JANJIKU

JANJIKU
Meminta kesempatan


__ADS_3

Revan mendekati Amanda yg sedang duduk di tepi tempat tidur di hotel tempat Revan menginap dia memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Amanda begitu manjanya


"Ada apa sayang?" tanyanya sambil terus memeluk mesra Amanda


"heemmhh.. tidak ada"


"Apa kamu masih memikirkan bagaimana dengan hubungan kita?!"


"Sedikit" ucap Amanda lesu


Cupp


Revan mencium pipi Amanda dan membelai kepalanya dan membalikkan tubuh Amanda agar merika saling berhadapan "Sayang aku sudah membuat kesalahan, aku minta maaf pada kamu, bisakah kamu memberi Aku kesempatan lagi untuk memperbaiki nya, Aku Sangat mencintai kamu dan anak-anak aku tidak bisa hidup tanpa kalian sayang" Revan menangisi sambil terisak dan menciumi tangan Amanda


Amanda membelai pipi Revan dan menghapus air matanya dia juga ikut menangis "Revan kamu telah melakukan hal yang benar kamu melakukan nya untuk mencuba melindungiku, tapi aku masih perlu waktu Revan, aku sendiri tidak mengerti dengan perasaan ku saat ini'' Amanda menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah Revan


"Sayang aku mengerti perasaan kamu, aku hanya minta kamu memberikan aku kesempatan lagi agar aku bisa membuktikan kalau aku benar-benar tulus dan sangat mencintaimu" Revan mencuba untuk terus meyakinkan Amanda yg nampak masih ragu dengan dirinya


Amanda hanya diam dia merasakan dadanya sesak dan sakit saat ini, Revan yg melihat Amanda yg punggung nya bergetar langsung menarik tubuh Amanda dan memeluknya lembut dia dapat merasakan dan tahu betapa terluka nya Amanda saat itu dan sampai saat ini dia masih belum bisa sepenuhnya melupakan itu.


"Mama.. Alika berlari masuk kedalam kamar dengan wajah cemberut nya


"Iya sayang ada apa? Amanda langsung menghapus air matanya begitu juga dengan Revan


"Aka mama.. Aka ambil uah ika" mata Alika berkaca-kaca saat dia memberi tahu kepada Mama nya


"uuhh.. sini anak papa, nanti kita beli lagi yg banyak ya sayang, biarkan saja Alka memakannya" Revan mengangkat Alika dan mendudukkan nya di pangkuan Revan


"Alka juga ya pa?" Alka berdiri di pintu sambil memakan buah yg dia ambil dari Alika


Amanda menepuk dahinya dia kadang merasa sakit kepala saat menghadapi kedua anaknya yg begitu aktif itu, apa lagi jika Alka sedang menjahili adiknya dia kadang merasa kepalanya akan pecah.


"Sayang kamu tenang saja sekarang merika urusanku'' Revan kembali memeluk Amanda sambil memangku Alika

__ADS_1


"Iya Alka nanti papa juga akan membelikanmu buah yg banyak ya nak, Sekarang kalau kita keluar beli es krim bagaimana?!!"


"Mauuuu..!!! Sahut Alka dan Alika, Amanda juga tak kalah semangatnya saat mendengar akan memakan es krim


"hahahaha.. Ayu kita pergi jalan-jalan sekalian kita makan es krim bersama" Revan tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan istri dan anak-anak nya


"Okey.. jawab merika lagi serempak


Setelah merika cukup jauh berkeliling dan mencari toko penjual es krim dan memakan es krim dengan puas, Amanda memutuskan pulang kerumahnya bersama Ramon karna sudah malam.


"Jadi kalian tinggal disini sayang?!" tanya Revan saat melihat kediaman keluarga MAYDA yg cukup luas dan menurutnya sangat bagus untuk lingkungan anak-anak nya.


"eemmh begitulah, ini milik mama papa, sebelumnya aku tinggal di Apartemen bersama kak Ramon"


"Ya benar, Ramon aku sebelum nya sudah bertemu dengan dia Sayang"


"eemmh.. Alka sudah menceritakan semuanya" Sahut Amanda dengan santainya


Revan terdiam sejenak "kapan dia menceritakan nya sayang"


"waahh dia memang putraku dia dapat mengenaliku saat pertama pertemuan kita sayang" Revan menyanjung dirinya sendiri


"merika anak-anak kita!" Ketus Amanda


"hahahah" merika tertawa bersama


"Ayu sayang kasian anak-anak merika mungkin kelelahan habis jalan-jalan" Alka dan Alika tertidur pulas di bangku penumpang belakang merika


Saat Amanda ingin mengangkat Alika Revan menahan nya "Tidak usah sayang biar aku saja kamu tunjukkan kamar merika saja kamu juga sudan lelah dan mereka berat Sayang"


"Tidak papa Revan aku sudah biasa"


Namun Revan tidak mendengarkan Amanda lagi, Revan mengangkat Alika dan Alka secara bergantian, dia tidak membiarkan Amanda mangangkat anak-anak karena menurutnya meraka sudah sangat berat dan tidak tega melihat istrinya yang sudan susah payah membesarkan kedua anaknya hanya sendiri tanpa dia ada disampingnya.

__ADS_1


Amanda hanya tersenyum melihat Revan yg sangat pedeuli padanya dan anak-anak nya


"Revan mandilah dulu biar aku siapkan baju untuk kamu"


"Iya Sayang, dimana kamar kita?!" tanya Revan menatap Istrinya yg semakin Cantik dan mempesuna itu, Revan merasa sangat beruntung memiliki Amanda dalam hidupnya.


"Apa kita akan tidur bersama?!" Amanda sedikit malu sudah sangat lama merika tidak tidur bersama lagi


"Sayang.. kita suami istri, tidak mungkin kan kita tidur terpisah?!" Revan melihat pipi Amanda yg memirah perlahan Revan mulai mendekatinya


"Tapi..


"Ayu antar aku kekamar" Revan tidak mau mendengar kan alasan Amanda dan menariknya membawanya berjalan mencari keberadaan kamar merika


Ke esokan harinya di meja makan semua orang berkumpul Untuk sarapan bersama Revan sudah bertemu dengan Ramon dan berbicara banyak hal dan bercerita kehidupan Amanda selama di luar negeri.


"Ramon mungkin besuk aku akan pulang, dan aku akan membawa Amanda dan anak-anak pulang bersama''


"Apa tidak terlalu terburu-buru?


"Tidak, sudah lama aku mencari Amanda, mama papa juga sangat merindukan menantu merika"


"Lalu bagaimana dengan Om Firman?


"Sudah lama tidak ada kabar tentang nya, tapi aku pastikan dia tidak akan bisa menyakiti istri dan anak-anak ku Ramon''


"Eemmh.. aku percaya kamu Revan"


"Terimakasih"


Lalu merika meneruskan sarapan kadang-kadang Alka akan mengerjai adiknya dengan keusilannya hingga membuat semua orang tertawa, Revanpun sangat menikmati momen dimana anak-anak nya yg begitu aktif tanpa dia sadari buliran bening membasahi pipinya, Amanda yg Melihat itu dapat memahami perasaan Revan dan tersenyum.


"Apa kamu bahagia?!" tanya Amanda sambil mengusap lembut pipi Revan dan menghapus air matanya

__ADS_1


"Hhmmm... Aku sangat bahagia sayang! Aku sudah menemukan alasan hidupku kembali dan ditambah dua malaikat kecil kita yg semakin melengkapi hidupku, aku merasa hidupku benar-benar Sempurna!!"


__ADS_2