
Revan mendekat dan berdiri di samping Amanda dan memegang pinggang Amanda dengan mesranya, Raut wajah Reza langsung berubah drastis menjadi dingin dia menatap Revan dengan tatapan permusuhan nya tidak suka
"hay kamu sudah tiba? cepat sekali?" tanya Amanda tersenyum lebar
"eemmhh.. pekerjaan ku sudah selesai jadi aku kemari untuk menjemput kalian sayang" Revan tersenyum dan membelai rambut Amanda begitu mesranya
"oohh.. apa kamu sudah makan?
"sudah, aku makan siang saat bertemu dengan Klayen, apa anak-anak berbuat ulah?
"Tidak merika baek-baek saja" Amanda tersenyum lebar ketika memandang wajah Revan lembut yg nampak sangat menyayangi dirinya
"Dinda dia siapa?'' tiba-tiba Reza berbicara dia sedikit kesal saat melihat kemesraan Amanda dan Revan
"oowh iya aku lupa , Reza dia Revan suamiku dan Revan dia Reza teman SMA ku dulu"
Reza terdiam dan sangat keciwa dia pikir pertemuan itu akan memberikan dia kesempatan kedua untuk mendapatkan Dinda yg dulu pernah menulaknya
Revan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Reza dengan tatapan matanya yang tajam
"Revan" Ucapnya dingin sambil mengulurkan tangannya
"Reza" dia tidak membalas uluran tangan Revan dia memasukkan kedua belah tangannya kedalam kantong celananya dan menatap wajah Revan tak kalah tajam
Amanda merasakan hawa permusuhan antara Reza dan Revan suaminya
"Eehh Reza aku pamit kalau begitu, sayang ayu kita pulang" Amanda menarik tangan Revan dan membawa anak-anak nya meninggalkan Reza sendirian berdiri yg masih menatapnya, sesampainya di parkiran Amanda tertawa geli melihat tingkah lakunya Revan yg masih nampak Cemburu dengan nya.
"apa yg lucu? ucap Revan masih kesal pada Amanda yg berdekatan dengan pria laen
"Papa cemburu" ucap Alka sambil cekikikan berama Alika
"hahahaha" Amanda tertawa lepas menertawakan Revan yg cemberut dan tanpa Amanda sadari Revan mendekat dan.
Cuupp
__ADS_1
Revan tiba-tiba mencium bibir Amanda dengan cepat Amanda yg tertawa terbahak-bahak langsung terdiam karena ulah Revan
"Apa papa lupa di sini masih ada anak-anak?" ucap Alka menutup matanya sambil tangan sebelah nya memegang menutupi mata Alika
"Maaf sayang papa tidak tahan jika melihat wajah mama kalian yg seperti ini, sangat menggemaskan dan mengguda" sahut Revan tanpa rasa bersalah sama sekali
"kamu ini, apa apaan bicara seperti itu di hadapan anak-anak?Amanda yg mendengarkan penuturan Revan tersipu malu dan memalingkan wajahnya kesamping menatap ke arah jendela
"Sayang aku bicara kenyataan"
"ya terserah kamu saja, ayu kita cepat pulang nanti kita kemalaman sampai di rumah"
''Okey"
"Di sebuah Restoran Kanya sedang menunggu seseorang yang menelpon nya dan meminta menunggu"
"hay kanya lama tidak bertemu" sapa Seseorang yg mendekati meja kanya
''Reza, ada apa kamu memintaku menemui kamu?!" Kanya nampak bingung karna sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Reza
"ini tentang Dinda"
"kenapa dengan Dinda? tunggu!.. apa kamu masih mengharapkan hubungan mu dengan nya seperti dulu?! tanya kanya dengan terkejut
"iya aku masih berharap bisa bersama dengan nya kanya aku ingin membina rumah tangga dan memiliki anak-anak bersama dengan Dinda" ucapnya lemah dan kehilangan harapan
"Apa??!!!
Kanya benar-benar terkejut mendengar penuturan Reza dia tidak menyangka kalau Reza masih memiliki perasaan terhadap Amanda yg sudah begitu lama
"Tapi Reza aku pikir kamu tidak perlu memikirkan hal itu lagi carilah wanita lain, kamu sudah tahu bagaimana perasaan Dinda sebelumnya terhadap kamu''
''Apa memang tidak ada harapan sama sekali?!" tanyanya Reza yg nampak begitu sedih, pasalnya sudah sangat lama dia memendam perasaan nya pada Amanda namun Amanda tak pernah menghiraukan perasaan nya.
"eemmhh.. dia sudah menikah Reza bahkan dia sudah memiliki dua orang anak dan aku pikir kamu juga tidak akan bisa menandingi suami Dinda saat ini''
__ADS_1
"Apa kamu tahu siapa suaminya?! tanya Reza lagi
"ya dia adalah bosku, bahkan merika saling mencintai sejak Remaja Reza aku pikir lebih baek kamu berhenti memikirkan Dinda"
''memangnya siapa dia, aku tidak peduli aku akan tetap memperjuangkan cintaku jika perlu'' ucap Reza teguh dengan keinginan nya
"REVANDRA ADITAMA MAHENDRA dan Dinda Adalah AMANDA STIANA MAYDA kamu tahu bukan dua perusahaan itu adalah 2 dianatara 3 perusahaan paling Elite di negara kita dan urutan ketiga itu adalah perusahaan milik Amanda sendiri yg dia bangun sendiri beberapa tahun yg lalu, Kamu pasti pernah mendengarkan Desainer terkenal AMANDA? itu juga adalah Dinda Reza" ucap Kanya panjang lebar menjelaskan
Gleekkk
Reza menelan ludahnya susah payah saat mendengar penuturan Kanya dia tidak menyangka kalau Dinda yg dia kenal dulu ternyata sekarang menjadi orang yang sangat sukses bahkan suami nya bukan sembarang orang yg bisa diremehkan.
"Aku tidak pernah menyangka kalau dia sesukses itu, bahkan kupikir tabunganku tidak ada apa-apanya dengan penghasilan bulanan nya" ucapnya lemah dan sedih
"heemm..!! aku pun juga seperti itu Reza, aku bahkan baru satu kali bertemu dengannya dan itu 4tahun yg lalu dan setelah itu dia menghilang lagi kembali ke kanada"
"Apa sekarang kamu sudah bertemu dengan nya lagi?!" tanya Reza merasa sedih juga untuk Kanya, pasalnya Kanya adalah sahabat Dinda sejak kecil.
"belum.. dia sangat sibuk dan baru saja kembali kami belum sempat bertemu"
"Kamu akan terkejut saat bertemu dengan nya, dia sangat cantik bahkan lebih cantik dari sebelumnya Kanya aku bahkan tidak bisa berpaling menatapnya Aku tidak pernah sekalipun menyesali perasaan ku selama ini, tapi sepertinya takdir berkata lain'' ucap Reza tertunduk dan sedih
"Eemmh mungkin itu sudah jalan kalian berdua jadi aku harap kamu tegar dan bisa melepaskan perasaan kamu pada Dinda sebelumnya Reza, biarkan dia bahagia bersama anak-anak dan suaminya sudah terlalu banyak masalah yg dia alami"
"Eemmh aku mengerti, kalau begitu aku pamit Kanya" Reza berdiri dan ingin meninggalkan Kanya
"Apa kamu tidak mau makan dulu?
"tidak, aku tidak nafsu makan lagi"
"eemmhh.. maafkan Dinda Reza" Kanya berdiri dan memeluk Reza pelan dia mencoba menyemangati Reza
"dia tidak salah Kanya, itu hanya perasaan ku yg tak terbalas, dia tidak salah karna tidak membalas cintaku karna cinta tidak bisa di paksakan aku hanya mencoba agar dia bisa membuka hatinya untuk ku tapi kenyataannya berbida dia tak pernah sekalipun memberiku harapan palsu, hanya aku yang memiliki perasaan untuknya.
aku tidak akan pernah menyesal kanya pernah mencintai wanita seperti Dinda dia adalah seorang wanita yang sangat pantas untuk diperjuangkan!!" Reza menitiskan air matanya dan melepaskan pelukan merika
__ADS_1
"Aku pamit" Reza pun pergi meninggalkan kanya yg masih berdiri mematung melihat kepergian Reza dia juga merasakan sakit karna kesedihan temannya itu tapi apa daya Amanda sudah bahagia bersama keluarga nya dan sudah cukup banyak masalah yang dia lalui bersama Revan selama ini.