JANJIKU

JANJIKU
Riyan Cemburu buta


__ADS_3

Riyan sedang berdiri mematung menatap kearah sudut meja di dalam Restoran dia berniat ingin makan malam, tapi saat dia masuk dia melihat seseorang yang dia kenal sedang memeluk laki-laki begitu eratnya dan duantidak tahu siapa laki-laki itu, ini adalah kali pertamanya melihat Pria itu, Riyan begitu geram dan merasa Dadanya berdegup kencang napasnya seakan panas, Riyan selalu merasa kan perasaan berbida saat bersama Kanya tapi dia tidak pernah menyadari perasaan nya hingga sampai sekarang hubungan di antara mereka pun tidak jelas sampai saat ini.


Riyan melihat Kanya menghapus air matanya yang mengalir dan diam mematung saat pria itu pergi meninggalkan dirinya


"heh.. murahan!!'' ucap Riyan dingin yg sudah berdiri di samping Kanya


Kanya terkejut saat mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal "jangan asal bicara kamu Riyan, tahu apa kamu tentang aku?!!" Kanya menoleh ke asal suara dan dia sangat marah mendengar penuturan Riyan yg merendahkan diri nya


"Aku berbicara faktanya, kamu dengan mudah membiarkan laki-laki memeluk tubuhmu ini se'enaknya'' tunjuk Riyan pada tubuh Kanya dengan amarahnya


"Aku tidak peduli dengan kamu Riyan, terserah kamu mau menilaiku seperti apa! bahkan jika aku menjadi seorang perempuan jalang pun kamu tidak memiliki hak untuk menghakimi ku semaumu!!" Kanya mengambil tasnya yang ada di atas meja dan meninggalkan Riyan keluar dari restoran, tanpa pikir panjang Riyan juga keluar dari restoran dan menarik Kanya membawanya masuk kedalam mobil dan pergi membawa kanya dengan kecepatan tinggi.


"Apa apaan kamu Riyan hentikan mobilnya" Kanya ketakutan, sebelumnya kanya tidak pernah semarah ini jika Riyan mendekati atau mengerjainya, Riyan tidak pernah menghinanya dia hanya selalu usil mengguda nya atau merajuk tapi hari ini entah kenapa dia seperti sedang dalam amarah yg sangat besar.


"DIAM!!!" ucap Riyan dengan sangat kasar, Riyan sebenarnya menyesali perkataannya tapi dia tidak bisa mengendalikan amarahnya saat mengingat Kanya sedang memeluk seorang laki-laki.


Kanya terdiam dia langsung mengalihkan pandangan nya ke arah kaca mobil di samping nya, entah kenapa rasanya hati Kanya sangat sakit mendapati perlakuan kasar Riyan bulir-bulir air matanya mengalir begitu saja bahkan isakan Kanya mulai terdengar oleh Riyan


Riyan yg tersadar memperlambat dan menepikan mobilnya di bahu jalan yg agak sepi, tanpa mengatakan apapun Riyan menarik Kanya dan memeluk nya dengan begitu lembut


"Maaf" ucap Riyan lirih dia sangat menyesal akan sikapnya yg tak terkontrol

__ADS_1


"Ka'kamu kenapa? kenapa kamu selalu bersikap seperti ini? sipatmu selalu berubah-ubah Riyan aku tidak mengerti"


"Maafkan aku Kanya" Riyan mencium kening Kanya dengan lembut, sekarang dia mulai tenang entah kenapa jika dia memeluk Kanya Riyan selalu merasakan kenyamanan yang tidak pernah dia rasakan saat bersama orang lain


Kanya hanya diam dia tidak menyahut lagi perkataan Riyan, setelah dirasa Riyan Kanya sudah tenang di melepaskan pelukannya dan perlahan menjalankan kembali mobilnya, sepanjang jalan hanya ada keheningan malam sampai akhir nya merika sampai di apartemen Riyan.


Saat Riyan menoleh ke arah Kanya ternyata dia sudah tertidur, nampak jelas bahwa Kanya kelelahan, tanpa pikir panjang Riyan membawa Kanya kedalaman apartemen dengan menggendung kanya dan merebahkannya di dalam kamar Riyan.


Riyan menelan ludahnya susah payah saat melihat tubuh dan wajah cantik Kanya, Riyanpun bergegas kekamar mandi dengan wajahnya yg sudah mulai memirah dan jantung yang mulai berdetak kencang.


Ke esokan harinya Kanya mulai terbangun dari tidurnya dia mengerjabkan matanya perlahan, dia merasa ada yg menindihnya dan itu begitu berat dan saat matanya sudah terbuka dengan jelas dia memalingkan wajahnya kesamping.


Kanya melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 dia terkejut bukankah merika harus pergi kekantor untuk bekerja tapi merika malah tidur dengan sangat pulas


"Riyan bangun kita harus pergi ke kantor kita sudah kesiangan" Kanya mengguyang-guyangkan bahu Riyan, Riyan yg merasakan tidur nya terganggu mulai menggeliat dan memeluk kanya lagi


"Riyan ayu bangun, kita kesiangan"


Riyan membuka matanya perlahan tapi tidak mau melepaskan Kanya


''Kita bolos saja, aku masih mengantuk Kanya" Riyan kembali menutup matanya dan menyembunyikan wajahnya kesamping leher Kanya

__ADS_1


"Apa apaan kamu! kita bisa di pecat Revan, jika kita tidak masuk bagaimana pekerjaan Revan akan berjalan"


Riyan tidak mengatakan apa-apa lagi dia hanya menikmati mencium aruma tubuh Kanya, dia pikir kanya akan marah saat bangun karna mendapati merika tidur bersama, tapi ternyata tidak sama sekali.


Tiba-tiba pintu kamar Riyan terbuka dan Revan berdiri di depan pintu tanpa melihat dengan jelas kearah Riyan,


"Riyan Apa-apaan kamu, di telpon tidak aktif, mengirim surat ijin tidak lihat ini sudah jam berapa?!! Kanya juga tidak mengangkat telepon nya, bagaimana aku bisa beker...


Revan terdiam saat sudah dekat dengan ranjang tempat tidur Riyan, dia sangat terkejut saat melihat Kanya juga ada di apartemen Riyan bahkan nampak jelas kalau merika baru bangun tidur


Riyan memasang wajah masam, dia tidak menyangka kalau Revan akan datang ke apartemen nya di waktu yg tidak tepat dia masih ingin bersantai menikmati bangun tidurnya dan benar saja semuanya jadi berantakan karena ulah Revan yg datang tanpa permisi


Bahkan Kanya juga tidak kalah terkejutnya dia salah tingkah dan tidak tahu harus bagaimana.


"Kalian ini, apa-apaan bagaimana kalian bisa tidur bersama sebelum menikah? Aku tidak mau tahu hari ini juga kalian harus menikah!


"APA??!!! ucap Riyan dan Kanya bersamaan merika saling menatap satu sama lain dengan wajah bingung


"Karna kalian sudah tidur bersama aku pikir tidak ada lagi penulakan, jika aku tahu kalian hari ini tidak menikah kalian akan tahu akibatnya!''


Revan pun berpaling dan meninggalkan Apartemen Riyan dengan senyuman mekar di wajahnya dia tahu bagaimana perasaan Riyan dan Kanya tapi merika tidak menyadari itu, Revan sangat tahu sejak dulu Riyan dan Kanya saling memiliki perasaan dan ketertarikan tapi Karna Riyan yg selalu disibukkan dengan pekerjaannya membuatnya menjadi sedikit lambat dalam memahami perasaan nya

__ADS_1


__ADS_2