JANJIKU

JANJIKU
Sampai akhir hayatku


__ADS_3

Keesokan harinya Amanda terbangun dari tidurnya, Revan yg masih dengan posisi miring ke arah Amanda sedang tidur nyenyak dengan cara memeluknya menyembunyikan wajah nya di bagian leher Amanda, Revan selalu melakukan hal itu karna baginya itu adalah candu tersendiri bagi Revan, aruma tubuh Amanda seperti obat penenang bagi Revan dia tidak bisa tidur jika tidak memeluk Amanda.


"Sayang bangun apa kamu tidak bekerja?"


Amanda mengusap lembut rambut Revan dan mulai mengambil kesempatan untuk menggudanya karena dia yakin Revan masih belum sadar jika dia sudah bangun dari komanya


"Sebentar lagi sayang''


Revan semakin mengeratkan pelukannya dan tak ingin membuka matanya dia merasa sedang bermimpi mendengar suara Amanda.


"Sayang ini sudah siang"


"eemmhh" Revan menggeliat dan pikirannya seperti mulai mencerna sesuatu Suaranya terdengar jelas seperti ini nyata bagi Revan


"Kamu?!" Revan sedikit menjauhkan wajahnya dari Amanda membuka matanya lebar menatap Amanda tak berkedip perasaannya campur aduk ada keterkejutan tersendiri yang membuatnya ,sampai dia tidak bisa berkata-kata dan diam menatap wajah Amanda tanpa berkedip


Amanda tersenyum lebar ketika melihat wajah Revan dengan tangannya yg mengusap lembut pipi Revan "Sayang aku kembali"


" Sayang kamu sudah bangun?!"


"Eemmhh... kamu lihat sendiri"


"aku tidak sedang bermimpikan sayang?!" Revan masih tak berkedip menatap Amanda Airmata juga mengalir deras dimata Revan


"tidak"


"Cubit aku sayang"


"Aaahhh.. Revan berteriak kesakitan saat Amanda benar-benar mencubit perut Revan


"ini bukan mimpi, ini nyata!!! Sayang terimakasih kamu sudah mau membuka mata kamu kembali" Revan langsung memeluknya erat sambil terus mengecup di setiap bagian wajah Amanda


"Revan ini sudah siang apa kamu tidak bekerja?"


"Tidak, aku ingin bersama kamu dulu sayang Riyan akan mengurus segalanya"


"ooohh" Amanda mengangguk pelan mengerti perkataan Revan

__ADS_1


"Sayang apa kamu tahu, aku sangat kesal karena kamu sangat lama baru membuka mata"


"Benarkah?" Amanda tahu itu hanya kebohongan Revan dia sudah mendengar penuturan perawat itu tadi malam dan saat Revan datang Amanda menyadari Revan begitu mencintai nya dan tak sedikitpun dia mengeluh apa lagi mau meninggalkannya.


"Eemmh.. benar aku hampir saja menikah lagi"


"oohhh... jadi mau menikah lagi, ya sudah! kenapa kamu masih disini pergi sana nikahi wanita yg ingin kamu nikahi itu!!"


"hahahaha Sayang aku hanya bercanda"


Revan tertawa terbahak-bahak melihat wajah Amanda yg sedang cemburu padanya.


"Kalau aku tahu kamu mau nikah lagi aku nggak akan mau bangun, kenapa aku masih hidup sih, harusnya biar sekalian saja aku mati" kesal Amanda pada Revan, dia tahu Revan tidak bersungguh-sungguh dalam perkataan nya, tapi entah kenapa dia merasa tidak terima dengan hal itu.


Cup


Revan ******* bibir Amanda pelan lalu melepasnya lagi.


"Jangan pernah mengatakan itu Sayang, aku tidak bisa kehilangan kamu, aku sangat mencintaimu"


"Tapi nyatanya kamu bilang kamu mau menik... sebelum Amanda dapat menyelesaikan perkataannya Revan langsung mendekatkan wajah lagi pada Amanda


Cup


"Maaf sayang"


"Eemnh tidak apa-apa"


"Sayang aku mau minta maaf kepada kamu, waktu itu aku sangat kasar dan bersikap dingin pada kamu, aku sangat menyesal" Revan menundukkan kepalanya ada penyesalan yang mendalam dihatinya.


"Sudah cukup Sayang, itu sudah berlalu kita anggap saja itu sebagai pelajaran agar kita menjadi lebih bisa menghargai pasangan satu sama lain, aku tidak ingin hanya karena hal sepeli hubungan kita akan menjadi merenggang"


"Tapi sayang hal ini sudah membuat ku merasa....


Cup


Amanda mencium bibir Revan sekilas dan langsung melepaskan "Aku bilang sudah cukup Sayang, mari kita buka lembaran baru bersama anak-anak dan mungkin kita bisa memiliki anak lagi"

__ADS_1


Revan terdiam, dia semakin merasa bersalah atas kejadian tersebut hingga merika harus kehilangan buah hati merika, Revan masih belum bisa mengatakan kalau sebelumnya Amanda sudah hamil tapi dia tidak ingin mengatakannya saat ini, jika itu hanya akan membuat Amanda bersedih.


"Eemmhh.. tentu sayang, ya kita akan membuatkan anak-anak adik baru untuk merika" Revan senyam senyum menatap ke arah Amanda


"Kenapa kamu?!" Amanda mengerti maksud dari perkataan Revan, dia hanya pura-pura tidak mengerti


"Sayang ayulah, ini sangat sulit bagiku tidakkah kamu tahu aku sungguh tersiksa" Rengekan Revan membuat Amanda ingin tertawa terbahak-bahak


"ini masih di rumah sakit, tunggu tiga bulan sampai aku benar-benar pulih Revan"


"Apa tiga bulan?!! sayang kamu menyiksaku perlahan tapi pasti aku akan mati Sayang" Revan membulatkan matanya sempurna karna keterkejutan nya, bagaimana bisa dia menahan itu lebih lama lagi.


''umung kosong!! Kamu masih hidup Sayang"


"Ya aku masih hidup Sayang tapi jika kamu terus menulaknya dan aku terus menahan tanpa ada pelepasan aku bisa-bisa mati Sayang"


"aku tidak peduli!"


"Oohhh... jadi kamu mau jadi janda muda"


"Waaah ide bagus Sayang, dengan kamu mati sekarang dan aku menjadi janda muda, akan lebih mudah bagiku mendapatkan suami baru mungkin yg lebih muda enak kali ya?!" Amanda seolah-olah sedang berpikir memikirkan hal itu.


Revan sekakmat, dia tercebur dalam perkataan nya sendiri dan berhasil membuatnya Menjadi Pria cemburuan lagi


"tidak akan!!! Aku tidak akan pernah membiarkan kamu melakukan itu sayang kamu hanya milikku" Revan memeluk Amanda erat lagi dia merasa kesal dengan perkataan Amanda yg mengatakan jika dia mau menikah lagi


"Hahahahah.... Sayang aku hanya bercanda"


"Tidak, aku tidak ingin mendengar hal itu lagi dari mulut kamu Sayang, tidak pernah lagi"


"iyaaa Sayang ku"


"Janji?!" Revan mengangkat jari kelingkingnya


"Hahahaha.. Revan kamu seperti anak-anak kalau seperti ini!"


"Aku tidak peduli Sayang ayu mana tangan kamu, aku tidak percaya jika kamu tidak berjanji padaku"

__ADS_1


"yayayayayaaa.....Aku berjanji sayangku, aku akan selalu setia menjaga hatiku dan seluruh Nafas ini hanya akan aku hembuskan hingga yg terakhir kalinya hanya untuk terus mencintaimu dan menyangi kamu sampai akhir hayatku''


"Terimakasih Sayang'' Revan terus memeluknya matanya berbinar-binar mendengar penuturan Amanda untuknya merika terus menikmati kebersamaan yang ada di dalam ruangan dimana Amanda sedang dirawat


__ADS_2