
"Itu sudah sangat lama Revan aku juga tidak terlalu mengingat nya lagi"
"Apa kamu tahu bagaimana kejadian yang menimpa kamu sampai kamu bisa mengalami kecelaka itu Sayang''
"Saat aku sadar Aku sendiri tidak mengenali diriku, siapa aku dan siapa namaku, aku seperti orang yang baru hidup saat itu Revan semuanya nampak asing bagiku dan itu hampir membuatku menggila sangat ingin mengingat segalanya"
"Apa kamu tidak pernah mencari tahu? Revan membelai membeli kepala Amanda sambil terus bertanya.
"Duduk lah aku ingin tahu cerita nya?!" Merika duduk disisi ranjang tempat tidur mereka sambil duduk berdampingan
"Aku tidak pernah mencari tahu atau bertanya pada mama atau papa, tapi yg aku tahu setelah aku mengalami kecelakaan papa mama mengirimku keluar negeri untuk berobat, karna alat medis disana lebih canggih dan modern, Kak Ramon lah dokter yg menanganiku bersama dokter pembimbingnya karna saat itu kakak masih merintis karirnya"
Revan masih diam menyimak setiap perkataan Amanda dia tidak ingin tertinggal informasi apapun.
"Saat aku bangun kakak mama dan papa sangat bahagia tapi aku tidak mengenal akubmerasa sangat asing melihat merika, Revan aku sangat ingin tahu seperti apa masa remajaku dan dari mana aku mendapatkan kalung ini?
setiap aku melihat kalung ini aku selalu merasa suatu saat akan ada orang yang menemui ku dan aku seperti mengharapkan itu semua"
Revan langsung memeluk Amanda erat air matanya berjatuhan tak terhenti, dia sekarang merasa lega. "Amanda ternyat Benar pirasatku mengatakan kamu adalah Dindaku kamu memang adalah Dinda gadis yg menolongku.. aku tidak tahu perasaan kamu saat aku hampir gila mencari keberadaan kamu karna janjiku, dan ternyata kamu juga mengharapkan kedatangan ku walau kamu sendiri tidak tahu apa yg kamu tunggu, Aku tidak salah melangkah dan aku sangat bahagia sekarang karena kau adalah istri ku"
gumam Revan dalam hati nya,
Revan mengusap air matanya dan memegang kedua bahu Amanda "Sayang aku sangat bersyukur, kamu sekarang baek-baek saja, Aku sangat mencintaimu"
Amanda tersenyum dan memeluk Revan kembali " aku juga sangat mencintaimu sayang"
"Katakan lagi, apa yg baru saja kamu katakan?
Amanda menatap Revan bingung
"Aku mencintaimu?
"Tidak bukan itu, lebih lengkap?
" Aku sangat mencintaimu?
"Sayang apa kamu mengerjaiku? ayulah katakan" Revan meringik manja dan merebahkan kepalanya di atas paha Amanda
__ADS_1
"Hahahaha.. Sayang aku sangat mencintaimu"
Revan melibarkan matanya dia sangat kegirangan bahagia "Mulai sekarang panggil aku sayang tidak ada kata laen!" tegasnya namun Revan mengatakannya dengan begitu sangat lembut.
"Lalu bagaimana jika itu di hadapan para karyawan dan orang tua kita?!" Amanda mengangkat sebelah alisnya dia mencuba mengguda Revan.
Revan duduk kembali dan menarik pinggang Amanda mendekati Revan "Aku tidak peduli sayang kamu adalah istri ku aku hanya akan peduli dengan kamu, dan jika ada pria yg berani mendekati kamu, aku akan menghukum kamu!"
"____"
"Haayy.. tunggu tunggu.. apa-apaan kamu!!Merika yg mendekati ku Kenapa aku yg kamu hukum?!"
"hahahaha.. karna aku tidak suka jika merika menatap tubuh indah dan kecantikan istri ku, hanya aku yg berhak jika ada yg berani melakukannya aku akan menghukum dan langsung memakan kamu di tempat itu" Revan memasang wajah datarnya memperingatkan Amanda.
Gleekkk
Amanda menelan ludahnya susah payah
"Bagaimana jika hal itu benar benar-benar terjadi bisa-bisa Remuk badanku, sudah cukup dia melakukannya dirumah, jika di kantor dia juga melakukannya bisa bisa mati kelelahan aku!" ucap Amanda dalam hati
Revan tertawa geli melihat wajah Amanda yg bengung dia terlihat seperti membayangkan hal yg Revan katakan.
"haahh?.. apa?.. Amanda tersadar dari lamunannya
"Kamu tidak mendengar kan ku kan?!
Revan pura-pura marah dan memalingkan badannya membelakangi Amanda
"Aku mendengar nya sayang, ya aku mendengar kan mu" Amanda langsung memeluk Revan dari belakang
"Apa?
"Jika ada yg berani menatap ku kamu akan menghukum dan memakan ku itu kan?
"heemmm Anak baek!" Revan mengusap kepala Amanda lembut dan mulai bangkit berdiri
"Ayu kita sarapan dulu pekerjaan sudah menunggu kita"
__ADS_1
"Eemmhh.. Amanda mengangguk dan mengikuti Revan menuruni anak tangga dan sesampainya merika dimeja makan merika sarapan dengan makanan yg sudah di siapkan para pelayan.
"Selamat pagii..!
Revan menatap kearah asal suara dan ternyata Riyan datang tanpa di undang
"Sedang apa kamu?
"aku hanya ingin melihat keadaan sahabatku apa masih hidup atau sudah mati..
"Hay.. Amanda" Riyan menyapa, dan di balas dengan anggukan oleh Amanda
"Jaga matamu jika tidak ingin terlepas!!
"waaahh aku takut! Riyan tertawa lalu dia duduk disamping Revan dan berseberangan dengan Amanda
"Aku lapar, aku kesini ingin makan sarapan Dengan kamu"
"Kamu punya cukup banyak uang kenapa masih ingin menumpang makan dirumah ku!
"karna kamu kayaraya hahaha!
Revan hanya menggelingkan kepala, dia tahu Riyan tidak seceria ini jika ada di luar dia lebih bersikap dingin dan tegas.
"Sayang apa kamu sudah selesai?
"eemmh sudah"
"uhukk.. uhhukk!!
Riyan tersedak makanan nya saat dia mendengar panggilan Revan dengan sebutan sayang dan lembut dia tidak pernah mendapati sikap Revan seperti ini dari merika remaja sampai dewasa
"Apa kamu baek-baek saja? Amanda memberika Riyan air putih dan menyuruh nya minum
"Terimakasih" Amanda mengangguk dan membalas nya dengan tersenyum
Revan menatap Riyan dengan jijik "ayu sayang kita pergi duluan saja kekantor dia bisa berangkat sendiri"
__ADS_1
Revan menarik pinggang Amanda begitu posesifnya dan membawanya pergi menuju pintu depan rumah.
Riyan yg masih belum tersadar dari lamunan dan keteter kejutannya masih menatap kosong tanpa menyadari Revan dan Amanda sudah tidak ada lagi bersamanya.