
"Aku pikir tidak baek terlalu larut dalam kisah masa lalu, kamu harus membuka lembaran baru" ucap mencuba memberi pengertian kepada Revan dia sedikit ragu untuk mengatakan nya Amanda sadar tidak seharusnya dia mengatakan itu karena merika baru saja saling mengenal.
Revan memandang wajah Amanda lagi dan bergumam di dalam hati "Aku tidak akan pernah melupakan nya Amanda, bahkan dengan kehadiranmu disini semakin aku yakin kamu adalah dia! yang aku cari selama ini, kamu benar ikatan orang yg mencintai seseorang sangat mendalam itu biasanya sangat kuat, dan aku sangat yakin kamu adalah dia Amanda, Wanita yg sudah mengisi seluruh relung hatiku!"
"hay... apa kamu mendengar ku?! tanyanya yg merasa di abaikan oleh Revan.
"eemmm.. aku mendengarnya"
"aku tidak meminta kamu untuk melupakannya, aku hanya berpendapat! tidak terlalu baek untuk kamu terlalu larut dalam kesedihan"
"Hemmm aku mengerti! apa kamu bisa menolong ku?"
"apa itu?" Tanya Amanda
Revan diam sejenak, dia berpikir apa dia harus melakukannya."tidak..!! tidak ada, kamu tidak harus terlibat dalam hal ini!" ucapnya
Revan berlalu pergi meninggalkan Amanda yg kebingungan.
"Apa.. apaan!! aneh sekali dia itu!" Amanda pun beranjak pergi juga dari taman belakang rumah dan mencari keberadaan orang tuanya.
"ma apa kita bisa pulang? besuk aku harus bangun pagi karna aku harus keluar kota!"
ucap Amanda saat dia sudah berada di ruang tamu menghampiri kedua orang tuanya.
"heemmhh.. baek lh"
"Nadine maaf sepertinya kami harus pulang"
mama tasya mengerjabkan sebelah matanya menyiratkan sesuatu.
"yah.. aku masih ingin kalian masih disini, kenapa tidak menginap saja?"
mama Nadine nampak keciwa saat Amanda mengajak mamanya untuk pulang.
"maaf tante mungkin laen kali saja, besuk pagi sekali amanda harus pergi keluar kota"
"benarkah? kamu janji ya nanti menginap disini!" Amanda tersenyum dia menyukai mama Nadine, dia sangat baek pada Amanda.
" iya tante aku janji nanti akan menginap"
"haaa akhirnya aku bisa merasakan kenikmatan memiliki seorang putri" ucap Mama Nadine begitu senangnya, Revan yang mendengar penuturan mama Nadine tersenyum senang melihat mama nya kegirangan.
"Seperti nya aku akan dilupakan!
__ADS_1
ucap revan dengan wajah cemberutnya
"haa.. kamu selalu sibuk dan tidak mau pulang, apa boleh buat Mama sangat senang jika nanti ada Amanda yang menemani mama!"
"baek lah terserah mama saja!" ucap Revan dan berlalu berjalan keluar rumah, semua orang tertawa melihat tingkah Revan yg lucu, setelah kejadian itu Revan sangat acuh bahkan untuk di ajak berbicara saja sangat sulit, baru hari ini Revan mau tersenyum dan banyak bicara lagi.
"pak Riko Kalau begitu kita pamit dulu"
ucap papa Andika pada temannya.
"ya.. hati-hati jangan jera datang ke sini!
"Hemmm tentu, ayu ma.. Amanda kita pulang"
Amanda dan mama Tasya mengangguk dan berjalan menuju pintu keluar, saat merika sampai di depan rumah disana ada Revan yg tengah diam masih belum pergi, Amanda mendekati Revan yg sedang berdiri disamping mobil nya.
"Revan..
Revan menoleh ke asal suara disampingnya dan tersenyum saat melihat Amanda yg tengah berjalan mendekati dirinya.
"Astaga.. senyumnya itu luh, jantung ku rasanya mau cuput" gumam Amanda dalam hati.
"apa kamu mau aku antar pulang?" tawar Revan pada Amanda.
"barang kali kamu mau jalan sebentar?"
"eemmm gimana ya?" Amanda sedikit ragu untuk menulak tawaran Revan padanya tiba-tiba Revan membuka pintu mobilnya, mengisyaratkan agar Amanda masuk kedalam mobil.
Amanda menoleh kepada kedua orang tuanya yg sedang menunggu dirinya.
"ma.. pa.. Amanda pulang sama Revan ya?!"
Mama tasya tertawa melihat tingkah anaknya dia melirik sahabatnya dan di tanggapi anggukan oleh mama Nadine
"ya sudah hati-hati"
"iya"
sahut Amanda tersenyum dan masuk kedalam mobil Revan.
Revan tersenyum lebar karna Amanda mau ikut dengannya.
Saat di perjalanan Amanda hanya diam dia bingung harus bicara apa.
__ADS_1
"dimana kamu tinggal?" tanya Revan membuka pembicaraan agar tidak terlalu canggung dengan Amanda.
" di daerah xxxx" ucap Amanda.
"itu lumayana dekat dengan daerah tempat tinggalku juga" ucap Revan, Amanda langsung menoleh menatap Revan.
"apa kita satu kumplik?!"
"tidak aku di daerah bagian perumahan berbida danganmu, bisa di bilang itu pribadi"
"Wawww kamu cukup kaya ternyata!!
Revan tertawa mendengar perkataan Amanda yg nampak tidak merasa risih dengan dirinya.
"maaf aku memang selalu seperti ini asal bicara" sesal Amanda dia menutup mulutnya dengan sedikit menepuknya karna Saking kesalnya dengan mulutnya yang suka ceplas-ceplos saat berbicara.
"tidak apa, berbicara lebih santai itu lebih baek... aku tidak pernah melihat kamu sebelumnya saat dirumah orang tuaku? ucap revan
"eemmm kamu benar, ini pertama kalinya aku kesana" ucap Amanda membenarkan perkataan Revan.
"benarkah?!"
"eemmm itu benar!"
"lalu bolehkah aku tahu? dimana kamu tinggal sebelum tinggal di kota ini?!" selidik Revan lebih dalam lagi.
"Aku tinggal di luar negara, dan mama papa tinggal di kota ini"
"Wah itu hebat, kamu berani tinggal di negara orang sendirian"
Amanda tertawa mendengar perkataan Revan
"kamu salah, aku tidak sendiri disana"
revan diam sejenak, lalu dia teringat orang yg menelponnya tadi di taman belakang rumah orang tua nya. "kamu tinggal bersama keluargamu?!"
"Tidak papaku anak tunggal jadi kami tidak punya keluarga di luar negeri''
"oohhh.." sahut Revan, dia merasa keciwa Revan yakin Amanda tinggal di luar negara bersama pria yg menelponnya tadi.
Didalam mobil, setelah pembicaraan Amanda dan Revan tadi tak ada lagi yg bersuara. Sampai tidak terasa merika sampai di kediaman keluarga MAYDA Amanda turun dari mobil Revan.
"Revan terimakasih"
__ADS_1
"eemmm,,, sahut Revan berlalu pergi dari kediaman keluarga Mayda Amanda masuk kedalam rumahnya dan langsung kekamar membersihkan badannya, tak berselang lama dia selesai dari ritual mandinya, Amanda langsung saja merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas.