JANJIKU

JANJIKU
Kembali pulang


__ADS_3

"Alka... Alika ayu nak kita sudah waktunya berangkat!'' Amanda mencari keberadaan anak-anaknya yang tidak ada di kamarnya, Amanda sudah siap untuk berangkat.


"ayu sayang, kita sudah waktunya berangkat"


Revan mendatangi Amanda yg mundar mandir di ruangan mencari-cari kedua buah hatinya yang entah kemana.


"Revan anak-anak tidak ada!" Amanda mulai merasa khawatir karena dia tidak menemukan anak-anak nya dimana-mana.


"kita cari dulu, siapa tahu merika masih ada di rumah sayang'' Revan mengusap lembut pipi Amanda yg mulai tidak tenang


"Merika bersama ku cantik" ucap Ramon mendekat dengan menggendung kedua kepunakan nya sambil tersenyum


"Astagaaaaa..?!!! kak aku hampir saja kena serangan jantung, aku sudah mencari merika kemana-mana!"


"Merika mendatangi ku kekamar, merika ingin aku juga ikut bersama kalian"


"Kak bagaimana kalau kamu ikut saja" Amanda merasa sedih karna dia akan meninggalkan Ramon sendirian


"Tidak bisa, aku tidak bisa meninggalkan Rumah sakit begitu saja, aku harus mengambil cuti terlebih dulu''


"Papa ayu itut ika, ika tamau papa tinggal" Alika menarik-narik lengan Ramon membujuk nya agar mau ikut.


Revan merasa sedikit sedih disaat mendengar Alika memanggil Ramon dengan sangat tulus dan kasih sayangnya, bahkan dia sangat iri pada Ramon karna dia dapat melihat perkembangan dan menemani Alka dan Alika sejak kecil.


"Sayang papa Ramon saat ini tidak bisa ikut kita, tapi nanti setelah papa Ramon tidak sibuk lagi dia akan menyusul kita sayang" ucap Revan membujuk anaknya


"Banal? tanya Alika pada Ramon yg masih berdiri didepan nya

__ADS_1


Cupp


Ramon mencium Alika di dahinya dan mengangguk " iya sayang nanti papa akan menyusul kalian, papa juga tidak bisa jauh-jauh dari kalian, Alka kamu jaga adik kamu ya jangan kamu ganggu dia terus"


"okey.. papa, papa janji yah nanti akan menyusul kita" ucap Alka tersenyum, Alka selalu bertingkah seperti orang diwasa, berbicara selalu dingin terhadap orang lain, dia hanya akan banyak bicara dan tersenyum dengan orang terdekat nya saja.


"Yaah... papa janji untuk kedua kepunakan alias putra putri papa tercinta, papa nanti akan menyusul kalian okey?!"


"yeeeeee.. horeeee!" Alka dan Alika berteriak kegirangan dan langsung memeluk Ramon kembali


"Hahahahah... semua orang tertawa melihat tingkah lakunya Alka dan Alika


"Kak kami pamit, kamu jaga diri baik-baik ya kak" Amanda kemudian memeluk Ramon setelah anak-anaknya


"Kenapa harus peluk-pelukan sayang? aku tidak suka kamu di peluk pria manapun walau itu kakak kamu sendiri, kamu hanya milikku tidak ada yg boleh memelukmu selaen aku'' ucap Revan dalam hatinya sambil memasang wajah cemberut nya


"Eemmh tentu!" setelah itu merika melepaskan pelukan masing-masing


"Revan Aku titip adikku padamu, dia dan anak-anak sekarang tanggung jawab kamu lagi, aku harap masa lalu tidak terulang lagi Revan"


"Eemmh.. tentu aku sangat berterimakasih kamu telah merawat merika dengan baek"


"Kamu tidak perlu berterimakasih Revan merika keluarga ku juga, Amanda adik satu-satunya yg aku miliki"


"Kamu benar Ramon, kalau begitu aku pamit"


Setelah Revan bersama istri dan anak-anak nya berpamitan dan meninggalkan Rumah merika menuju Bandara internasional Negara K karna merika akan kembali kenegaran tempat tinggal Revan dengan jet pribadi yang sudah menunggu merika.

__ADS_1


Saat sudah didalam pesawat Alka dan Alika tertidur pulas merika kelelahan karna saat dirumah merika sempat bermain-main dulu bersama Ramon, dan setelah pesawat lepas landas merika langsung tertidur


Sedangkan Amanda duduk berdampingan dengan Revan, dia sibuk mengutak atik leptopnya sendiri, dan Revan cemberut karna sejak merika menaeki pesawat Amanda mengabaikannya dengan selalu mengerjakan pekerjaan nya


"Sayang, apa pekerjaan kamu tidak bisa nanti saja mengerjakannya? Revan memasang wajah sedihnya


"Tanggung Revan sebentar lagi! Amanda masih memfokoskan pandangannya pada leptopnya dan tidak melihat pada Revan sama sekalipun.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan selama kamu tidak ada bersamaku?!" tanya Revan Begitu penasaran.


"Aku membangun perusahaan ku sendiri Revan, aku memulainya dari nol"


Gleekkk


Revan menelan ludah nya susah payah, dia benar-benar terkejut dengan keberanian dan kepintaran Istrinya, walau dia sempat tinggal berbulan bulan bersama Amanda namun dia masih belum menyadari sejauh apa bakat Istrinya itu


"Bagaimana kamu memulainya Sayang? apa kamu minta bantuan mama papa kamu?!"


Amanda mematikan leptopnya dan metupnya kembali, dia menatap Revan yg ada di sampingnya "Revan, Aku memulai semua dari nol dan sepersen pun tidak memakai uang keluarga ku, aku memakai uangku sendiri yg aku hasilkan dari keringatku, aku tidak ingin menyusahkan siapapun termasuk Suamiku sendiri aku ingin sekuanyg aku mulai dari Nol dan tidak ada bantuan campur tangan orang lain'' ucap Amanda menatap Revan dengan serius


"Aku salut dengan kamu Sayang, kamu adalah wanita yg paling kuat dan tegar yg pernah aku tahu, kamu selalu ada di depan jika ada yg memerlukan kamu, aku merasa malu sayang karna telah menyia-nyiakan waktu dan segalanya begitu lama, kamu berjuang untuk hidup menapkahi anak-anak dan aku hidup dengan nyaman setiap harinya tanpa tahu apa yg sudah kamu lewati selama ini"


"Aku tidak sehibat itu Revan aku juga manusia yg memiliki segala kelemahan ku, dan ingatlah jangan pernah mengungkit masa lalu lagi dan menyalahkan diri kamu lagi"


"Hhmm,,!! Aku sangat bersyukur sayang kamu adalah wanita yg tepat untuk ku terimakasih atas segalanya, Aku sangat mencintaimu"


"Eemmhh.. ayu Sekarang kita istirahat, perjalanan kita masih jauh" Amanda tidak menjawab perkataan terakhir Revan, entah kenapa dia sangat sulit mengatakan nya lagi, tenggurukannya terasa terhalang sesuatu.

__ADS_1


"iya sayang ayu kita tidur" Revan mengambil selimut yang sudah di berikan pramugari dan menyelimuti kaki Amanda, Revan merasa sedih karna tak mendapat balasan dari Amanda tapi dia berusaha tidak terlihat sedih karna dia dapat memahami perasaan Amanda yg masih belum bisa menerima dia sepenuhnya tapi Revan sendiri sangat bersyukur karena Amanda masih mau memberi dia kesempatan walau masih harus ada jarak Antara merika.


__ADS_2