
"Hay.. gadis kenapa kamu menolong nya? harusnya dia sudah mati!!, gara-gara kamu! semua rencanaku yg kususun rapi hancur berantakan!! tetiak seorang peria berusia 30 mencekik gadis muda dengan kemarahan yg tidak bisa dia tahan lagi
"A'aku Ha'nya menolong nya.. aku tidak bisa melihat dia mati begitu sa...ja"
Plaaakkk
""Berani Kamu membantah ku!! pria itu tersulut emosi saat mendengar perkataan gadis muda itu
"Apa salahnya jika saya menolong nya tuan?
plaaakkk
"kamu salah!! karna sudah melibatkan diri dengan menolong nya!!
Braaakkkkk,,, gadis itu melayang dan membentur tembok karena tendangan kencang pria itu.
Uhhukk.. uhhukk
gadis itu memuntahksn darah segar dari mulutnya.
Lalu pria itu datang lagi mendekati gadis itu menjambak rambutnya dengan kencang dan menyiritnya
Aaahhh... tidak!! jangan!! sakit tolong.. tolong..
lepaskan!!
Saat itu Waktu menunjukkan jam 12malam Revan sedang berada di ruang kerjanya, sayup-sayup terdengar suara teriak seorang wanita, Revan menutup dokumen dan berjalan keluar ruangan, Revan mendengar kan teriakan semakin jelas saat sudah sampai di depan pintu dia kaget itu adalah suara Amanda.
"Amanda!! Amanda buka pintunya!!..
Revan panik dan berusaha masuk, tapi pintunya terkunci
Revan berlari ke ruang kerjanya dan mengambil kunci cadangan dan kembali menuju kamar Amanda.
Saat pintu sudah terbuka Revan kaget ternyata amanda hanya mengigau.
"tolong!!...tolong!! lepaskan... aku mohon!!
Amanda terus menangis meminta tolong Keringatnya sudah membasahi bajunya badannya gemetaran ketakutan.
__ADS_1
Tapi Revan merasakan keanehan saat melihat Amanda yg ketakutan seolah-olah dia memang sedang mengalaminya Revan mendekat dan langsung memeluk Amanda untuk menenangkannya dan mencuba untuk membangun kan nya
"Sayang bangunlah... Revan menepuk pipi Amanda beberapa kali tapi tetap saja amanda tidak bangun.
"Amanda!! teriak Revan dengan keras
"Aaaaaahhhh!! Tidaaaaak..!!
Amanda terbangun dari tidurnya tapi dia masih gemetaran dan ketakutan dia berlari kesudut lemari dan terus menangis memanggil mamanya.
Revan merasa kan hati nya sakit melihat kondisi Amanda dia berjalan mendekat dan mencuba menenangkan dia bingung apa sebenarnya yang sudah terjadi.
"Hay.. kemarilah" Ucapnya lembut
"tidak!! Kamu akan membunuhku kan! apa belum cukup kamu menyiksaku? aku Hanya menolong nya dari kecelakaan mobil itu tapi kenapa kamu ingin membunuhku Hanya karna aku menolong nya!!
deegggh
Revan terdiam dengan perkataan Amanda, pasalnya Amanda mengucapkan perihal tentang menolong seseorang dari kecelakaan mobil.
"Din..da!! revan tidak sadar menyebutkan nama nya "Siapa kamu? bagaimana kamu tahu namaku?Amanda terus saja gemetaran sambil menangis dan menyembunyikan diri disudut lemari.
Air mata Revan jatuh dan dia langsung memeluk Amanda perasaan nya pun tidak karuan, dia benar-benar merasa bahagia sekaligus sedih, apa sebenarnya yang terjadi hingga Amanda jadi seperti ini.
Revan mengangkat tubuh Amanda dan membaringkannya kembali di atas ranjang
Saat revan melihat Amanda sudah mulai tenang Revan ingin keluar dari kamar Amanda, tiba-tiba Amanda berlari menahan nya dan memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi.. aku takut"
"baeklah aku tidak akan kemana-mana aku akan menemanimu" Revan ingin duduk tapi dihalangi oleh Amanda.
"Aku ingin kamu tidur dengan ku, aku takut
sendirian"
Revan tersenyum dan merebahkan tubuhnya di samping Amanda, Amanda langsung memeluk tubuh Revan dan direspon Revan dengan memeluknya juga, sampai akhirnya merika berdua tertidur bersamaan.
matahari bersinar terang meliwati jendila dan pantulan cahaya mengenai dua insan yang sedang tidur sambil berpelukan.
__ADS_1
Amanda mengerjabkan matanya, dia merasa ada yang sangat berat di bagian perut nya saat Amanda mengangkat kepala dan melihat kebawah dia keget, kenapa ada tangan yg memeluknya?
perlahan Amanda menoleh kesamping ingin melihat siapa yg ada disampingnya
"Revan!! Amanda spontan menutup mulutnya dia benar-benar kaget bagaimana bisa Revan tidur dengan nyenyak dengan nya.
"Revan? Amanda mencuba membangunkan nya
"eemmh.. Revan menggeliat dan bersuara khas orang bangun tidur.
"kenapa kamu tidur di sini?
Revan membuka matanya dan menatap amanda geli "Tadi malam kamu bermimpi buruk dan menangis ketakutan memintaku untuk tidur dengan kamu"
"Aku bermimpi buruk lagi? dan aku meminta untuk tidur dengan kamu?"Amanda membolatkan matanya kaget.
"eemmh" Revan masih ingin menikmati paginya bersama Amanda.
"Tenanglah aku tidak melakukan apa-apa sama kamu" Revan membelai kepala Amanda lembut dan memeluknya lagi.
"Manda ayu kita hari ini kita kekantor urusan sipil"
"untuk apa?!" tanyanya bingung
"Aku akan menikahimu"
Amanda terdiam mendengar penuturan Revan yg entah terkena angin apa tiba-tiba ingin menikah dengan dirinya.
"Tapi.. Mama papa?
"Amanda apa kamu tidak mengerti??! merika sengaja membuat rencana agar kamu bekerja dengan ku, dan merika bahkan membiarkan kita tinggal di satu atap yg sama, aku juga tidak ingin Lukas terus mengganggu kamu."
"Apa mereka tidak akan marah kalau kita menikah tanpa mereka?
"Kamu percayalah tidak akan merika marah malah mungkin merika akan minta cucu"
"hahahaha"merika tertawa bersamaan
"Ayu.. kamu mandilah dan siap-siap"
__ADS_1
"eemmh"
Revan bangun dari tempat tidurnya Amanda dan berjalan keluar kamar untuk siap-siap.