
Amanda sedang berdiri di depan cermin didalam kamarnya dia melihat perutnya yg sudah mulai kelihatan ada benjulan kecil
"Wah nak kamu mulai tumbuh membesar dan baek di perut mama sekarang yah? ucap Amanda sambil mengusap perutnya lembut.
"Jika papa kamu tahu kalau mama sedang mengandung kamu apa yah kira-kira respon papa kamu?
"Mama sekarang sudah mulai bisa menerimanya, walaupun mama sama papa terpisah tapi mama senang sekarang ada kamu yg akan menemani mama, kamulah kekuatan mama sayang" Amanda menitiskan air matanya sambil tersenyum, dia perlahan mengingat masa-masa bersama Revan sebelum merika berpisah.
"Amanda ayu kita kerumah mu, Ramon tadi menelpon ku dan memintaku untuk mengantarmu ke Rumah kalian, Ramon bilang sementara ada mama papa kamu, kalian tinggal di rumah dulu Apartemen terlalu kecil untuk banyak orang"
''hah.....?!! Kak Lukas kapan kamu datang? Amanda bingung kenapa tiba-tiba ada lukas di depan pintu kamarnya
"baru saja, aku sudah memencit bell beberapa kali tapi tidak ada yg membuka pintu jadi aku masuk saja"
"ooohh.. lalu dimana kak Ramon?
"dia pergi kebandara menjemput papa mama mu, ayu aku akan membantumu menyiapkan barang?
"Aahh benarkah? okey kalau begitu, kamu tidak perlu membantuku kak, aku hanya akan membawa keperluan saadanya saja, disana bajuku juga sudah ada''
"Okey kalau begitu kakak akan menunggumu di bawah"
"iya kak"
Setelah Lukas turun, Amanda menyiapkan barang-barang yang dia perlukan saja dan memasukkannya kedalam paper bag.
"Sudah?!!" tanya Lukas yg melihat Amanda berjalan kearahnya
"Iya ayu berangkat kak"
merika pun pergi meninggalkan Apartemen milik Ramon menuju rumah tempat tinggal keluarga MAYDA, Amanda dan Ramon hanya akan tinggal di rumah itu ketika orang tua nya ada disana dan jika merika pulang Ramon dan Amanda akan tinggal kembali di apartemen, Ramon lebih memilih tinggal di Apartemen karna jarak antara Rumah sakit dan Apartemen nya cukup dekat, bahkan bisa dengan jalan kaki saja, sedangkan rumah merika cukup jauh perlu memakan waktu lama sekitar 2jam karna itulah Ramon dan Amanda lebih memilih tinggal di Apartemen.
__ADS_1
Di laen tempat Revan sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri dan Riyan yg sedang mengemudi mobil sesekali melirik Revan yg nampak kacau..
Merika sampai ketempat tujuan dan turun dari mobil, Revan langsung bergegas masuk kedalam rumah dan mencarinya keseluruh ruangan
"Maaf tuan kenapa anda masuk kedalam rumah tanpa minta ijin dulu, saya bisa kena marah majikan saya! salah satu penjaga keamanan mencuba mencegah Revan masuk lebih jauh kedalam rumah.
"Dimana Amanda?!!
"Nona Amanda sudah lama tidak pulang tuan, saya sudah lama tidak melihatnya"
"bohong!! katakan dimana istriku?!!
"Maaf tuan saya berbicara yg sesungguhnya seperti nya anda salah tempat nona Amanda kami belum menikah!
"Kami sudah menikah!! dan katakan dimana istriku!! Revan mulai tersulut emosi dan memegang kerah baju penjaga ke amanan
"Tapi saya berani bersumpah tuan di rumah tidak ada siapapun"
"Merika keluar negeri untuk menemui tuan muda Ramon"
"Apa Amanda juga ikut merika?!
"Tidak tuan, Nyonya dan tuan merika pergi berdua saja saya sendiri yg mengangantar merika berdua dibandara, dan sudah saya katakan nona muda sudah lama tidak pulang, yg saya tahu Nyonya mengatakan dia tinggal di tempat calon suaminya
"Saya lah suaminya!!
"I'iya tuan" penjaga keamanan itu tidak bisa bersuara lagi dan keluar mencuba menghubungi majikannya
"Riyan kerahkan beberapa anak buahmu dan cari keberadaan Amanda, aku tidak mau tahu kamu harus menemukannya!! Aku tidak ingin jika Firman sialan itu sampai menangkap istriku lagi...!!"
"Ya presdir'' Riyan berjalan sedikit menjauh dari Revan dan menghubungi beberapa bawahannya.
__ADS_1
Amanda sudah sampai kerumah nya bersama Lukas, dia melihat mama papa nya yg sedang berdiri menunggunya di depan pintu, Amanda sedikit merasa sedih dan bersalah karena sudah membuat merika terluka akan ulahnya.
"Hay.. kita sudah sampai ayu turun?
Lukas memegang tangan Amanda yg terdiam melamun, dan lukas yg melihatnya langsung memegang nya agar tidak terlalu larut dalam lamunannya
"Oh.. iya kakak" setelah Amanda turun dia berlari menuju mana Tasya yg tersenyum melihat putrinya
"Haayyyy... Stop!!! jangan lari nanti kamu jatuh sayang!" Ramon kaget dan langsung berteriak tatkala dia melihat Amanda sudah berlari menuju mama tasya.
Amanda teringat akan kandungannya dan berjalan kembali, dia benar-benar lupa kalau saat ini dia sedang hamil saking senangnya melihat Mama tasya, sasampainya di hadapan mama Tasya dia langsung memeluk dan menciumi pipi mama tasya.
"Maaah Amanda sangat merindukan mama" tangis Amanda pecah saat dia memeluk mama tasya erat.
"Heemmm anak mama yg cantik, mama juga sangat merindukan kamu sayang"
"Hay.. apa kamu tidak merindukan papa?! Papa Andika pura-pura marah dan merajuk
"Amanda merindukan papa juga"
Amanda yg masih dalam pelukan Mama Tasya membuka tangannya dan minta di peluk bersama, papa Andika pun langsung memeluk amanda dan mama tasya merika bertiga saling berpelukan.
"Hay... hayy..!! Aku pikir akulah yg sangat kalian Rindukan karna sudah sangat lama tidak bertemu" Ramon merasa jengkel karena ulah orang tuanya
"Hahahahaha.. Semua orang tertawa melihat tingkah Ramon yg seolah-olah teraniaya
"Sudah cukup ayu masuk kedalam rumah!"
Ramon berlalu meninggalkan semua orang yg masih saja menertawakan nya kedalam rumah dan tertawa
Hay semuanya terus dukung dan like komentar novel aku yah, agar aku lebih semangat dalam berkarya...
__ADS_1