
Saat di kantor Revan duduk di meja kerjanya sambil melihat beberapa berkas dan kadang dia tersenyum sendiri mengingat tingkah laku Amanda dirumah sebelumnya yg begitu lucu dan dia senang karna akhirnya mendapatkan apa yg dia inginkan setelah cukup lama menahan nya
tok..tok.. tok
"Masuk!
"Presdir sebentar lagi kita akan berangkat untuk bertemu dengan para Klayen''
Revan menganggkat kepalanya menatap wajah Riyan dengan sinis dan mendengus kesal, dia teringat saat tidur pagi nya terganggu oleh Riyan
"Bre***** jika saja kau bukan sahabatku sudah ku pecat kau dari dulu, gara-gara kamu aku tidak bisa menikmati pagiku dengan istri ku!! Revan memalingkan wajahnya kesamping karna sangat kesal pada Riyan
"siapa suruh kamu tidak kunci pintu, sory aku lupa kalau sekarang Amanda ada di rumah karna tergesa-gesa aku langsung masuk'' Riyan tersenyum melihat tingkah Revan semenjak Amanda kembali dia menjadi lebih terbuka tidak dingin dan sekaku dulu lagi
"Ayu berangkat aku tidak ingin buang-buang waktu lagi aku ingin cepat pulang" Revan berjalan menuju pintu masuk ruangannya di ikuti Riyan yg ada di sampingnya
Di tempat lain Amanda sedang bersiap-siap untuk berangkat menjemput anak-anak nya di rumah orang tua nya tinggal, dan saat hendak memasuki mobil dia di hentikan oleh penjaga keamanan
''nyonya tuan tidak memberi ijin anda mengendarai mobil sendiri lagi, anda bisa pergi jika sopir yg mengantarkan anda''
''tidak apa-apa aku bisa mengendarai nya sendiri''
"Tapi nyonya jika tuan tahu kami bisa dalam masalah"
"ya sudah kalau begitu panggil sopirnya aku harus menjemput anak-anak" Amanda tidak bisa lagi menulak dia tahu jika Revan marah dia tidak akan marah padanya tetapi kepada bawahan nya dan jika itu terjadi bisa saja merika kehilangan pekerjaan
Setelah sampai di kediaman keluarga MAYDA Amanda langsung masuk rumahnya dan dia melihat Alka Alika bersamaan kedua orangtuanya sedang bermain di ruang tamu
"Wah sepertinya anak-anak mama papa sudah lupa sama mama papa" Amanda memasang wajah cemberut menatap kedua buah hatinya dia berpura-pura sedih
__ADS_1
"mama.." Alka Alika langsung berlari menuju Amanda dan memeluknya
"mama ika ka'ngen, mama kenapa lama?
"eemmhh.. mama harus bantu papa siap-siap dulu sebelum kekantor sayang jadi nya mama lama"
"Benarkah? tapi papa bilang mama papa sibuk pengin buat adik baru jadi kita harus nginap di rumah nenek? Alika memasang wajah lucunya
Amanda menepuk dahinya dan terdiam, dia benar-benar tidak habis pikir Revan selalu saja membuktikan kata-katanya.
"Hahahaha" papa andika dan mama tasya yg mendengarkan tertawa terpingkal-pingkal menertawakan keluguan Alika
"Sayang jangan dengarkan umung kosong papa kamu, Alka Kalian tidak nakalkan?
"Tidak mama, Alka tidak apa-apa menginap di rumah nenek, Alka malah senang jika kita cepat dapat adik baru"
Amanda tidak tahu harus menangis atau tertawa jika Alka yg sudah bicara dia sendiri bahkan kadang bingung harus bagaimana
"haaa sayang bagaimana kalau kita jalan-jalan saja kita keliling kota?
"Okey" sahut Alka Alika bersamaan
"mama papa Amanda pamit yah, terimakasih udah jaga anak-anak''
"iya sayang kalian hati-hati ya nak" ucap papa Andika pada Amanda sambil tersenyum
"iya pah, mah '' Amanda pun keluar dari rumah dan meninggalkan kediaman keluarga nya bersama Alka Alika
Di sebuah bandara seorang pria tinggi berbadan tegap dan tampan berjalan menuruni tangga pesawat dia menghirup udara disana dengan senyuman yang menggoda bahkan setiap wanita yang melihat pun terpesona oleh pesona karisma dan ketampanan nya
__ADS_1
"tunggu pangeran dan putri cantikku papa sudah kembali, kalian akan terkejut jika melihat papa ada di sini" ucapnya dengan senang dan senyum yg terus merekah di wajahnya
" Sayang kalian mau jalan-jalan kemana? Amanda menanyakan kepada Alka alika yg sedang asik bercanda saling menggelitiki
"Es krim... ika mau Es krim mama"
"Baek! lalu Alka mau apa sayang?
''Alka mau buku baru mama"
"eemmhh.. apa buku kamu sebelumnya sudah selesai kamu baca sayang?
"sudah mama Alka perlu bab yg baru"
"itu sangat tebal nak bagaimana kamu bisa membacanya begitu cepat? Amanda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ke arah Alka dia benar-benar takjub dengan anaknya yg memiliki kemampuan melebihi usianya yang masih muda
"Sayang kamu masih belum bersekulah tapi kamu sudah mempelajari pelajaran setara mahasiswa bagaimana nanti mama memasukkan kamu sekulah sayang?
"Mama bisa menyekulahkan Alka di sekulah khusus, tapi Alka pikir jika Alka mengajukan pendidikan di rumah saja itu akan Baek-baek saja mama"
"mama mengerti maksud kamu sayang, tapi kamu juga perlu beradaptasi di sekitar lingkungan dan memiliki teman sayang, mama tidak mau jika nanti kamu menjadi anak penyendiri dan dingin seperti papa kamu"
"tidak akan mama, papa hanya kesepian karna kehilangan mama dulu karna itu papa berubah jadi dingin dan ditakuti orang-orang, tapi jika mama selalu ada di sampingnya papa, papa akan menjadi pria lembut dan hangat pada keluarga nya"
''Haaah?? Alka dari mana kamu tahu itu nak? Amanda ternganga mendengar penuturan putranya dia merasa tidak pernah menceritakan hal itu pada putra putri nya sebelumnya
''Alka tau sendiri mama, jangan marah sama papa, papa tidak tahu apa-apa mama" ucap Alka dengan senyuman nya dan mencium pipi Amanda dengan lembut..
Amanda tersenyum dengan tingkah laku putranya dia begitu dewasa dan hangat padanya walau di hadapan orang laen dia tidak banyak bicara dan dingin, tapi dia tahu kalau putranya itu sebenarnya sangatlah baek dan peduli kepada siapapun hanya saja dia tidak memperlihatkan nya
__ADS_1