
MAHENDRA GROP
Revan diam di bangku meja kantor nya, dia bingung harus bagaimana membujuk Amanda agar mau lagi bekerja dengan nya, sejak kejadian itu Amanda tidak pernah masuk perusahaan lagi dia menyesali perkataannya yg sudah membuat Amanda terluka dan keciwa terhadap dirinya.
tok..tok..tok
Riyan masuk ruangan Revan
"Presdir.. Revan menoleh pada Riyan dengan wajah datarnya saar ini pikirannya benar-benar kacau.
"Kamu kembali?! Apa ada perkembangan?"
"Ya presdir.. Riyan memberikan map besar berwarna coklat di atas meja revan.
Revan membuka map dan disana tertulis beberapa informasi tentang Amanda, bagaimana kehidupannya, sekulahnya pekerjaan dan juga teman-teman Amanda.
Tapi yg menarik perhatian Revan adalah keterangan tentang kecelakaan mobil yg menimpa Amanda 10tahun silam, disana tertera Amanda mengalami kecelakaan mobil yg mengakibatkan dia mengalami kuma 1tahun dan geger otaknya yang mengakibatkan dia melupakan masa lalunya, dan karna itu pula Amanda pindah keluar negeri selama ini.
"Apa ada lagi?!" tanya Revan sambil terus menatap catatan yang ada di kertas ditangannya
"Sejauh ini hanya itu yg dapat saya dapatkan Presdir"
"Ini sudah cukup memuaskan Riyan dengan semua ini sudah semakin jelas bahwa Amanda adalah Dinda" ucap Revan tersenyum
"Tapi presdir bagaimana bisa nona Amanda, adalah Dinda? Dinda adalah gadis biasa dari keluarga sederhana, sedangkan Amanda adalah seorang ahli waris dari keluarga kaya raya?"
"Aku juga tidak bisa menebaknya, kita cari tahu saja dulu siapa tahu kita bisa mendapatkan informasi yang menarik!"
"lalu bagaimana dengan pria yg tinggal dengan Amanda?!"
__ADS_1
"Oh ya betol saya tidak memasukkannya didalam catatan, Dia adalah kakak kandung nona Amanda dia seorang dokter muda yang cakap dan berbakat, merika tinggal bersama sejak Nona Amanda pindah keluar negeri.
"Syukurlah! ucap revan lega, Riyan tersenyum mendengar perkataan Revan .
"Karna itu pula Presdir, saya tidak bisa mendapatkan informasi tentang nona Amanda lebih dalam karna dokter yang merawat nona Amanda adalah kakaknya sendiri, saya pikir ini sangat sulit dari pada kita mencari Dinda selama ini"
"Tentu, tetapi akan lebih mudah bagi kita jika kita tahu tujuan kita daripada dulu kita mencari tapi tidak tahu kita harus mencarinya kemana!" sahut Revan.
"kamu benar kawan, selamat akhirnya kamu mulai mendapat celah titik terang" sahut Riyan menepuk pundak Revan
"Apa kamu akan pergi lagi?"
"Tidak, aku dengar sekarang kamu sudah memiliki sekretaris baru cantik?" Riyan tersenyum misterius pada Revan
Revan berdiri dan menendang kaki Riyan dan tertawa "Calun kakak ipar mu tepatnya!"
Riyan membulatkan matanya, baru beberapa minggu dia pergi dan sudah ada kabar mengejutkan dari sahabatnya.
"Dia AMANDA!! Riyan kaget
"eemmm.. ceritanya panjang aku tidak sempat memberi tahukan nya dengannmu"
"Aku pikir kamu terlalu asik dengan Amanda bukan, sampai kau tak mengingatku bahkan tidak menelpon ku sama sekali! Revan hanya menganggukkan kepalanya tanda itu benar.
"___"
"Sialan kau Revan!!!" Riyan ingin menendang Revan tapi Revan sudah terlebih dulu menghindar dan tertawa terbahak-bahak.
tiba-tiba pintu ruangan Revan terbuka, disana ada mama Nadine yg terlihat cemberut, Revan yg melihat mama Nadine langsung mendekat dan menuntunnya untuk duduk di sofa ruangan Revan.
__ADS_1
"Kalian kenapa ceria sekali? tanyanya mama Nadine cemberut
"Tidak.... siapa yg ceria ma? lihat wajah Revan dari tadi memang seperti ini! sahut Revan dengan wajah datarnya lagi, Riyan yg ada di samping tersenyum dengan kebohongan Revan.
"Presdir saya pamit" ucap Riyan berlalu pergi meninggalkan ibu dan anak yg tertinggal didalam ruangan Revan.
"Ada apa ma? tidak biasanya mama kesini? Apa mama mau melihat gadis yg mama kirim ke perusahaan untuk jadi sekretaris ku tempu hari?! tanya Revan pura-pura marah
"Maafkan Mama sayang mama tidak minta ijin mu dulu saat meminta Amanda bekerja di perusahaan"
"Tidak apa-apa ma! dengan adanya Amanda pekerjaanku jadi lebih mudah Sekarang, terimakasih kasih ma" ucap Revan pelan tapi masih terdengar oleh mama Nadine.
"Mama pikir kamu akan marah saat mama datang kesini, biasanya kamu selalu marah dengan setiap wanita yang mama kirim kekantor mu,tapi kenapa sekarang kamu sangat senang dan berterimakasih" ucapan mama Nadine membuat Revan tersenyum.
"eehhh kamu tersenyum....?!!"
"Harusnya mama senang bukan? Revan mau menerima Amanda bekerja dengan Revan disini? bukankah itu yang mama inginkan?!"
"tunggu..!! Revan katakan pada Mama, apa kamu menyukai Amanda??" tanya sang Mama penasaran
Revan tersenyum dan mengangguk sambil memeluk tubuh mama Nadine..
"Ya Tuhan!! astaga nak kamu serius? mama tidak bermimpi kan nak?!," Mama Nadine sangat bahagia saat mengetahui pengakuan Revan yg mau jujur dengan dirinya
Revan melepaskan pelukannya.
"Tidak'! mama tidak sedang bermimpi, Revan benar-benar menyukai Amanda ma"
"Syukurlah kalau begitu mama senang akhirnya kamu mau membuka hati kamu kembali nak"
__ADS_1
"Mama salah ma sejak dulu Revan membuka hati untuk Dinda ma, hingga sekarang perasaan Revan juga masih sama entah itu dinda/Amanda Revan yakin merika adalah orang yang sama" ucap revan dalam hati.