JANJIKU

JANJIKU
Aku kembali


__ADS_3

Bandara internasional Negara K


setelah Amanda meninggalkan negaranya di indonesia Amanda tiba di bandara dengan wajah kuyunya nampak jelas wajah Amanda tidak ada semangat sama sekali, bahkan matanya sudah bengkak karena banyak menangis.


dia menaiki sebuah Taxi yg mengantar nya ke salah satu Apartemen di tengah-tengah kota, sesampainya di depan pintu masuk dia berpapasan dengan seorang yg dia kenal.


"Kak Lukas?


"Amanda! kamu disini? Lukas melihat Amanda membawa sebuah koper


"iya kak, aku baru sampai disini"


"Apa Ramon sudah tahu kalau kamu kesini?


"Belum, kak lukas aku datang sengaja tidak memberi tahunya karna aku ingin memberi dia kejutan" Amanda memasang wajah senormal mungkin agar Lukas tidak curiga


"Apa kamu akan menetap disini, kakak sangat senang bisa melihatmu lagi!


"Mungkin, aku juga belum tahu kak yg pasti untuk saat ini aku akan tinggal disini dulu kak"


"Itu bagus, itu artinya kita bisa kumpul-kumpul lagi manda" Lukas mengusap lembut kepala Amanda


"Eemmh.. kak aku sangat lelah aku ingin naik ke atas dulu"


"Ya sampai nanti"


Amanda meninggalkan Lukas yang masih berdiri sambil tersenyum melihat punggungnya.


"Amanda apa yg terjadi dengan mu, badanmu sangat kurus bahkan wajahmu terlihat tak seceria dulu dan sangat pucat" gumam nya dalam hati..


Amanda terus berjalan memasuki lurung setelah naek lift dan berhenti di depan pintu Apartemen nya Ramon dan memasukkan kode.


"Hallo.. Aku kembali!! Apa ada orang?


Amanda memasang wajah cerianya


"Kenapa sangat sepi, kemana orang penghuni rumah ini? haaeech.. seperti nya dia masih di rumah sakit!! lebih baek aku mandi dan tidur dulu aku sangat lelah"


Amanda berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya dia meletakkan kopernya di sembarang tempat dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tiba-tiba dia merasa mual lagi dan berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Uuwweek... Uuwweek...!!


"Hay kamu kenapa?!"Ramon datang dari luar kamar amanda dan berlari mendekati Amanda yg Muntaha di kamar mandi.


"aku tidak apa-apa kak!


"kamu sepertinya Sakit sayang??"


"Tidak aku baek-baek saja perutku hanya sedikit mual mungkin masuk angin terlalu lama di pesawat"


"Kapan kamu tiba sayang?"


"Aku baru tiba kak, aku sangat lelah!"


"Ayu kamu istirahat saja dulu, kamu sangat pucat kamu harus istirahat sayang!"


''Eemmh,, Ramon membawa amanda kembali kekamarnya dan merebahkan Amanda di atas ranjang, dia meneriksa Amanda.


"kamu hanya kelelahan dan seperti nya kamu juga sedang Stris? sayang apa kamu sedang ada masalah?


Amanda memiringka badannya yg sedang berbaring dan memeluk pinggang Ramon yg duduk di sisi tempat tidur.


"Aku leleh kak, Aku lelah" Amanda terisak menangis sambil memeluk pinggang Ramon yg masih duduk dia melimpahkan segala kegundahan hatinya hanya dengan memeluk sang kakak saja.


"eemmh"


Ramon keluar dari kamar Amanda dan menuruni tangga menuju dapur, sesampainya di dapur ponselnya bergetar saat Ramon melihat id yg menghubunginya dia tersenyum..


"Hay.. dokter Evan yg terhormat sudah lama tidak ada kabar? apa sekarang kau akan memberiku kabar pernikahan?


"Ramon aku perlu bicara!


"Okey.. katakan"


*******


*******


******

__ADS_1


"ka'kamu berbohong kan Evan! bercandamu tidak lucu!!


"Ramon aku tidak sedang bercanda atau membohongi kamu, ini nyata aku sudah melakukan pemeriksaan dan seperti nya dia juga belum tahu"


"sudah berapa lama?!"


"ini memasuki bulan ke3 usianya masih cukup muda"


"baek terimakasih aku akan menghubungi kamu lagi nanti"


"ya sama-sama kawan"


Ramon mematikan telpon nya, dia membanting ponselnya kelantai dan seketika pecah berhamburan dia meluapkan segala kemarahan nya dengan melempar segalanya.


Amanda turun dari lantai atas mendengar suara gaduh dan melihat ponsel Ramon sudah hancur berantakan "Kak ada apa? Amanda mendekati Ramon yg terlihat sangat marah.


Ramon tersadar dan membelai pipi Amanda


"Tidak ada ini hanya pekerjaan di rumah sakit saja kamu tidak perlu khawatir sayang"


" Kakak tidak pernah semarah ini? Kakak haarus tenang"


"eemmh maafkan kakak, apa kamu takut?


"sedikit""


"ya sudah sini kakak peluk kamu" Amanda pun langsung memeluk Ramon dia selalu memanjakan adiknya dan menyayangi Amanda bahkan jika dia marah dia tidak pernah memperlihatkan nya


"Siapa yg sudah mempermainkan adikku, apa itu kamu Revan? apa kamu sudah melicihkan adikku? jika kamu tidak terima dengan rencana perjodohan ini kamu bisa menolaknya bukan? dan jika benar kamu yg melakukannya aku tidak akan pernah memaafkan kamu!! gumam Ramon dalam hati nya


"Apa kamu mau membantu kakak memasak? seperti nya kakak juga agak lelah sayang"


"Tentu, ayu aku akan membantu dokter tampan ini melakukan pekerjaan rumah"


"hahahahaha kamu ini, kamu selalu menyanjung kakak bukan? jika benar kakak tampan tidak mungkin kaka tidak memiliki pasangan selama ini" Ramon sengaja membuat suasana kebih hangat dia tidak ingin Amanda merasa semakin tertekan


Amanda membolatkan matanya lebar, Ramon tidak pernah membahas topik ini sebelumnya dia selalu menghindar, dan hari ini dia mengatakan hal itu


"Bagaimana mana mungkin kakak memiliki kekasih sedangkan kakak saja terlalu sibuk dengan rumah sakit!

__ADS_1


"Okey.. okey.. kamu menang ayu kita memasak sayang kakak sudah sangat lapar..


Amanda dan Ramon pun memasak bersama-sama dengan sedikit keusilan Ramon yg mengganggu adiknya


__ADS_2