan menatap para karyawan nya tajam, dia tidak suka jika istri nya jadi bahan tuntunan apa lagi jika setiap mata melihat ke indahan tubuh istri nya


"Mama ayu ika lapar..


"Iya sayang Mama kesini juga mau makan sama kalian, Alka kamu juga lapar nak?


"Iya Mama"


Amanda berdiri dan mengganding kedua anak-anak nya dan mengabaikan Revan yg masih berdiri di belakang nya


"Nona Amanda apa boleh saya minta tanda tangan anda'' ucap salah satu karyawan dengan berbahasa Inggris yg sedikit kaku

__ADS_1


Amanda menoleh ke asal suara dan sedikit kaget, pasalnya dia mengira dia tidak seterkenal itu sampai di negaranya juga ada orang yang mengenalinya


"Ahh.. maaf anda mungkin salah orang" ucap nya ramah, dia tidak ingin terlalu dikenali


"Tidak Nona saya yakin Anda Amanda Desainer terkenal itu"


"Huuhh sepertinya aku tidak bisa berjalan kemanapun tanpa menggunakan penyamaran" ucap Amanda dalam hati


"Ayu Sayang kasian anak-anak mereka sudah kelaparan'' ucap Revan dan mengganding pinggang Amanda dan anak-anak yang berjalan lebih dulu, meninggalkan para karyawan nya yang terdiam kehabisan kata katanya karna kaget mendengar atasannya memanggil Amanda sangat lembut dengan sebutan sayang.


"Tunggu-tunggu Apa kalian mendengar itu? Presdir menyebut wanita itu sayang, apa berarti dia selama ini memiliki kekasih?!"


"mungkin saja, pantas Presdir tidak pernah dekat dengan seorang perempuan manapun,, ternyata dia sangat luar biasa, wanita yg dekat dengan presdir bukan sembarang orang"


"Lalu bagaimana dengan 2anak itu, apa merika putra putri merika? merika sangat mirip dengan Presdir dan Amanda Desainer terkenal itu?!"


"jika benar merika adalah pasangan, aku adalah orang singgel yg paling tidak beruntung" ucap salah satu karyawan lagi dan merika terus berbicara dan bertanya tanya apa sebenarnya hubungan atasan merika dengan Amanda


Revan terus mengganding pinggang Amanda sampai mereka memasuki mobil


"Anak-anak kalian mau makan apa tanya Amanda?


"Alka mau masakan Jepang ma,, ya ika juga mau" sahut Alka dan Alika


"Ya sudah, Revan apa Restoran Jepang ada di dekat sini? Amanda sudah mulai tersenyum lagi dia tidak menceritakan apa yg terjadi saat dia tiba di perusahaan MAHENDRA


"Ada Sayang, apa kamu lupa di sekitar sini ada Restoran Jepang yang cukup enak makanan nya"


"ooh iya aku lupa, ya sudah kita kesana saja sayang" ucap Amanda tersenyum lebar dia tidak menyadari dia sudah Mulai bisa melupakan segala keluh kesah kesedihannya di masa lalu.


deeggg


Revan terkejut tapi segera dia sembunyikan dan tersenyum lembut

__ADS_1


"iya sayang..


Revan merasa sangat bahagia akhirnya kata yg selama ini sangat dia Rindukan terucap lagi dari bibir manis Amanda kebahagiaan nya sekarang benar-benar sudah sempurna


__ADS_2