JANJIKU

JANJIKU
Morning kiss


__ADS_3

"Ahemm.. Apa kalian akan seperti ini terus menerus? lama kelamaan mataku ini akan menjadi buta karena ulah kalian" Ramon sudah lama datang namun hanya berdiam diri dibalik pintu masuk ruangan dimana Amanda masih di rawat, Ramon mendapatkan kabar dari salah satu perawat yg sedang sip malam bahwa Amanda sudah sadar, namun dia tidak langsung masuk kamar rawat Amanda saat dia melihat Revan yg sedang asik bermesraan dengan adik kesayangannya.


"Kakak kemari aku sangat merindukanmu" Amanda mulai duduk perlahan-lahan di bantu Revan dan merentangkan kedua tangannya.


Ramon berjalan mendekati Amanda dan langsung memeluk dan mengecup dahi Amanda " Sayang aku pikir kamu sudah melupakan aku saat kamu bersama dengan Revan"


"Tidak, bagaimana mungkin aku melupakan kakakku yg tampan ini!"


"hahahaha kamu selalu saja menyanjungku"


"Aku berbicara kenyataan! Okey!"


"Yayayayayaaa... kamu selalu benar sayang ku" Ramon benar-benar gemas terhadap adik kesayangannya


''Ramon setelah Amanda pulih aku akan membawanya ke suatu tempat" Revan mulai mengajak Ramon bicara hal serius


"Kemana kamu akan membawa Amanda? apa kamu juga akan membawa Alka Alika?"


"Iya aku akan membawa merika juga bersama kami, tapi tentang tujuan kemana kami akan pergi aku tidak bisa memberi tahu sekarang karena ini akan menjadi kejutan untuk Amanda"


"Baeklah terserah kamu saja, pesanku cuma satu berhati-hati lah kalian" Ramon tidak terlalu mau ikut campur urusan Revan dan Amanda walau dia sempat keciwa dan marah pada Revan


"kak bisakah aku pulang sekarang? aku sudah busan terus berbaring di tempat tidur" keluh Amanda pada Ramon dia masih belum mau melepaskan pelukannya


"kita harus melihat kondisi tubuh kamu lagi, jika semuanya Baek- baek saja setelah itu baru kamu bisa pulang"


"oohh.. ya sudah kalau begitu"


"istirahat lah, aku harus kembali keruangan dokter yang merawat kamu"

__ADS_1


"eemmhh"..


Tidak menunggu lama, ternyata Amanda langsung dibawa untuk melakukan pemeriksaan terhadap tubuhnya dan setelah itu dokter mengatakan bahwa dia sudah bisa pulang karena tidak ada masalah pada tubuh Amanda.


Setelah beberapa hari kepulangan Amanda tibalah hari dimana Revan akan membawanya ke tempat yg sudah di janjikan nya, Amanda sudah siap dengan segala keperluan dan koper yg tinggal memasukkan kedalam mobil saja.


"Alka Alika ayu Sayang bangun kita mandi dulu lalu sarapan, kita hari ini akan berangkat"


"No Mama, ika mau papa yg mandiin" sahut Alika yg masih memejamkan mata berbida dengan Alka dia langsung duduk dan tidak sulit untuk di bangunkan.


"Tidak bisa Sayang, sama Mama saja yah?"


"Nooo...! Amanda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Alika


"Ya sudah kita kekamar Mama, bangunin papa dulu ya sayang"


"Papa ayu bangun, ika mau mandi sama papa!" Alika duduk di atas perut Revan yg sedang tidur terlentang saking pulasnya tidur dia tidak menyadari kalau Alika berada di atas nya.


Amanda yg berjalan memasuki kamarnya bersamaan dengan Alka menepuk jidatnya melihat Alika yg begitu manja pada papanya, berbida sekali dengan Alka dia lebih manja pada Mama nya.


Cup..Cup...Cuup


Alika terus menciumi pipi Revan sampai ada Air liur dimana-mana dan membasahi wajah Revan.


"Sayang apa kamu ingin aku memakanmu sepagi ini?" Revan mulai menggeliat dia pikir itu Adalah Amanda dan membalik tubuh Alika dan memeluknya erat, tapi Revan merasa itu kecil dalam pelukannya dan meraba-raba bagian tubuh Alika yg mungil.


Saat Revan membuka matanya dia membulatkan matanya sempurna "Hahahahaha... Sayang apa yg kamu lakukan?" Amanda dan Alka tertawa terbahak-bahak melihat Revan yg salah mengira anaknya adalah Amanda.


"Sayang apa kamu sengaja mengerjaiku?" Tanya Revan dengan tatapan menyedihkan.

__ADS_1


"Tiiidak... kamu lihat, itu kemauan putri kamu dan tanya apa aku yg menyuruhnya" Amanda menaikkan alisnya dan menyilangkan tangannya di atas dada menatap Revan yg langsung terduduk menatapnya Cemberut.


Revan menatap putrinya yg masih menempil memeluk tubuhnya Alika hanya memasang wajah pulusnya yg begitu menggemaskan.


"Papa ika mau mandi sama papa" ucapnya dan kembali menciumi pipi Revan


"Oohh jadi Putri papa sudah mulai nakal ternyata yah, awas ya papa akan hukum putri kecil papa ini"


"aahhhh... papa geli! hahahahaha" Revan menggeritiki pinggang Alika tanpa henti sampai wajah Alika terlihat merah seperti kepiting rebus.


"Revan ayu kita akan kesiangan, cepatlah mandi aku akan menyiapkan makanan dibawah"


"Morning Kiss Sayang?"


"Nooo.. kamu sudah memberikan nya pada Alika" Amanda pura-pura marah dan berlalu pergi dari kamar meninggalkan Revan bersama anak-anak nya.


"Sayang... Teriak Revan memanggil Amanda namun Amanda mengabaikan dirinya begitu saja "anak-anak ini Karena ulah Kalian awas yah" Ancamnya pura-pura marah


"aaahhhhh" teriak Alka dan Alika Revan mulai mengejar anak-anak nya dan menggeritiki Alka dan Alika


"Revan!!'' Amanda kembali masuk kedalam kamar dan berdiri dengan berkacak pinggang


"____"


"ya sayang ku, apa kamu berubah pikiran?"


Amanda menajamkan mata menatap ke arah Revan yg sedang senyam senyum menatap nya mendamba, Revan mulai menyadari kalau Amanda mulai terlihat marah dangan sigap Revan Langsung berlari dan membawa anak-anaknya masuk kedalam kamar mandi dan memandikan kedua buah hatinya.


Amanda hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu dan kembali ke lantai bawah menyiapkan makanan untuk Merika semua.

__ADS_1


__ADS_2