
"Apa maksud anda tuan saya tidak mengerti maksud Anda" Dinda menahan rasa sakitnya karna ditampar begitu keras sampai sudut mulutnya mengeluarkan darah.
"Kamu bertanya apa kesalahan kamu!! lelaki itu mamandang Dinda dengan tatapan tajamnya lalu menarik Dinda dengan kencang dan melempar dinda ke dinding Tanpa belas kasihan sama sekali.
Braaakkkkk
bahkan dinding yg terbuat dari kayu itupun patah karna kena benturan tubuh Dinda
"Aakkhh..." Dinda kesakitan hinggabmulutnya mengeluarkan darah cukup banyak badannya lemas tidak berdaya
"Hahahaha.. ini belum seberapa gadis kecil!! aku tidak akan pernah memaafkan orang yg sudah merusak rencana ku dengan matang!!
"a'pa yg su'dah.. sa'ya laku'kan tuan?
lelaki itu mendekati Dinda lagi dan memegang rambut Dinda dengan kencang "kesalahan kamu adalah karna kamu sudah ikut campur urusanku!! dan kamu telah menolong nya yang seharusnya mati meledak di dalam mobilnya!!
"Maaf tuan, saya hanya menolong orang yang sedang sekarat dan perlu pertolongan bukankah itu hal yg benar"
plaaakkk
plaaakkk
lelaki itu menampar pipi Dinda lagi dengan kencang dia sangat murka mendengar penuturan Dinda.
Wajah Dinda sudah penuh lebam dan darah yg sudah dia muntahkan.
"Kamu benar-benar luar biasa gadis kecil kamu berlagak seperti seorang Malaikat,kamu akan tahu ini jika aku melakukan ini.."
Srreekk.. Srreekk
"Tidaaaaaaakk..!! jangan kumohon jangan!! hentikan tuan kumohon hentikan" Dinda merunta-runta saat lelaki itu merubek baju Dinda dengan tertawa terbahak-bahak melihat betapa ketakutan nya Dinda.
__ADS_1
"hahahaha.. apa kamu suka? akan lebih nikmat jika para lelaki itu menikmati tubuhmu ini gadis kecil lalu setelah itu akan aku bunuh kamu!!
Dinda menatap para bawahan lelaki itu, di belakang nya para bawan itu menatap nya dengan tatapan mesum merika, Dinda menggigilkan tubuhnya bukan maen wajahnya pucat ketakutan dia terus merunta ingin di lepaskan
dreett drreett
ponsel lelaki itu berbunyi dan menghentikan aktifitas nya yg menyiksa Dinda.
"Kamu tidak akan bisa lari gadis kecil!!lelaki itu pergi meninggalkan Dinda "jaga dia jangan sampai dia lari!! Aku masih belum puas bermain dengan nya"
"Baek tuan" Lalu mereka meninggalkan Dinda sendirian didalam gudang tua itu, para bawahan lelaki tua itu menjaga pintu masuk
"aku harus pergi dari sini" ucap Dinda dalam hatinya merintih
Dinda melihat sekitar dan melihat ada cangkul di sudut gudang tua itu, dia mendekati cangkul dengan perlahan karna kaki dan tangan nya yang terikat
Sesampainya Dinda dengan cangkul dia menggesekkan tali tangannya yang terikat sampai putus
"huhh syukurlah ini bisa di lepas! Dinda membuang nafas sedikit lega lalu melepaskan ikatan yang ada di kakinya
Saat Dinda sudah keluar dari jendila ada salah satu bawahan lelaki itu melihatnya
" Hayy mau kemana kamu?!!
Dinda menoleh dan terkejut ternyata dia ketahuan "Astagaaaaa... aku harus larii!!
Dinda terus berlari ke arah jalan setapak, dan setelah cukup lama dia berlari dia menemukan jalan raya dan tiba-tiba
Braaakkkkk
Dinda tertabrak mobil dan terpental cukup jauh, Dinda Melihat samar-samar Cahaya mulai memudar ada dua orang yg berlarian mendekati Dinda
__ADS_1
"Haisss.. s****n!! Aku belum puas menyiksanya dia sudah mati!! lelaki itu sangat marah dan geram dengan apa yang terjadi.
"Tuan sebaiknya kita pergi sekarang bahaya jika kita sampai ketahuan"
Lelaki itu langsung berbalik setelah mendengar perkataan bawahannya dan meninggalkan tempat itu
"Pah bagaimana ini? dia teluka parah pah?
"Mama tenang, seperti nya dia masih bernapas ayu kita bawa dia kerumah sakit"
"iya pah" marika pun mengangkat dinda dan memasukkan nya kedalam mobil dan membawanya ke rumah salit
flashback off
"Kak orang yg menculikku dulu ternyata adalah Om Firman, dan dia marah karna aku sudah menolong Revan di masa lalu, karna itu pula Revan khawatir kalau Om Firman akan melakukan hal yang sama karna ancaman waktu itu karna Om Firman melihatku saat dia mendatangi Revan di kantornya"
"eemmh... Sekarang kakak mengerti sayang, dia sengaja melukai perasaan Nya karna dia tidak ingin kamu terluka untuk kedua kalinya dan membuat kamu membencinya"
"iya kak kamu benar"
"lalu bagaimana apa kamu akan kembali?
"Aku tidak tahu kak! Amanda diam menatap kedepan dengan tatapan kosongnya
"Kalian memiliki Alka dan Alika Sayang" Ramon mengusap lembut kepala Amanda
"Aku tahu kak, merika membutuhkan susuk seorang ayah, dan Revan juga memiliki hak untuk memberikan kasih sayang nya pada anak-anaknya"
"Kamu tahu itu, lalu apa yg membuat kamu masih berpikir untuk kembali hemmhh?!"/
"Aku juga tidak tahu kak, aku merasa sangat merindukan Nya, tapi disisi lain aku merasa sesak seakan masih belum bisa menerima perlakuan nya dulu"
__ADS_1
"kamu sudah dewasa sayang, jangan sampai kamu mengambil keputusan yang akan membuat kamu menyesalinya dan mengurbankan anak-anak''
"Eemmh aku tahu kak" lalu Amanda memeluk Ramon yg ada di sampingnya dia merasa lega setelah memberi tahu dan menceritakan semua kejadian itu