
Amanda berdiri di tepian kulam renang dia menatap Revan dari kejauhan yg sedang tersenyum lebar dan begitu bahagia dengan suasana, Amanda merasa menyesal karna sudah meninggal kan Revan begitu lama tanpa menyelidiki dan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi sehingga Revan begitu kasar padanya saat itu.
"Revan aku sangat menyesal karna sudah meragukan cintamu bahwa kamu begitu tulus mencintai ku, aku terbawa emosi saat itu aku pikir itu nyata tapi semuanya hanya siasatmu untuk melindungiku, dan sekarang aku mulai menyadari bahwa kau adalah lelaki yg tepat untuk ku dan ayah untuk anak-anak ku.
aku berjanji mulai hari ini aku tidak akan pernah meninggalkan kan kamu lagi Revan" gumam Amanda dalam hati nya sambil menitiskan air matanya
"hay ada apa sayang? tiba-tiba Revan memeluk Amanda dari belakang, dia tidak menyadari kalau Revan sudah memperhatikannya sejak dia melamun
"aahh.. tidak ada''
"kalau tidak ada kenapa kamu melamun dan menangis sayang? lihat ada air mata? Revan memegang pipi Amanda dan menyapu air matanya
"oohh! ini hanyalah air mata kebahagiaan aku senang kita bisa berkumpul dan bersama lagi sayang"
"jika kamu bahagia lalu kenapa kamu melamun?
"Iih apaan sih kamu?! nggak ada aku nggak lagi ngelamun kuk!
"hahahaha kamu cantik kalau cemberut sayang"
''iihh udah tua juga kenapa masih ganjen sih? hahahaha"
"nggak kapan aku tua aku masih muda dan tampan, kalau aku tua kamu juga tua sayang"
__ADS_1
"iihh kepidian, punya anak udah dua juga masih bilang muda, ya aku masih muda kan kamu lebih tua dari aku minimal beberapa tahun gitu" Amanda tidak mau kalah berdebat dengan Revan hingga merika tidak sadar kalau semua orang sudah mulai memperhatikan merika.
"oohh... jadi kalau aku sudah tua kamu mau apa nantinya sayang?? Revan mengangkat sebelah alisnya
"mungkin mencari brondong tampan dan lebih mudah kali yah pasti ngegemesin'' Amanda memasang wajah pulusnya seakan akan yg dia ucapkan hanya biasa saja, tapi berbida dengan Revan wajahnya langsung berubah dingin tapi segera dia tutupi dengan tersenyum mesum menatap istrinya
"oohh jadi mau main-main? dengan brondong yah? Tapi kamu cuba dulu dengan ku sayang apa kamu masih bisa bangun pagi atau tidak? baru setelah itu kamu bisa memutuskan mau mencari yg lebih muda dariku atau tidak?!!"
"hah...?! tidak-tidak aku tidak mau kamu menakutkan!! Amanda langsung berbalik dari pelukan Revan menghadapnya dan mulai mundur dari hadapan Revan
"Sayang kesini, kenapa kamu menjauh?
"Tidak mau!!
"Ayulah aku tidak akan melakukan apa-apa aku hanya bercanda"
"Hahahahahhaha" Semua orang tertawa mentertawakan tingkah laku Amanda dan Revan yg seperti anak-anak dan merika tertawa geli saat mendengar tupik pembicaraan Amanda dan Revan
Amanda yg tidak menyadari kalau dia sudah berada tepat di batas tebing kulam renang dan terkejut saat mendengar tawa semua orang dia terpelisit dan jatuh kedalam kulam renang
"Aaahhhhhh!!
Byuuurr
__ADS_1
"Sayang!!! Revan langsung melumpat kedalam kulam renang dan menarik Amanda keluar dari kulam dia begitu panik dan takut jika terjadi hal yg buruk pada istrinya
semua orang berlarian mendekati Amanda dan Revan yg sudah keluar dari kulam
"Aku tidak apa-apa" ucap Amanda tertunduk malu
"Amanda kamu harus hati-hati nak, jika terjadi sesuatu sama kamu nanti bagaimana? ucap mama tasya pada putrinya
"iya mah nanti Amanda akan lebih hati-hati"
"Ya sudah kalau gitu kamu naek keatas, lagian ini sudah malam juga kalian harus istirahat kasian anak-anak, mama akan bawa Alka Alika menginap di rumah saja yah?
"Tapi mah- belum selesai Amanda berbicara sudah di potong mama tasya
"nggak ada tapi-tapian, biar aja merika menginap dirumah mama biar merika cepat dapat adik!!"
Amanda dan Revan terdiam, merika tidak dapat mengatakan apa-apa lagi
"hahahaha kamu benar tasya, sepertinya umur merika sudah cukup untuk memiliki seorang adik'' ucap mama Nadine menyahut perkataan mama tasya
"Kalau begitu kita pamit pulang ya nak"
"eemmhh makasih untuk semuanya Revan sangat senang dengan kejutan kalian semua mah pah, Alka Alika kalian jangan nakal ya nak di rumah nenek"
__ADS_1
''okey papah" ucap Alka Alika kegirangan, alka dan Alika sudah terbiasa bersama Mama Tasya
aku minta maaf banget sama kalian semua karna lama baru lanjutin caritanya, karna aku dapat musibah beberapa minggu yg lalu dan tidak bisa beraktifitas seperti biasa nya.🙏🙏🙏