
Revan benar-benar panik sekarang, pasalnya Amanda pergi tanpa pengawalan satu orang pun Revan merasa sangat menyesal karna sudah meninggal kan Amanda beberapa hari ini.
Saat diruang keamanan Riyan terus mengutak Atik kamera ke Amanan mencari susuk Amanda
"Dapat, Revan Amanda memang datang hari itu" Riyan merasa senang karena bisa menemukan yg merika cari
"terus lihat kemana dia pergi dan bersama siapa" Revan terus memfokoskan pandangan nya pada layar tv yg memperlihatkan keamanan di perusahaan
"Dia hanya sampai di depan Ruanganmu saja"
"eemmh.. dia membawa makanan untuk ku" Revan merasa senang di sela-sela kesibukan Amanda dia masih sempat untuk datang memperhatikan nya
"dia pergi lagi Revan, aku yakin dia saat itu keciwa karena kamu tidak ada disana, terlihat jelas wajahnya sedih"
"eemmh.. aku tahu, lihat keamanan parkiran lagi Riyan"
Saat merika melihat keamanan Di parkiran Amanda terlihat berjalan guntai dan pikiran nya seperti tidak fokus sampai akhirnya tanpa dia sadari ada yg memukulnya dengan baluk kayu dengan sangat keras.
Revan benar-benar kaget karena melihat Amanda yg jatuh pingsan tersungkur dilantai dan setelah nya orang yang memukulnya itu langsung membawa Amanda masuk kedalam sebuah mobil hitam.
Dia terduduk lemah, airmata juga sudah tidak bisa di bendung lagi, Revan sangat menyesal karena telah meninggal kan Amanda
"Sayang apa yg terjadi?! jika aku tidak pergi hari itu kamu tidak akan mengalami hal buruk seperti ini" Revan bergumam dalam hatinya dia menatap lantai dengan tatapan kosong karena merasa sangat bersalah pada Amanda
"Revan kamu harus kuat, kita harus menyelamatkan Amanda"
"Kamu benar Riyan tapi kemana kita harus mencari?!
__ADS_1
"Aku akan meminta para pasukan khusus kita untuk mencari keberadaan Amanda cepat atau lambat kita akan dapat menemukan informasi tentang nya"
"Ini sudah berhari-hari, bagaimana jika merika sudah menyakiti nya, bahkan jika mereka memang menginginkan tebusan sudah dari kemarin merika menghubungi ku"
"Kamu benar, seperti nya merika tidak menginginkan Uang tapi lebih tepatnya mungkin nyawanya Revan"
Revan langsung menatap wajah Riyan, begitu juga dengan Riyan merika saling menatap hingga terbayang wajah seseorang yang tidak asing
"Om Firman!!!"
Revan menyebutkan nama itu dengan secara bersamaan bersama Riyan
"Ber******!!! Aku lengah, aku benar-benar tidak habis pikir bagaimana mana aku melupakan hal itu!!" Revan bangkit dan menendang kursi yg ada di ruangan itu.
"Cukup Revan dengan kamu bertingkah seperti ini tidak akan bisa membuatnya menjadi lebih baek, kita harus segera menyelamatkan istri kamu, kamu tahu sendiri bagaimana Om Firman pernah menculiknya dulu"
Dreeett dreeett
Revan mengangkat telponnya "Ya Ramon"
"Apa kamu sudah menemukan nya?!" Terdengar jelas suara Ramon yg masih marah pada Revan
"Sudah Ramon tapi....
"Apa?! katakan dimana adikku?!
"Ramon, Amanda diculik dan sepertinya itu perbuatan Om Firman"
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan sepertinya?!
Revan mulai menceritakan bagaimana Amanda saat datang ke perusahaan MAHENDRA dan berakhir Dengan diculik
"Sittt...!!!! Sudah aku peringatkan kamu Revan, kamu tahu orang itu pernah menyakiti adikku tapi kamu tetap saja lengah hingga merika dapat menculiknya lagi!!! kamu tahu sendiri sepuluh tahun adikku mengalami Amnisea kehilangan kenangan masa lalunya, bahkan trauma yg dia miliki masih tidak bisa dia atasi dan sekarang kamu tahu dia di culik lagi oleh orang yang sama?!
"Aku tahu Ramon aku salah, aku benar-benar minta maaf"
"Cukup Revan!! aku sudah muak mendengar permintaan maaf kamu yg hanya bualan bagiku, jika terjadi sesuatu pada adikku jangan harap aku akan melepaskan kamu dengan mudah!!"
Ramon langsung mematikan telepon nya dan menghubungi beberapa teman dan anak buahnya, walaupun dia seorang dokter, ramon juga memiliki pergaulan yang luas bahkan para Mafia dan berbagai Organisasi dia cukup kenal baek.
sedangkan Revan dia merasa semakin terpuruk mendengar penuturan Ramon yg marah besar padanya
Bruuukkk
Revan terjatuh pingsan dilantai dia benar-benar kehilangan keseimbangannya beban di kepalanya sudah penuh dengan banyak permasalahan di perusahaan dan setelahnya hilangnya Amanda semakin menbuat dia tidak dapat berpikir dengan jernih dan sekarang Ramon juga marah padanya, dunianya seakan hancur Revan tidak dapat menerima semua itu dia sangat ketakutan jika dia sampai kehilangan Amanda lagi, tubuh lelahnya tidak bisa lagi berkumpromi hingga Revan sendiri tidak bisa lagi bertahan dan terjatuh pingsan.
Riyan yg melihat Revan jatuh dilantung langsung mendekatinya dan menepuk pelan pipi Revan
"Revan bangun Revan"
"Astagaaa apa lagi ini?! kamu harus kuat Revan jika kamu jatuh seperti ini bagaiman kita bisa menyelamatkan istri kamu?!
Riyan membupung Tubuh Revan dan merebahkannya di sopa, hari sudah pagi Riyan berjalan keluar dari ruangan dan menghubungi beberapa anak buahanya agar segera menemukan Keberadaan Amanda.
"Aku sudah memperingatkan kamu
__ADS_1
Sebelumnya Revan tapi kamu mengabaikan nya, dan akhirnya kamu sendiri tidak dapat menerima keadaan" sesal Riyan merasa juga keciwa pada Revan.