
ke esokan harinya Revan lebih awal pergi keperusahaan dengan Riyan karena ada miting yg harus dia hadiri dan tidak bisa dia tunda, Sedangkan Amanda sibuk dengan kegiatan nya bersama anak-anak nya sampai dia lupa waktu dan pekerjaan nya
"Astaga ini kan hari ulang tahun Revan!" Amanda terkejut saat melihat ponselnya ada pesan pengingat
''Ya sudah aku belanja saja dulu biar aku sekalian beli hadiah" Amanda berbicara sendiri sambil beranjak dari duduknya
"Alka Alika kita ke mall yu sayang, kita jalan-jalan cari bahan buat kita bikin koe ulang tahun papa''
"yeeeyy.. ika ikut mama'' ucap Alika kesenangan karna akan di bawa jalan-jalan
"Mama.. apa hari ini ulang tahun papa'' Alka kembali bertanya dia merasa juga senang
"Ia sayang... kita kasih kejutan buat papa yah, jangan kasih tahu papa yah?
"okey..'' Sahut Alka Alika bersamaan
Amanda pun siap-siap dan tidak perlu waktu lama dia langsung pergi bersama anak-anak nya menggunakan mobil biasa nya,dia lebih suka mengendarai mobil nya sendiri tanpa sopir padahal Revan sudah melarang nya apa lagi jika dia membawa anak-anak Revan selalu mengingat kan agar dia pergi bersama pengawal tapi tetap saja Amanda lebih suka berprofil rendah.
Sesampainya di Mall Amanda memarkirkan mobilnya dan langsung masuk dengan mengganding Alka Alika di kedua belah tangannya.
"Sayang kita beli bahan buat bikin koe ulang tahun papa dulu ya baru kita cari kado ulang tahun papa''
"Eemmh.. Mama ika mau es krim"
"iya sayang sekalian kita beli es krim nanti yah"
__ADS_1
Dreeett.. Dreeett
ponsel Amanda bergetar dan saat dia melihat id penelepon dia sedikit gugup karena takut Revan akan marah dia pergi keluar rumah tanpa pengawalan, walaupun sebenarnya Revan tidak pernah marah pada Amanda
"Hallo...
"Sayang kamu lagi apa?
"emmmhh.. a'aku.. aku lagi bersama anak-anak, bermain di taman belakang rumah" Amanda merasa sedikit bersalah karena sudah membohongi Revan
"Oohh.. apa merika tidak nakal? maaf sayang hari ini aku tidak bisa menemani kamu menjaga anak-anak" Revan merasa sedih karna hari ini dia tidak dapat bertemu dengan anak-anak dan meninggalkan Amanda mengurus Alka Alika sendirian
"Merika Baek-baek saja, aku tidak apa-apa kamu bekerja lah tidak usah memikirkan anak-anak"
"Aku tidak terlalu memikirkan Merika, aku lebih memikirkan kamu sayang, aku merindukan kamu"
"Sayang aku bersungguh sungguh, Kenapa kemu mentertawakan ku, tidak kah kamu juga merindukan aku Sayang?
"Yayayaya aku juga merindukan kamu''
Amanda tertawa dan setelah nya langsung mematikan telpon nya dan melanjutkan rutinitas berbelanja bersama anak-anak nya
Sedangkan Revan tersenyum lebar saat dia berhasil mengguda Amanda
"Presdir sebentar lagi kita harus pergi untuk bertemu Klayen dari luar kota'' Riyan mengingatkan Revan yg sejak dari tadi menemani nya di ruang rapat
__ADS_1
"Okey..! Tidak membuang waktu dia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Ruang rapat bersama Riyan yg mengikutinya dari belakang
Setelah berbelanja Amanda membawa anak-anak nya makan di salah satu Restoran di Mall saat dia ingin memesan makanan dia melihat seseorang yang dia rasa kenal orang itu nampak lebih tinggi badan berisi dan lebih tampan dari sebelumnya Karna sudah sangat lama, Amanda sedikit ragu untuk mendekati orang itu, tapi karna penasaran dia terus berjalan mendekati dengan Air mata yg menggantung.
"Zidan..." Amanda memegang bahu nya perlahan, dan orang itu berbalik menghadap Zidan yg sedang berjalan membelakangi Amanda
"Ka'kamu??.. ka'kak? Zidan kaget saat melihat Amanda dan tergagap tidak percaya saat melihat orang di depannya
"eemmh.. Zidan ini kakak" ucap Amanda lembut dan air matanya pun sudah mulai berjatuhan
Zidan tidak mengatakan apa-apa lagi dia langsung memeluk Amanda dan tidak peduli lagi kalau merika ada di tengah tengah keramaian, dia gemetaran memeluk Amanda
"Kak kamu kemana saja? kami mencari kakak kemanan-mana selama ini ibu terus merindukan kakak''
"Zidan kita kesana dulu yah, nanti kakak jelaskan'' Amanda menunjuk ke arah restoran yg tidak jauh dari merika saat ini berdiri
"Eemmhh ayu kak'' Zidan menarik tangan Amanda memasuki Restoran dan saat sudah sampai di dalam Restoran dia di hentikan Alka yg berdiri dengan memasang wajah dinginnya menatap Zidan dengan permusuhan
Amanda yg menyadarinya keposesifan putranya sedang naek langsung mendekati putranya dan mulai menjelaskan perlahan
"Sayang tidak apa-apa dia orang baek dia adik mama kamu tidak perlu takut dia akan melukai Mama''
''Banarkah? papa bilang tidak ada laki-laki yg boleh dekat-dekat Mama kecuali Alka dan papa'' ucapnya pulus
Amanda menepuk dahinya dengan keras dia benar-benar kaget bagaimana bisa Revan mengatakan hal seperti itu pada anaknya yg masih di bawah umur, sebegitu posesif kah suami nya hingga dia juga mengingatkan putranya agar juga ikut ikutan posesif terhadap nya
__ADS_1
"iya sayang Mama beneran ini Om Zidan adik Mama, kalau kamu tidak percaya boleh tanya ke papa nanti"
"Okey.. nanti Alka tanya papa" Lalu Alka berbalik meninggalkan Amanda yg masih berdiri dan duduk di kursi meja makan Restoran dengan di ikuti Amanda yg juga berjalan di belakangnya dan duduk di seberang anak-anak nya