
Di salah satu gedung pencakar langit yg menjulang tinggi
#MAHENDRA Group
tot..tok..tok..
"masuk!
"Presdir?
"Riyan aku ingin kamu menyelidiki seseorang untukku!" Seperti biasa wajahnya nampak dingin dan kewibawaan nya.
"ya presdir"
"selidiki gadis yg bernama, AMANDA STIANA MAYDA dia adalah putri dari pemilik,
MAYDA GROp"
"bukankah dia baru kembali kedalam negara?
Revan seketika menatap Riyan penuh pertanyaan.
"bagaimana kamu bisa tau?!" tanya Revan
Riyan tersenyum menatap Revan menyiratkan banyak arti yg tak bisa di tebak.
"Presdir.. dia adalah putri salah satu kunglumerat dan calun pewaris tahta MAYDA GROP.
"aku tahu itu!" sahut revan dengan wajah datar nya
"dan dia.. maaf Presdir sebelumnya, dia sangat mirip dengan nona dinda yg kita cari selama ini" tambah Riyan lagi, Revan cukup kagum dengan kecepatan Riyan yg mengetahui segalanya
"eemmm aku juga sudah tahu itu!" Revan nampak berpikir keras sambil memangku gadunya dikedua punggung tangannya sendiri.
"Riyan, aku ingin kamu menyelidikinya kehidupan Amanda dari awal sampai akhir, aku tidak ingin ada hal sekecil apapun yang tertinggal.
"bagaimana rutinitas dia diluar negeri, dengan siapa selama ini dia tinggal dan yang paling penting cari tahu apa dia pernah mengalami hal atau kejadian yang disembunyikan.!!
"Baek presdir" sahut Riyan tegas
"dan satu lagi! aku ingin kamu sendiri yang menyelidikinya aku tidak ingin ada kesalahan karna aku merasa ini tidak semudah yg kita pikirkan, aku merasa ada sesuatu yg tidak bisa kita pridiksi, kita sudah mencari dinda 10 tahun lamanya tetapi masih tidak bisa menemukan nya, aku yakin ada seseorang yg dengan sengaja membuatnya menghilang!! ucap Revan dingin matanya menyiratkan kebencian yg mendalam.
__ADS_1
"baek presdir.."
Riyan berjala menuju pintu keluar ruangan Revan namun sebelum riyan dapat memegang gagang pintu Revan memanggilnya kembali.
"Riyan...!!"
"ya Presdir" Riyan langsung berbalik lagi menghadap Revan.
"hati-hati!!
"tentu kawan" Riyan tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Revan, Revan tersenyum setelah Riyan pergi, dia merasa sangat beruntung memiliki teman sekaligus asistin Pribadi seperti Riyan yg begitu setia dengan dirinya bahkan disetiap pekerjaan nya Riyan selalu herhasil dengan kecerdasan nya.
Saat Riyan berjalan keluar ruangannya kanya sudah menunggu Riyan dia tersenyum melihat Riyan yg nampak tengah tersenyum.
"Waaaaaah seperti nya kau bukan Riyan yg kukenal? ada apa?!"
"aku akan pergi keluar negeri beberapa hari, esok pagi aku akan berangkat!" ucap Riyan datar.
"ada apa?!"
"cepat atau lambat kamu akan segera tahu"
"tidak juga..!! aku sedikit perlu refreshing!"
Riyan mengusap lembut kepala kanya dan tersenyum.
"apa ini ada kaitannya dengan Dinda?
kanya begitu penasaran dia terus bertanya, apalagi jika hal itu menyangkut sahabatnya Dinda.
"Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir, jaga dirimu baek-baek, dan ingat jangan terlalu bersedih karna merindukanku" ucap Riyan sambil tertawa.
kanya menatap Riyan dengan tatapan jijiknya, Riyan yg melihat tingkah kanya tertawa terbahak-bahak dan mencubit pipi mulus kanya dengan gemasnya.
"Haaa.. aku berjanji tidak akan merindukanmu!." ucapnya kanya
"itu lebih baek sayang" Riyan berlalu pergi sambil tersenyum bahagia karna sudah dapat mengguda kanya, dan meninggalkan kanya yg wajahnya sudah memirah seperti tomat.
# Pinggiran kota di sebuah restoran mewah.
"Apa kamu sudah lama?!"
__ADS_1
"tidak, baru sekitar 5menit yg lalu aku sampai"
"sudahkah kamu memesan minuman?!"
"sudah, mungkin sebentar lagi akan tiba"
"Nadine bagai mana dengan Revan?!"
"Yaa.. kamu lihat sendiri bukan saat kalian berkunjung dikediaman ku, dia nampak jauh dan tidak terjangkau tasya ungkap Mama Nadine nampak sedih!.
"Tapi kulihat waktu itu dia tersenyum bahkan dia juga ikut bercanda? saut mama tasya
"hemm.. aku juga tidak mengerti, tapi saat aku melihat Revan menatap Amanda, ada banyak hal yg tidak aku mengerti??!"
Mama tasya menganggukan kepalanya
"aku juga melihat itu Nadine! lalu bagaimana apa kamu tetap akan melanjutkan rencana kamu? Aku takut jika kita memaksakan kehendak kita dulu hanya akan melukai perasaan merika saja.." ratap mama tasya sedih.
"Terlebih lagi Revan memiliki seorang wanita yang sangatlah dia cintai bertahun-tahun aku takut amanda akan terluka Nadine...
"Tidak Tasya, sudah cukup Revan menutup hatinya aku tidak ingan Revan terlalu lama berlarut dalam kesedihan dan mencari hal yg belum tentu orang itu juga mencintai putraku!" ucap mama Nadine kesal
"Aku salut dengan putramu Nadine, dia menjadi pria sejati yg setia menanti cintanya"
"hemm,, aku sendiri sangat penasaran seperti apa wanita itu? tiba-tiba mama Nadine memegang tangan tasya sahabatnya.
"Kita lanjutkan saja rencana awal kita, aku yakin cepat atau lambat merika akan lebih dekat, dan akan tumbuh perasaan diAntara merika"
"Lalu bagaimana jika wanita itu datang lagi di kehidupan Revan? tanya mama tasya pada sahabatnya.
"aku janji Tasya, tidak akan ada wanita lain selain Amanda di sisi Revan, aku janji Revan akan bisa membuat Amanda bahagia," mama Nadine terus meyakinkan Sahabatnya agar mau menerima putranya.
"lalu kapan kamu akan memulai nya? tanya mama tasya lagi
"Secepatnya...! bukankah saat ini Amanda masih di luar kota?!"
"heemmm.. satu Minggu lagi Amanda akan pulang, dan juga dia bilang ingin jalan-jalan sebentar"
"itu baek untuk Amanda, dia terlalu lama tinggal di negara orang, biarkan dia mengenal lebih jauh negerinya sendiri" saut mama Nadine pada sahabatnya
Setelah lama merika lama berbicara, akhirnya merika berpisah dan pulang menuju rumah merika masing masing, mama Nadine merasa ada rasa lega di hatinya karna sahabatnya mau menerima dan mengikuti rencana nya.
__ADS_1