
#MAHENDRA GROP
Amanda begitu takjub saat ini dia berada tepat di bawah gedung perusahaan Revan Amanda sedikit merasa gugup tapi dia mencuba untuk tenang dan berjalan masuk kedalam perusahaan dengan kepercayaan diri yg dibuat-buat.
Amanda berjalan dengan anggun dia berpakaian sederhana, namun kemanapun dia pergi ada saja setiap mata yg memperhatikan dirinya.
"Huupph.. tenang Amanda kamu pasti bisa!Saat ini Amanda berjalan menuju luby disana ada beberapa resifsionis yang juga sedang menatapnya dari awal Amanda masuk ke perusahaan.
Resefsionis wanita itu menatap Amanda dari atas sampai bawah dengan merimihkan
"permisi nona ada yg bisa saya bantu?"
" Saya kemari ingin bertemu dengan pa Revan!" ucapnya supan
"apa sudah ada janji?"
"Tidak" sahut Amanda dia tidak ada janji sebelumnya apa lg menghubungi Revan
"kalau begitu nona harus menunggu dulu, pa Revan saat ini sedang miting nona dan anda harus membuat janji untuk bertemu dengan Prisder"
"baeklah saya akan menunggu saja''. ucap Amanda dan berlalu pergi mencari tempat duduk diluby.
resefsioni itu menatap Amanda dengan jijik dia yakin Amanda hanyalah salah satu wanita yg menginginkan kekayaan Revan sama seperti sebelumnya "hay aku yakin wanita itu jalang!" ucap nya sambil berbisik pada salah satu kuleganya
"jangan bica sembarangan, jika Presdin mendengarkan pembicaraan kita bisa di pecat kita!" ucap salah satu Resefsiones mengingatkan salah satu teman kerjanya.
"aku berbicara pakta, mana ada wanita cantik yg mau datang ke sebuah perusahaan duduk menunggu hal yg tidak pasti tanpa membuat janji terlebih dahulu!"
"eemmm benar juga ya, mana ada orang cantik mau buang-buang waktu menunggu tanpa kepastian" merika terus berbisik membicarakan Amanda tanpa henti
Sudah 3jam Amanda menunggu dia mulai gelisah dan berdiri berjalan menuju meja resepsionis lagi.
"permisi apakah masih lama pa Revan akan selesai dari mitingnya?" ucap Amanda
__ADS_1
"tolong beritahu pada pa Revan kalau Amanda sedang menunggunya" ucap dengan wajah memelasnya
Resepsionis itu menatap Amanda dengan semakin jijik dia berpikir Amanda tidak tahu malu. "nona anda tidak bisa seenaknya meminta Presdir untuk datang menemui anda Presdir kami orang yang sibuk!"
Amanda mendengus kesal dengan sikap tidak sopan resepsionis wanita itu dia sudah mencuba untuk bersabar dan memahami kemudian Amanda melihat id nya.
"Nona marisa yg terhurmat! saya datang ke tempat ini dengan niat baek jadi tolong samapaika pesan saya, itu saja" Amanda masih menguntrol emosi dan memohon agar marisa mau menyampaikannya
"kamu hanya wanita jalang! yg datang ke tempat ini untuk memikat Presdir kami dan menginginkan kekayaan nya bukan!" sahut marisa dengan remih
Amanda terkesiap mendengar penuturan resepsionis muda itu dan langsung menggilingkan kepalanya tak percaya dengan penuturan sang Resefsiones yg seharusnya bersikap baik kepada tamu merika.
"beginikah cara pegawai perusahaan MAHENDRA menyambut tamunya? aku benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Revan mempekerjakan pegawai yg tidak memiliki ititut dan sopan santun seperti ini!" ucap Amanda penuh dengan kekecewaan.
Salah satu Resefsiones yg mendengarkan dari awal langsung memanggil kanya sekretaris revan dan menyampaikan pesan Amanda kalau dia ada dibawah, dia takut kalau ternyata Amanda orang yg penting bagi Revan, seteh mendengar penuturan Amanda yg menyebut nama Revan dengan begitu akrab dan tidak Formal Seperti para pegawai lainnya.
Saat diruang miting kanya sedang merapikan dukumen Dreett..dreeett Kanya mendengar ponsel nya bergetar dan langsung dia angkat.
"hallo??"
"apa dia sudah ada janji?"
"Tidak, dia belilang dia tidak membuat janji sebelumnya, tapi dia menunggu sudah hampir 4jam nona, dan juga....
"katakan! sahut kanya dingin
"Marisa membuat masalah" katanya sedikit takut, Kanya mendengus kesal pasalnya marisa sering kali berbuat ulah dikantor
"Baeklah aku akan segera kesana!
kanya mematikan telpon dan menatap Revan yg sibuk dengan dukuminnya.
Revan merasa ada yg menatapnya dan mengangkat kepalanya menatap kanya
__ADS_1
"Kataka!!
"Presdir dibawah ada yang mencarimu"
"Katakan aku sibuk! Revan menundukan kepalanya kembali memeriksa dukumennya
"Tapi presider.. dia.. katanya dia sudah menunggu hampir 4jam, dan nama nya AMANDA."ucap kanya sedikit takut.
Revan langsung melepas pena dan dukumen yg ada ditangannya Revan langsung berdiri dia kaget kenapa Amanda tiba-tiba datang, sambil tersenyum Revan langsung berlalu pergi dengan berlarian menuju Lift Setelah keluar dari ruangan kerjanya.
KANYA kebingungan dengan sikap Revan tidak biasanya dia bertingkah seperni ini,
dia penasaran dan mengikuti Revan dibelang nya yg sudah tertinggal jauh.
#di lubi perusahaan suasanya sudah mulai memanas...
"ya seperti ini lah saya apa kamu keberatan? apa kamu akan melapurkan ku kepada atasan dan meminta untuk memecatku setelah kamu puas masuk ke atas ranjang?"
"jadi seperti ini kamu menilai seseorang? tanya Amanda mulai tersulut emosi sambil bersedekap Menatap Marisa.
"ya seperti itulah kamu!! mana ada perempuan Cantik yg mau menunggu berjam jam hanya untuk menunggu seseorang pria, apa lagi pria itu kaya raya" ucap marisa dengan lantang hingga seluruh orang yg ada di luby dapat mendengarnya.
Amanda benar-benar tidak habis pikir dengan penuturan Marisa "Nona apa kamu menceritakan tentang dirimu? tanya Amanda pelan disamping telinga marisa, hingga tidak satupun yg mendangar penuturan Amanda.
PLAAAKKKKKK..
Marisa menampar Amanda sampai Amanda terjatuh di lantai, disudut bibirnya sedikit rubik dan mulai berlumuran darah, Amanda hanya tersenyum masam mendapatkan perlakuan seperti itu di hari pertama dia akan bekerja.
"kamu benar-benar ahli nona Marisa!" ucap Amanda sambil menahan rasa pusing dikepalanya pasalnya kepala Amanda tidak dapat menerima guncangan dibagian kepala.
Marisa mendekati Amanda yg masih duduk di lantai dan menjambak rambutnya dengan kencangnya "inilah karna akibatnya jika jamu berani kurang ajar dengan ku!" ucapnya begitu angkuhnya sambil terus meremas rambut panjang Amanda.
"MARISSA!!!
__ADS_1
Revan keluar dari lift dia melihat Amanda yg terduduk di lantai, dengan pipi lebam dan darah di sudut bibirnya dan yg paling membuat Revan murka Marisa bahkan menjambak rambut Amanda begitu keras.
"Apa seperti ini cara kamu menyambut tamu saya hehhh?!!!" teriak Revan menatap Marisa dengan tatapan membunuh semua orang di luby terdiam tak ada yg berani bersuara ataupun menengahinya.