JANJIKU

JANJIKU
Jangan menungguku


__ADS_3

Lukas merasa tatapan Revan padanya tidak biasa, dia mengerti dan yakin Revan memiliki hubungan yang baik dengan Amanda.


"hay.. Lukas" dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Revan, Revan hanya melirik tangan Lukas dan terus memeluk pinggang Amanda disampingnya


"Waaaaaah.. Manda seperti nya kamu benar-benar melupakan ku?


Seperti nya kamu benar-benar sudah melupakan cintaku" ucap Lukas nampak Keciwa.


Amanda melirik wajah Revan, dan benar saja wajah Revan sekarang sangat menakutkan dia menatap Lukas dengan tatapan membunuhnya.


"haaa.. kak Lukas apa an sih nggak lucu tau bercanda nya" Amanda tersenyum hambar pasalnya dia sangat takut kalau Revan salah paham.


"Aku nggak lagi becanda Manda! Apa kamu sudah lupa bagaimana perjuangan ku?, bahkan aku sampai saat ini masih belum bisa melupakan kamu, aku selalau berdoa agar kamu kembali kenegara ini dan bertemu lagi dengan kakak" Lukas tidak sama sekali tidak peduli dengan tatapan Revan yg benar-bebar ingin membunuhnya.


"Manda berilah kakak satu kesempatan, kaka berjanji tidak akan mengeciwakan kamu" bujuknnya dengan lembutnya


"Revan bisa beri aku dan kak Lukas waktu sebentar? Revan mengangguk memberikan waktu untuk Amanda dan lukas, Revan berjalan menuju parkiran mobil nya dan menunggu di depan mobil.


"Kak bukan kah aku sudah mengatakannya, jangan menungguku, aku.. aku minta maaf aku tidak bisa kak" Sesal Amanda merasa tidak enak hati.


"Kenapa Amanda? apa selama ini tidak cukup untuk kakak menunggu kamu bertahun-tahun, apa selama ini kamu mencintai nya? Sehingga kamu tidak pernah bisa menerima kakak? tanya Lukas menunjuk Revan yang ada di parkiran.


"Kak dengar kan Manda, kakak tidak bisa memaksakannya, Manda tidak ingin menyakiti kakak dengan menerima kakak, sedangkan Amanda tidak memiliki perasaan terhadap kakak, Manda tahu kakak sangat menyayangi Manda, tapi Cinta tidak bisa di paksakan kak"


"Apa tidak ada sedikit pun perasaan itu untuk kakak? manda kakak sangat mencintai kamu kakak tidak ingin yg lain selain kamu"


"Kak Amanda menyayangi kakak Lukas seperti Manda menyayangi kak Ramon"


Lukas nampak berubah sendu bahkan buliran bening yg ada di matanya hampir lulus dari pelupuk matanya, wanita yg dia cintai tidak pernah memberikan nya kesempatan satu kalipun pada dirinya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan pria itu? Lukas menunjukkan tangannya perlahan menuju Revan yg sedang berdiri tidak jauh dari merika memperhatikan dirinya dan juga Lukas sejak tadi.


Deegggh


Amanda terdiam dengan pertanyaan Lukas, dia sendiri juga bingung apa sebenarnya perasaannya terhadap Revan.


"Apa kamu tidak bisa menjawabnya?" Amanda kembali menatap Lukas dengan sendu.


"Aku melihatnya Amanda aku melihat Cinta itu untuk nya dimata indah mu itu, sebaliknya juga dengan dia, dia begitu posesif terhadap kamu aku tahu sekarang kalian saling mencintai kan?!"ucap Lukas tanpa ragu


Amanda masih diam, dia menatap Revan yg juga dari tadi masih menatapnya.


" iya Kak Lukas.. aku menyukainya.. Aku sangat mencintai nya.. Aku merasa tidak bisa hidup tanpa Revan kak lukas, Maafkan Amanda, mulai sekarang lupakanlah Amanda kak Lukas, bukalah lembaran baru, carilah wanita yg bisa menerima kakak apa adanya dan bukan kekayaan kakak, aku tidak bisa melukai kakak lebih jauh lagi dari ini" Ucapnya lirih dan memeluk Lukas untuk terakhir kalinya.


"Aku harap jika kita bertemu lagi, kakak sudah bisa melupakan perasaan kak Lukas pada Manda" Amanda melepas pelukan nya dan pergi mendatangi Revan.


"Sudah?!!" Revan tersenyum pada Amanda yg melangkah menuju dirinya dan dibalas dengan pelukan oleh Amanda


"ayu kita harus belanja dulu..


"siap bos" ucap Amanda sambil mengangkat tangannya hurmat.


Sepanjang perjalanan Revan terus tersenyum lebar, karna sejak awal Revan mendengar pembicaraan Amanda dan Lukas, Revan bahagia dengan ungkapan Amanda saat dia mengatakan kalau Revan lah orang yang dia cintai bukan Lukas.


"Kamu kenapa senyum sendiri? Amanda bingung sejak merika pergi dari restoran Revan selalu tersenyum bahagia seakan akan mut nya terangkat tinggi.


"Tidak ada apa-apa sayang, ayu kita turun kita belanja dulu untuk mengisi kulkas kita"


"Eemmm"

__ADS_1


Repan terus menggandeng tangan Amanda saat merika membeli berbagai macam keperluan merika tak sekalipun Revan melepas pegangan nya


"Revan aku mau beli sayuran dan ikan"


"Ayu kita kesana, disana banyak sayuran segar"


"eemmm"


"Apa kamu bisa memasak?


"tidak juga, biasanya kak Ramon yg memasak untuk ku" Ucapnya jujur


"kalau begitu biar aku saja yg memasak nantinya"


"Tidak.. aku sudah menumpang di tempat tinggal kamu dengan gratis bagaimana bisa aku membiarkan kamu memasak untuk ku juga"


Revan berhenti dari kegiatan memilih sayurannya dan menatap Amanda lembut.


"Heeey... dengarkan aku, Rumah ku juga rumahmu, segala yg aku miliki juga milikmu jadi jangan pernah mengatakan kalau kamu seakan-akan orang lain untuk ku"


"Tapi...


"sssttt" sudahlah tidak ada tapi-tapian, aku akan mengijinkan kamu memasak jika aku mau saja selebihnya tidak perlu, di rumah ada pelayan yg akan menyiapkan segala keperluan kamu.


Amanda hanya cemberut dan tidak mangatakan apa-apa lagi, selesai berbelanja dan membayar Revan mamasukkan semua keperluan merika dibagian belakang mobilnya, dan masuk mobil pulang menuju rumahnya.


kadang merika bercanda dan bercerita banyak hal yg merika lalui semasa kuliah, dan tidak terasa sampailah merika didepan rumah, Merika masuk rumah bersama, dengan Revan yang membawa semua belanjaan kedapur dan menyusunnya bersama-sama.


"Waah.. senangnya, sekarang kulkas kita penuh sayang" ucapan Amanda Membuat Revan berhasil terdiam, tanpa sadar Amanda langsung menutup mulutnya dan berlari keatas dengan sangat malu.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu lari? ayu Kembali aku ingin mendengar nya lagi"Revan sangat senang dengan apa yg dikataka Amanda dan dia mengikuti Amanda menuju kamar atas..


Amanda tidak peduli dan langsung menutup pintu kamarnya Revan hanya tersenyum melihat tingkah Amanda dan juga berlalu masuk kedalam kamar nya sendiri.


__ADS_2