JANJIKU

JANJIKU
Aku sudah menikah


__ADS_3

MAHENDRA GROP


Revan berjalan memasuki perusahaan nya meliwati pintu masuk utama bersama Riyan yg ada di belakang nya, Sama seperti biasa dia selalu memasang wajah dinginnya tapi sekarang dia lebih dari sebelumnya,


Sesampainya di ruangan nya dia diam sejenak tanpa mengatakan apapun Dengan Riyan yg masih tetap menemani Revan.


"Katakan pada seluruh staf karyawan yang bekerja di perusahaan ini untuk berkumpul di ruang rapat aku ingin melihat data bulan ini!"


"Baek presdir"


Riyan keluar dari ruangan Revan dan menyampaikan pesannya pada para karyawan.


"Riyan tunggu! Kanya memanggil Riyan dengan sedikit bingung


"Ada apa? Riyan menatapnya dengan tatapan tajamnya pada kanya


Sejak kejadian saat bertemu zidan Riyan dan Kanya tidak pernah saling menghubungi atau bertemu lagi, dan masih ada perasaan canggung saat bertemu.


"Tidak ada aku minta maaf aku harus pergi" Kanya berbalik ingin meninggalkan Riyan yg masih menunggu nya bicara.


"Tunggu!


kanya menoleh lagi pada Riyan yg sudah berjalan mendekati Kanya tanpa berhenti, kanya yg merasa Riyan terus mendekati dirinya memundurkan langkahnya hingga punggungnya membentur dinding.


"Apa kamu sedang menghindari aku?! tanyanya memajukan wajahnya kedepan wajah Kanya


"Ti'tidak.. aakkuu..


Cupp


Kanya belum sempat menyelesaikan kata-katanya tapi Riyan sudah lebih dulu menbungkam kanya dan Riyan mengecup bibir kanya lembut


Deeggg


jantung kanya berdetak kencang, dia membolatkan matanya sempurna karna kaget


"Ini hukuman untuk kamu yang sudah mulai berani menghindar dan menjauhiku"

__ADS_1


"Ri..yaaan ka'mu...?! Kanya tercengang


" Jika kamu berani menghindariku lagi kamu akan tahu akibatnya! bisik Riyan di telinga Kanya pelan dan berlalu meninggalkan Kanya yg masih berdiri mematung dengan wajah yang tampak memerah.


"Kanya.. entah apa yg aku rasakan ini, setiap melihatmu aku tidak ingin orang lain juga menatap mu"riyan terus berjalan meninggalkan Kanya tanpa menoleh lagi.


"Astagaaaaa...!!! Riyan dia mencuri ciuman pertama ku! Kanya baru tersadar dan menghentakkan kakinya di lantai, dia sangat marah karna ciuman pertamanya lulus begitu saja saat Riyan tanpa rasa bersalah mengambil ciumannya.


Di laen tempat Amanda sedang menonton televisi bersama Ramon, merika asik tertawa saat melihat karton lucu yg merika lihat, Ramon sengaja memilih kartun agar Amanda sedikit terhibur.


"Kak.. Amanda menoleh pada Ramon yg duduk disampingnya yg masih melihat ke arah telivisi.


"Eemmh ada apa?


"Aku ingin mengatakan sesuatu, kemarin kamu menguluk-uluk ku hingga aku jadi lupa dengan apa yg ingin aku katakan"


"Okey.. Katakan ada apa sayang" Ramon mematikan televisi dan memfokuskan pandangannya pada Amanda


"Aku sudah menikah kak"


deeggg


"Ka'kamu serius sayang?"


"Aku serius, Aku menikah dengan Revan setelah pindah tinggal di rumahnya"


Ramon membolatkan matanya sempurna karna keterkejutan nya "Revan?! jadi kamu menikah dengan Revan? Aaahhh.. syukurlah jika itu benar-benar Revan kalian memang sudah mau di jodohkan"


"Eemmh kami tahu itu,, Rencana mama papa memang luar biasa! kami sengaja pura-pura tidak tahu dan sepakat untuk menikah mencuba saling menerima satu sama lain"


"Lalu kenapa kalian tidak memberi tahu kami?


"Kami sengaja ingin memberi merika kejutan, jika suatu saat nanti mama papa mengatakan bahwa merika ingin menjodohkan kami, kami akan mengatakannya''


"Dan kamu berhasil membuat kakak terkejut sayang"


"eemmh bukankah ini lucu seharusnya kakak marah bukan? karna aku sudah menipu kalian semua"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kamu sudah menikah dan menjaga kehormatan keluarga MAYDA dengan baik sayang"


"Apa kamu tahu kondisi kamu saat ini?


"maksud kakak apa?


"Beberapa hari yg lalu dr.Evan menelpon kakak, dan dia menceritakan semua nya saat kamu pingsan dan di bawa kerumah sakit"


"oohh.. itu aku hanya pingsan karna kelelahan mungkin, apa yg menanganiku itu kak Evan kak"


" iya itu Evan, dan dia sudah memeriksa kondisi kamu, Apa kamu tidak menyadari nya?


"aku tidak mengerti maksud kakak, katakan saja kak kamu tidak perlu berbelit-belit, apa aku sedang sakit?


"Kamu hamil Sayang"


Deeggg


Amanda terdiam, wajahnya memucat dia tidak tahu harus berkata apa, tiba-tiba Air matanya lulus membasahi pipinya dengan deras


"Hay.. kenapa kamu menangis? ini kabar baek bukan? tidak ada yg salah dengan ini kamu memiliki suami dan sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua"


"Kami sudah bercerai kak" Amada menatap Ramon dengan air matanya berjatuhan punggung nya bergetar mana kala dia teringat bagaimana sikap Revan padanya


Ramon terdiam juga setelah mendengar penuturan Amanda, dia tidak menyangka kalau perkataan Amanda Membuat Nya tidak bisa berkata-kata lagi


"Apa yg terjadi? bagaimana Revan bisa melakukan ini?


"Kak tenanglah, aku tidak apa-apa biarkan saja itu sudah berlalu yg aku inginkan hanya kakak merahasiakan keberadaan ku disini dari siapapun yang ingin mencariku terutama Revan, aku tidak ingin melihatnya lagi kak"


"Emmhh.. dia sudah menyakitimu jangan harap dia bisa bertemu lagi dengan kamu!


Ramon memeluk Amanda dia merasa dadanya perih menahan sakit saat mengetahui adiknya yg sedang hamil sudah bercerai dengan suaminya


"Apa dia tahu kalau kamu hamil"


"Tidak.. aku baru tahu hari ini juga kalau aku sedang hamil kak"

__ADS_1


"Baeklah ini akan lebih baek dengan ini akan lebih aman kalau dia tidak tahu kemungkinan dia akan mengambil anakmu tidak akan pernah ada"


__ADS_2