JANJIKU

JANJIKU
Rindu


__ADS_3

Revan melunggarkan sedikit pelukannya dan menatap wajah perempuan itu lekat dengan sendu, dia yakin wanita yang ada dihadapannya ini bukan orang lain, Revan memegang kedua belah pipi perempuan itu mengusapnya dengan lembut.


"Dinda apa kamu benar benar tidak mengingatku lagi? kemana saja dirimu selama ini hemmm..? aku terus mencari kamu selama ini, apa kamu tidak kasihan dengan ku? selama 10 tahun aku terus mencari kamu, aku benar-benar benar merindukanmu"


perempuan itu hanya diam mendengarkan Revan dia sendiri bingung harus berkata apa.


"Maaf mungkin kamu salah orang"


"aku benar-benar minta maaf aku tidak bisa menjawap pertanyaan kamu itu karna aku bukan orang yang kamu maksud"


"Ohh ya... namaku AMANDA STIANA MAYDA bukan dinda yg kamu sebutkan tadi"


Amanda melepaskan kedua belah tangan revan dari pipinya dan berlalu pergi.


Revan yg mendengarkan penuturan amanda diam tidak bersuara lagi, dia sangat yakin perempuan itu adalah dinda yg selama ini dia cari bertahun-tahun.


Amanda menuruni anak tangga menuju ruang dapur dan sesampainya diruang dapur dia langsung memeluk mamanya dari belakang.


"hay.. sayang ada apa?"


"tidak ada, amanda hanya ingin memeluk mama sebentar" ucapnya bergelayut manja dipelukan sang mama.


"ma apa amanda punya saudara kembar?" tanyanya begitu pulus.


"hahahaha.. Nadine apa kamu mendengarnya? sepertinya putriku ini baru saja kepalanya terbentur tembok!" ucap mama tasya dengan gelak tawanya.


"mama... Amanda serius!!


"mama juga seriusan sayang"


mama tasya memalingkan tubuhnya menghadap amanda dan berkata "kamu itu anak perempuan mama satu-satunya dan anak mama yg lain nya ya kaka kamu! apa kamu barusan bertemu hantu yg mirip denganmu?!" mama tasya tertawa dia benar-benar bingung dengan putrinya sendiri bagaimana mungkin Amanda bertanya hal yg sangat tidak mungkin.


"ooohhh yasudah!!


"kamu darimana saja, tadi bilang cuma mau ketoelit tapi kenapa lama sekali? bahkan mama sama tante Nadine saja sudah selesai memasak?


"Aku tadi...."


"Dia tadi bersama saya di atas tante"


tiba-tiba ada yg menyahut dari samping mama tasya dan Amanda, lalu merika langsung menoleh kesumber suara.


"waaaaaah.... kalian sudah bertemu?

__ADS_1


tanya mama Nadine yg sedang menyiapkan makanan.


"iya" jawab Amanda dan Revan bersamaan


merika berdua nampak canggung karena menjawab bersamaan.


"kalau begitu kita ngga usah repot-repot deh mengenalkan" ucap mama Nadine


"iya kamu benar ucap Mama tasya menyahut.


"jadi ini amanda teman kecilku yg mama ceritakan tadi ma?" tanya revan kepada mama Nadine


"heemmm.. yasudah lah itu sudah bagus kalian langsung saling mengenali saat bertemu"


mama Nadine melirik mama tasya, mama tasya yang melihat mama Nadine yg menyiratkan sesuatu di balik senyumnya hanya terkikik geli melihat tingkah sahabatnya.


"ayu kita siapkan meja makan dulu! Revan kamu panggil papa kamu sama Om Andika ke ruang makan" ucap mama Nadine pada Revan.


Revan menganggukan kepalanya pelan dan berlalu pergi dari dapur keruang tamu.


Setelah semua makanan sudah siapa Revan kembali bersama Om Andika dan papanya.


Amanda duduk di sebelah kiri mama nya dan papa Andika duduk disebelah kanan, begitu juga dengan Revan dia duduk tepat berhadapan dengan Amanda, sesekali Revan melirik Amanda dalam diamnya perasaannya benar-benar rumit saat ini.


Semua orang mulai makan malam dengan riang tentunya mama Nadine dan dan mama tasya yg heboh dengan cerita masa lalu merika, papa Andika dan papa Riko merika asik bicara masalah bisnis merika masing-masing, sedangkan Amanda dan Revan sesekali merika saling melirik dalam diam.


"ada apa dengan perasaanku? gumamnya dalam hati.


Dreett...drett...


ponsel Amanda bergetar, dia melihat ID yg memanggil, senyumnya langsung merekah amanda memencit tombol hijau dan Lodspiker


"Akhirnya kau menghubungiku juga!" kesalnya


"apa sekarang kamu merindukan ku?"tambahnya lagi


"tidak juga!! ucap seseorang dari seberang panggilan begitu Cuek.


"Aku membencimu!!"


"okey.. aku merindukanmu"


"lalu bagaimana apa kamu akan pulang dan memelukku?"

__ADS_1


"tentu aku akan pulang dan langsung memelukmu, sampai kamu tidak bisa bernapas lagi!"


"hahahaha" Amanda tertawa lepas dia benar-benar geli dengan penuturan orang yg menelponnya.


"okey.. okey.. kamu menang!"


"Ya.. tentu, karna aku sudah menang kamu harus berjanji padaku!" ucapnya begitu senang.


"apa itu?!"


"Jemput aku dibandara nanti"


"Kamu serius?!" Sahutnya terkejut


"Apa aku sedang bercanda?!"


"aaahhh!!.. aku sangat mencintaimu!" Amanda nampak sangat bahagia.


"hahahaha aku merindukanmu cantik"


"dan aku merindukanmu juga!!


"ha.. sudah ku tebak baek lah jaga dirimu baik-baik dan jangan lupa dengan janji kamu!!" ucapnya mengingatkan


"iya aku akan ingat sayang.."


Amanda tersenyum bahagia setelah menerima telpon, tanpa amanda sadari di belakangnya ada Revan yg sejak tadi mendengarkan pembicaraan Amanda ditelpon nya, Revan nampak sedih dan keciwa Setelah mendengar pembicaraan Amanda dengan seseorang yang dia tidak tahu itu Siapa.


"hay.."


Revan mendekat dan duduk di samping Amanda, Amanda menolehkan wajahnya dan tersenyum pada Revan.


"maaf sual tadi"


"Eemmm.. tidak apa''


"kamu sangat mirip dengan nya!"


"aku? siapa dia?" tanya Amanda heran


"dia orang yang kucintai" Sahut Revan dengan teru menatap wajah Amanda.


"lau kenapa kau tidak bisa membidakan antara aku dan dia, biasanya kalau orang yg memiliki kekuatan cinta yg kuat dan dalam, walau bertemu dengan orang yang mirip merika tidak akan merasakan apa-apa walau orang itu terlihat sama"

__ADS_1


"aku juga tidak tahu, mungkin karna terlalu lama tidak bertemu aku jadi seperti ini." ucap Revan yg nampak juga Bingung dengan dirinya sendiri.


"mungkin" Amanda mengangguk mengerti dengan penuturan Revan dia dapat memahami bagaimana perasaan Revan saat ini.


__ADS_2