
Setelah hubungan Amanda dan Revan yg terus membaek beberapa hari, minggu dan bulan pun berlalu, Revan Amanda selalu bersama kemanapun merika berada dari keluar kota hingga keluar negeri Amanda selalu menemani suaminya, walau tidak ada yg tahu kalau merika sebenarnya suami istri, merika tidak ambil pusing Karna menurut merika hubungan tidak terjalin dari mengutamakan suatu kata-kata tetapi perbuatan dan tindakan.
"Revan kita mau kemana, ini sudah malam ini jauh dari rumah kita?
"Kamu akan segera tahu" Revan hanya tersenyum
Cukup lama merika diperjalanan, sampai merika tiba di sebuah villa dan tepat di bagian bawahnya ada pantai yg sangat indah.
"Bagaimana sayang apa kamu suka?
"ini sangat cantik, Terimakasih sayang" Amanda langsung memeluk Revan dan kembali melihat pemandangan dari dalam mobilnya.
"Ayu kita masuk kedalam"
Amanda hanya mengangguk setuju dan berjalan memasuki villa
Saat di dalam kamarnya Amanda memiliki banyak sekali pertanyaan, dia menatap Revan yg membiriskan pakayan kedalam lemari.
"Revan apa semua ini milikmu?
"Milik kita sayang, papa memberiku pulau ini saat aku berulang tahun yg ke 17tahun, dan pantai itu terbuka untuk umum"
"Waw.. papa kamu memang mengagumkan" kekeh Amanda sambil memuji mertuanya
"Apa kamu sering kesini?
"Tidak juga, aku biasanya kesini waktu liburan akhir pekan atau ingin menenangkan pikiran karna ada masalah"
"lantas kenapa kamu baru sekarang mengajakku kenari?
"Kamu tahu sayang aku sangat sibuk dengan pekerjaan bahkan untuk resepsi pernikahan saja kita belum sempat melakukannya dan juga aku sudah lama tidak kemari, itu sudah berlangsung 10tahun" Revan menunduk sedih ada banyak luka dibalik matanya yg berlinang air mata
__ADS_1
Revan keluar kamar dia tidak ingin Amanda melihat kesedihannya, saat kehilangan orang yg dia cintai.
"Revan aku tahu sangat sulit melupakan orang yg dicintai aku tidak tahu seperti apa kisah masalalu kamu, tapi aku berjanji aku akan selalu mencuba membuat kamu tersenyum dan tidak akan meninggalkan kamu sayang" rintih Amanda dalam hatinya yg terasa sakit.
Keisukan harinya Revan membawa Amanda berjalan-jalan di pantai menikmati udara Sore disana.
"Sayang apa kamu memakai tabir surya?!"
"Eemmh.. sudah, pelayan di villa tadi memberikannya padaku"
"Ayu kita berfoto, bukan kah kita belum pernah berfoto bersama?
"eemm.. kamu benar kita hidup bersama sudah cukup lama tapi tidak satupun memiliki foto bersama"
Amanda dan Revan pun berfoto bersama sesekali Revan berbuat jahil pada Amanda dan merika tertawa lepas bersama, tidak jauh dari merika ada 2orang perempuan yg mungkin seumuran dengan Amanda dan menatapnya sinis.
"Sayang apa kamu haus? tunggu disini aku akan mengambil minuman dulu"
"Okey.. jangan lama''
"Waaah.. ternyata ini benar kamu!"
Amanda menoleh ke asal suara dan dia melihat ada 2orang perempuan menatapnya begitu jijik.
"Kalian siapa ya?!" tanyanya bingung
"Ckckck.. kamu seperti nya sudah melupakan kami dan desa ini ternyata!" ucap salah satu dari merika berdua sambil menggiling kan kepalanya.
"karna kamu sudah melupakn kami akan aku kenalkan lagi siapa kami, aku Devi dan Tania teman SMA kamu! apa kamu sudah ingat?!"
"Maaf sepertinya kalian salah orang, aku tidak mengenal kalian jawab Amanda sopan.
__ADS_1
"Hahahaha ternyata benar kata nenekmu kamu meninggalkan desa ini dan menghilang hanya untuk melarikan diri dan ingin menggait lelaki kayaraya " ucap Tania sambil menunjuk wajah Amanda.
"siapa nenek? aku benar-benar tidak mengenal kalian dan nenek yg kalian maksudkan?!"
"Dinda.. Dinda.. kamu itu hanya anak orang miskin jangan berharap jadi tuan putri dengan kamu merayu dan naek ranjang pria tampan tadi!!" ucap salah satu orang yang ada dihadapannya begitu sangat pedas nya.
Deeggg
Amanda terdiam, Dadanya berdegup kencang badannya terasa panas dingin, kepalanya terasa sakit luar biasa setelah mendengar penuturan wanita yg ada dihadapannya itu.
"Di.. Dinda?!! Si..siaapaa maksud kalian?!"
"yaahhh.. seperti nya kamu juga lupa nama kamu sendiri, dengarkan aku Baek-baek....!!! kamu itu ya dinda anak orang miskin yang bermimpi jadi orang kaya dan rela menghilangkan diri meninggalkan keluarga nya seolah-olah kamu sudah mati!!"
Amanda semakin tercengang dengan penuturan Devi dan Tania, Amanda terduduk lemas di atas pasir mencerna semua perkataan dua wanita yg ada dihadapannya Bahkan Matanya nampak menatap Kosong.
"A'pa ini.. benar? Entah kenapa manda menangis terisak dadanya sangat sesak dan sakit
"Hay.. apa yang kalian lakukan!!!
Revan mendekat dia sangat marah saat melihat Amanda yg terduduk sambil menangis matanya menatap kosong kesembarang arah.
Tania menoleh dan dia tersenyum melihat Revan"Tampan kamu tidak boleh tertipu oleh
perempuan ini dia hanya mengincar kekayaan kamu saja"
"Iya benar dia tak berbida dengan seorang penipu dia rela meninggalkan keluarga nya hanya untuk mengejar mimpi nya merebut hati para pria muda orang kaya seperti kamu" Devi mendekati Revan dan ingin memengang pergelangan tangannya namun Revan menghindar dengan cepat.
"Tau apa kamu tentang istri saya hah!! Revan nenatap Tania dan Devi dengan tatapan membunuhnya dia sangat geram jika saja merika berdua laki-laki mungkin Revan sudah melayangkan tinjunya.
Bruuukkk
__ADS_1
Amanda jatuh pingsan dan tak sadarkan diri lagi, Revan panik dan langsung membawa Amanda kembali ke Villa nya.
Dia tidak menghiraukan lagi Tania dan Devi yg terdiam mendengar penuturan Revan yang mengatakan Kalau Amanda adalah istrinya.