
"Revan dari mana kamu mendapatkan album ini?
"Aku menemukan nya karna aku selalu mencari keberadaan kamu sebelum kita bertemu lagi beberapa tahun yg lalu sebagai Amanda"
"maksudnya?
"Kamu adalah gadis yg menolong ku waktu aku kecelakaan dipedisaan, mungkin kamu tidak mengingat nya sayang, tapi satu hal yg harus kamu tahu aku mencintaimu sudah sangat lama dan itu semenjak pertemuan pertama kita saat kamu menolongku" ucap Revan mencuba menjelaskan.
"aku sudah mengingatnya Revan'' ucapnya dalam hati
"bagaimana kamu bisa yakin kalau gadis itu adalah aku?
"Sejak pertama aku bertemu kamu dirumah mama aku sangat yakin kamu adalah dinda"
"kamu tidak bisa hanya mengandalkan perasaan kamu belum tentu itu benar"
"semuanya menunjukkan kalau kamu memang Dinda sayang bahkan kalung yg kamu miliki itu adalah pemberianku" Revan memegang leher Amanda dan mencari kalung pemberiannya.
"dimana itu? dimana kalungnya sayang?
Amanda teringat kalungnya yg sudah dia berikan kepada putrinya dan menepuk jidadnya karena lupa.
"Astagaaaa... aku sudah lupa,Aku memberikan nya pada..
"Apa..? kamu memberikan nya? Revan langsung memutung perkataan Amanda karna dia terkejut mendengar Amanda sudah memberikan kalungnya.
__ADS_1
"Sayang aku memberikan kalung mama untukmu agar aku bisa menemui kamu lagi, tapi kenapa kamu memberikannya?"
"kamu sudah memutung perkataan ku" kesal Amanda
"Lalu dimana kalungnya sayang..hemmhh?!"
"Aku memberikannya pada Putri kita" Amanda tidak tahu bagaimana tanggapan Revan dia mangatakan kalau merika memiliki anak
"putri kita? Revan membolatkan matanya sempurna dia sangat bahagia saat mendengar Amanda mengatakan kalau merika memiliki seorang putri dan langsung memeluk Amanda
"Eemmh.. aku mengandung saat meninggalkan rumah dan aku juga tidak tahu kalau aku sedang hamil anak-anak"
"Anak-anak? maksud kamu apa sayang?!" Revan semakin terkejut saat mendengar penuturan Amanda
"Terimakasih sayang aku merasa menjadi laki-laki yg sangat beruntung bisa memiliki mu dan sekarang kamu memberitahuku bahwa kita memiliki dua anak kembar yg sangat lucu, aku benar-benar berterimakasih sayang" Revan menciumi tangan Amanda dan air matanya menetes di tangan Amanda
"Apa kamu tahu aku hampir menggugurkan merika saat itu" Amanda pura-pura masih marah
"Aku minta maaf sayang, aku tidak bermaksud seperti itu menyakiti kamu, aku terpaksa melakukan nya, aku tidak ingin kamu terluka lagi karna ancaman Om Firman"
"Aku tahu jika itu tentang Om Firman dia dulu pernah menculik dan melicihkan aku karna aku sudah menolong kamu Revan, tapi kamu tidak seharusnya melukaiku!"
Revan terdiam mendengar penuturan Amanda "apa kamu??
"Aku sudah mengingat segalanya Revan, bahkan bagaimana aku bisa sampai di desa itu aku juga ingat, ternyata aku hanya anak angkat ibu nisa dan mungkin karna itu juga nenek tidak pernah menyukai aku karna aku hanya menambah beban merika saja"
__ADS_1
Revan membuang nafas lega, akhirnya segala keluh kesahnya selama ini benar-benar hilang ternyata benar Amanda adalah Dinda yg selama ini dia yakini "Syukurlah kalau kamu sudah mengingatnya sayang aku benar-benar minta maaf karna kamu menolong ku kamu berada dalam bahaya"
"Tidak apa-apa, jika bukan karna itu aku juga tidak akan pernah bertemu orang tua kandung ku, yasudah Aku ingin pulang Revan'' Amanda berdiri dari sisi ranjang dan ingin meninggalkan Revan
Revan langsung berlari dan mengunci pintu dan menaruh kunci kedalam saku celananya dan tersenyum "Kamu tidak di izinkan untuk pergi Sayang"
"Revan kita bukan anak kecil, aku tidak punya waktu untuk bermain-main, buka pintunya"
"Aku tidak sedang bermain-main, aku sedang sangat merindukan istri ku" Revan tersenyum lagi
Amanda memiliki perasaan tidak aman, seperti nya Revan merencanakan sesuatu "Revan kamu kamu mau apa?
"Tidak ada, aku hanya merindukan istri ku"
Revan terus berjalan mendekati Amanda
Amanda mundur, dia sangat tahu seperti apa Revan jika dia menginginkan Nya dan dia tidak akan pernah bisa menulaknya, ditambah lagi tubuh Amanda yg sekarang sangat bagus dan sempurna dia seperti belum pernah melahirkan bahkan kecantikan nya tidak bisa diragukan lagi dia benar-benar insan yg terlahir sempurna.
"Revan apa yg kamu lakukan?!
Amanda terjatuh diranjang dengan Revan yg mendurung nya telentang di Ranjang.
"Sayang temani aku tidur sudah lama aku mengalami insomnia, aku hanya tidur beberapa jam setiap harinya, bahkan kadang aku tidak tidur sama sekali, Aku hampir putus asa mencari kamu" Revan merebahkan kepalanya di bahu Amanda dan menghirup aroma tubuh Amanda menenggelam kan wajahnya dileher Amanda.
Amanda masih diam entah kenapa masih ada perasaan canggung di dalam hatinya, mungkin dia masih belum bisa menerima sepenuhnya perlakuan Revan dimasa lalu walau Revan sudah menjelaskan apa alasan dia berperilaku seperti itu.
__ADS_1