
keesokan paginya Amanda terbangun lebih dulu dari Revan dia melepaskan pelukan Revan dengan pelan-pelan dan mengambil kunci yg masih ada didalam kantung celananya.
"astaga.. susahnya! Revan maaf aku harus pergi" Amanda beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu keluar kamar pelan-pelan.
Revan yg tertidur pulas tidak menyadari kalau Amanda sudah pergi dan meninggalkan dirinya sendiri an.
Sesampainya Amanda dirumah dia merasa sedikit bersalah karena telah meninggal Revan, semenjak dia melahirkan Anak-anak nya Amanda memilih tinggal di rumah besar keluarga MAYDA, karna Apartemen Ramon terlalu kecil untuk anak-anak berinteraksi.
"Alka.. Alika.?? Kalian dimana sayang?
Amanda mencari-cari anak-anak nya kesetiap ruangan
Sesampainya Amanda di taman belakang rumah ternyata Alka dan Alika sedang bermain bersama Ramon.
"Hay... apa yg terjadi kenapa kalian mengabaikan mama" Amanda memasang wajah cemberut dan berjalan mendekati putra putri nya.
"Mama..... Alka dan Alika berlari saat merika melihat Amanda"
"Mama..ika cali kuk dada puang cih"
Amanda memeluk Alka dan Alika bersamaan dan menciumi merika " eemm.. mama lagi ada urusan sayang makanya mama nggak pulang"
"Alka kamu tidak menjahili adik kamu kan?
"Tidak mama.." Alka tidak terlalu Banyak bicara dia hanya akan bicara seperlunya saja
"Bo'long.. mama, aka tubit ika ika aus" Alika menyangkal jawaban Alka
"Tidak"
" iya benel"
"Tidak"
"heeeeeeeeee mama aka ahat" Alika menangis kencang saat Alka terus mengilak kalau dia tidak pernah mengganggu Alika.
Amanda menepuk kepalanya dia merasa pusing, baru saja dia pulang sudah ada derama yg harus dia selesaikan antara putra putrinya,
Tiba-tiba saja Alka bebisik pada Amanda
__ADS_1
"Ma alka ketemu papa"
Amanda terdim menatap putranya
"Sayang apa maksud kamu nak?
"Alka ketemu papa yg di foto sama mama"
"Astaga kapan Alka melihat fotoku bersama Revan" gumam Amanda dalam hati nya
"Kapan sayang?
"kemarin"
deeggg
"Mungkin benar yg dikatakan Alka dia bertemu Revan, berarti Alka sudah tahu siapa papa nya"
"eemmhh..ya sudah kalian masuk kedalam ya nak, mama mau bicara sama papa Ramon dulu dan ingat jangan ganggu adik kamu lagi Alka"
Alka dan Alika pun masuk kedalam rumah dengan bergandingan sesekali Alka tersenyum melirik adiknya Alika
"Hayy.. ada apa sayang? tumben kamu tidak pulang tadi malam, biasanya kamu tidak pernah tidak pulang apa lagi meninggalkan anak-anak lama?"
"Aku bertemu dengannya kak"
"Apa!! Jadi karna dia kamu tidak pulang? Apa dia menyakitimu lagi?! Ramon nampak terkejut dan langsung marah saat dia mendengar kalau Amanda bertemu dengan Revan
"kak..dia sudah menjelaskan tentang kesalah pahaman antara aku dan dia kak, dia melakukan semuanya karna dia ingin melindungi aku dari Om Firman, Saudara mama Nadine dia tidak ingin hal yg sama terjadi lagi padaku dan seandainya dia tahu kalau aku hamil dia juga tidak akan pernah melakukan nya"
" Maksud kamu apa sayang? Ramon mulai tenang saat mendengar penjelasan dari Amanda
"kakak ingat bagai mana aku bisa bertemu mama papa?
"Iya ingat"
Lalu amanda menatap kearah taman dan memulai menceritakan masa lalunya
Flashback on
__ADS_1
Setelah pulang dari acara perpisahan sekulah
SMA Dinda dan Kanya pulang bersama-sama
"Dinda bagaimana? apa kamu akan meneruskan ke universitas? ikutlah denganku agar kita bersama-sama terus"
"Seperti nya tidak Kanya, kamu tahu kan kalau kondisi keluarga ku seperti apa"
"Kenapa tidak ikut biasiswa saja?
"Entahlah aku pikir-pikir dulu"
Sesampainya di depan rumah Kanya, Dinda pamit dan berjalan menuju pulang kerumahnya saat ditempat yg mulai sepi ada sebuah mobil hitam yg berhenti tepat di depannya dan turun beberapa orang mendekati Dinda
"kalian siapa? Dinda mulai waspada karna orang yang mendekatinya terlihat seram dan menakutkan.
tanpa mengatakan apa-apa orang-orang itu langsung menangakap Dinda dan menutup hidungnya dengan saputangan yg sudah di beri obat bius,
"Eeemmmm.. lepeskan!! emmmhh.."
Dinda merunta melawan tangkapan para lelaki itu dan mencuba minta tolong tapi dengan sekejap kekuatannya melemah karena bius yg menutup hidungnya dan dinda tak sadarkan diri lagi.
byuuurr..
Dinda disiram Air di seluruh tubuhnya dan dia perlahan membuka matanya "Aku dimana?
"Kamu di tempatku gadis cantik" di depan dinda sudah ada laki-laki yg usianya sekitar awal 30an dan duduk di kursi menghadap Dinda yg berebah miring dengan tangan dan kaki yang terikat menghadapi lelaki itu
Dinda melihat sekitar dan mendapatinya ada di sebuah gudang tua yg gelap dengan penerangan yg sedikit redup samar-samar dinda melihat wajah lelaki itu.
"Apa yg kalian inginkan kenapa kalian menangkapa saya? dinda merasa takut
"Kesalahan kamu sangat besar gadis kecil, kamu sudah menggagalkan rencana ku!! lelaki itu mendekati Dinda dan memegang dagu Dinda dengan kencang
"Aaaww.. sakit.."
Plaaakkk
"Apa?!! Sakit? lalu bagaimana dengan rencanaku yg kau gagalkan gadis kecil?! bentak lelaki itu pada Dinda dengan nyaring
__ADS_1